MALILI — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Komisi Irigasi menetapkan jadwal tanam Musim Tanam III (MT III) tahun 2026 dimulai pada 3 Oktober dan ditutup pada 30 November 2026. Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Evaluasi Musim Tanam II (MT II) sekaligus Persiapan Memasuki MT III yang digelar di Aula Dinas Pertanian, Senin (31/8/2026).
Penetapan jadwal itu menjadi fokus utama persiapan MT III agar pola tanam di seluruh wilayah layanan irigasi dapat berlangsung serentak. Dengan keseragaman waktu tanam, distribusi air diharapkan lebih optimal sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Luwu Timur.
Sebagai pendukung pelaksanaan jadwal tanam tersebut, rapat juga menetapkan jadwal pembukaan pintu air irigasi teknis mulai 21 September 2026 hingga 20 Januari 2027. Jadwal itu menjadi acuan distribusi air selama MT III bagi petani yang berada di daerah layanan irigasi teknis.
Kepala Bapperida Kabupaten Luwu Timur, Kamal Rasyid, menegaskan bahwa penetapan jadwal tersebut bertujuan menjaga agar pola tanam masyarakat tetap berjalan sesuai rencana. Ia meminta jadwal yang sudah disepakati dijadikan pedoman bersama agar distribusi air tidak melenceng dari perencanaan.
Berita Luwu Timur: Jadwal Tanam MT III Dimulai 3 Oktober 2026
Berdasarkan kesepakatan Komisi Irigasi, masa tanam MT III tahun 2026 berlangsung sejak 3 Oktober hingga 30 November 2026. Rentang waktu itu menjadi acuan bagi petani dalam menyiapkan lahan, pembibitan, dan kebutuhan sarana produksi.
Penetapan tanggal tersebut bukan sekadar administrasi. Pada sistem irigasi teknis, jadwal tanam menentukan kapan air dialirkan ke petak sawah, sehingga keterlambatan di satu titik bisa menggeser jadwal di titik lain.
Hasil Rapat Evaluasi MT II di Aula Dinas Pertanian
Rapat evaluasi MT II dan persiapan MT III digelar di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur pada Senin (31/8/2026). Forum itu menjadi tempat mengevaluasi pelaksanaan musim tanam sebelumnya sebelum menetapkan langkah pada musim berikutnya.
Hasil evaluasi dipakai untuk merumuskan jadwal tanam dan jadwal pembukaan pintu air. Dua hal tersebut saling terkait karena pola tanam serentak hanya bisa berjalan bila pasokan air mengikuti kalender yang sama.
Komisi Irigasi dan Tiga Perangkat Daerah di Dalamnya
Komisi Irigasi merupakan forum koordinasi yang melibatkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah. Ketiga perangkat daerah itu menyusun kebijakan pengelolaan irigasi untuk mendukung sektor pertanian di Kabupaten Luwu Timur.
Keterlibatan lintas perangkat daerah membuat keputusan soal irigasi tidak berhenti pada satu dinas. Urusan air bersinggungan dengan infrastruktur, perencanaan pembangunan, serta kebutuhan petani di lapangan.
Pintu Air Irigasi Teknis Dibuka 21 September 2026
Rapat menetapkan jadwal pembukaan pintu air irigasi teknis mulai 21 September 2026 hingga 20 Januari 2027. Rentang pembukaan itu menjadi acuan distribusi air selama MT III bagi wilayah layanan irigasi teknis di Luwu Timur.
Jadwal pembukaan pintu air memberi kepastian waktu bagi petani. Mereka dapat memperhitungkan kapan air tersedia untuk pengolahan lahan dan kapan pasokan perlu diatur pada masa pertumbuhan tanaman.
Mengapa Distribusi Air Harus Serentak
Pada wilayah irigasi teknis, air mengalir melalui saluran yang sama untuk banyak petak. Bila sebagian petani menanam lebih awal atau lebih lambat, kebutuhan air menjadi tidak seragam dan pembagian di saluran tersier lebih sulit diatur.
Keseragaman waktu tanam membuat kebutuhan air terkonsentrasi pada periode yang sama. Pola itu memudahkan pengaturan pintu air serta mengurangi risiko kekurangan air di petak yang paling ujung.
Kesiapan Saluran dan Prasarana Irigasi
Selain jadwal, kesiapan saluran menjadi penentu kelancaran MT III. Perbaikan saluran dan pintu air biasanya dilakukan sebelum masa pembukaan agar air tidak terbuang akibat kebocoran atau sedimentasi.
Pemerintah kabupaten bersama perangkat daerah terkait berkomitmen memperkuat koordinasi pengelolaan irigasi teknis. Tujuannya agar jadwal tanam MT III terlaksana sesuai rencana dan distribusi air berjalan efektif.