Kabupaten Luwu Timur bersiap menjadi tuan rumah peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Sekitar 3.000 tamu dari puluhan kabupaten dan kota diperkirakan hadir pada agenda yang dipusatkan di Sorowako, Kecamatan Nuha, pada Oktober mendatang.
Perkiraan jumlah tamu itu disampaikan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupaten Luwu Timur, Senfry Oktavianus, saat memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Bupati Luwu Timur, Kamis (17/9/2026).
Luwu Timur dan Panggung Harkopnas Provinsi
Menurut Senfry, sejumlah pemerintah daerah telah mengonfirmasi jumlah delegasi yang akan dikirim. Ada daerah yang menyiapkan sekitar 300 orang, ada pula yang mengirim sekitar 100 orang. Bila ditotal, ia memperkirakan sekitar 3.000 tamu akan datang ke Luwu Timur.
Agenda ini akan diikuti perwakilan dari 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, dengan sejumlah kepala daerah dijadwalkan hadir di lokasi kegiatan. Peringatan Harkopnas ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan direncanakan berlangsung mulai 6 hingga 10 Oktober 2026, dengan Sorowako sebagai pusat pelaksanaan.
Bagi Luwu Timur, menjadi tuan rumah agenda provinsi berarti menyiapkan akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga keamanan bagi ribuan tamu. Persiapan itu melibatkan lintas perangkat daerah, mulai dari dinas yang menangani koperasi dan UKM, kepariwisataan, hingga aparat keamanan di wilayah Nuha dan sekitarnya.
Rangkaian Kegiatan Lima Hari
Selama lima hari pelaksanaan, panitia menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan. Beberapa di antaranya bersifat resmi, sementara sebagian lain dirancang sebagai ruang interaksi antar peserta dan masyarakat setempat:
- Seminar perkoperasian yang membahas penguatan kelembagaan koperasi.
- Rapat kerja daerah bidang koperasi.
- Jalan santai anti mager yang melibatkan peserta dan warga.
- Pameran Expo KUMKM Sulawesi Selatan sebagai ruang promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah.
- Lomba paduan suara serta lomba sambung lirik antar kontingen.
- Malam gala dinner dan pameran pompessi.
- Lomba tradisional antarkontingen.
Pameran menjadi salah satu bagian yang paling dinanti pelaku usaha. Ajang itu memberi peluang bagi produk lokal Luwu Timur dan daerah lain untuk bertemu calon pembeli dari lintas daerah, sekaligus memperlihatkan kesiapan UMKM dalam mengemas produknya secara lebih menarik.
Dampak Ekonomi untuk UMKM dan Jasa Lokal
Kehadiran ribuan tamu berpotensi menggerakkan sektor jasa di Luwu Timur. Kebutuhan penginapan, kuliner, transportasi, hingga kebutuhan acara biasanya melonjak pada periode penyelenggaraan agenda besar.
Bagi pelaku UMKM, momentum seperti ini punya dua manfaat. Pertama, permintaan harian meningkat selama kegiatan berlangsung. Kedua, kesempatan menjalin kontak dengan pembeli dari luar daerah dapat membuka jaringan pemasaran baru setelah acara selesai.
Sektor koperasi menjadi penekanan tersendiri dalam Harkopnas. Koperasi dan UMKM sering menjadi tulang punggung ekonomi warga di daerah, khususnya untuk komoditas pertanian, hasil olahan, dan usaha rumahan. Karena itu, agenda provinsi ini juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi peran koperasi dalam rantai pasok lokal.
Ajakan Menjadi Tuan Rumah yang Baik
Senfry mengajak seluruh aparatur sipil negara dan elemen masyarakat Luwu Timur memberikan sambutan hangat serta pelayanan terbaik kepada para tamu daerah. Menurutnya, kesan pertama yang baik akan berpengaruh pada bagaimana Luwu Timur dipandang sebagai tuan rumah agenda selanjutnya.
Ia juga menyarankan agar peserta Harkopnas diajak mengunjungi sejumlah destinasi unggulan di Bumi Batara Guru. Ia menyebut Geopark Matano dan sejumlah danau di Luwu Timur sebagai tempat yang layak dikenalkan kepada para tamu.
Ajakan itu sejalan dengan upaya daerah mendorong kunjungan ke destinasi wisata sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal. Kunjungan peserta ke destinasi bisa menjadi pintu memperkenalkan potensi wisata Luwu Timur kepada masyarakat luar daerah, terutama Nuha dan wilayah pesisir Danau Matano serta Towuti.