Jumat, 9 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Ekonomi & UMKM

Luwu Timur: Bupati Irwan Pimpin HKTI, Fokus Petani

5 Oktober 2026 • Admin • 15 kali dibaca
Pelantikan Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam sebagai Ketua DPC HKTI Luwu Timur di Makassar
Gambar: Dok. Kominfo-SP Kabupaten Luwu Timur via Expose Timur
ASM Group
Iklan

Sinergi Pemerintah Daerah dan Organisasi Petani

Pelantikan pengurus DPC HKTI se-Sulawesi Selatan disebut sebagai penanda penguatan struktur organisasi di tingkat kabupaten dan kota. Momentum itu diharapkan membuka ruang koordinasi yang lebih kuat antara HKTI dengan pemerintah daerah.

Di banyak daerah, persoalan petani bersifat lintas sektor. Irigasi menyangkut pekerjaan umum, akses pembiayaan menyangkut lembaga keuangan, sementara harga dan distribusi hasil tani berkaitan dengan perdagangan. Karena itu, satu pintu komunikasi dengan organisasi petani dapat mempercepat penyelesaian masalah.

Bagi Luwu Timur, keterlibatan kepala daerah dalam organisasi ini juga membuka peluang lahirnya program yang lebih spesifik. Misalnya pendampingan budidaya, penguatan kelembagaan kelompok tani, hingga penguatan akses pasar hasil pertanian.

Persoalan klasik yang sering muncul di daerah antara lain keterbatasan pengairan pada musim kemarau, jalan usaha tani yang rusak, dan terbatasnya modal kerja. Semua itu menuntut penanganan bersama antara pemerintah, kelembagaan petani, dan pelaku usaha.

Tata Atur
Iklan

Bukan yang Pertama di Sulawesi Selatan

Pelantikan HKTI di Makassar itu juga diikuti sejumlah kepala daerah lain di Sulawesi Selatan. Beberapa waktu sebelumnya, Bupati Luwu, H. Patahudding, juga dilantik sebagai Ketua DPC HKTI Kabupaten Luwu dalam rangkaian kegiatan serupa.

Pola ini memperlihatkan upaya HKTI membangun kepengurusan yang terhubung dengan eksekutif daerah. Namun, ukuran keberhasilan organisasi tetap sama: seberapa besar manfaat yang dirasakan petani di desa.

Apa Artinya bagi Petani Luwu Timur

Setidaknya ada beberapa hal yang bisa diharapkan dari kepengurusan baru ini. Pertama, kanal penyampaian keluhan petani menjadi lebih dekat karena pengurus organisasi beririsan dengan struktur pemerintahan daerah.

Kedua, advokasi kebijakan terkait pengairan, sarana produksi, dan akses pembiayaan bisa dibahas lebih dini bersama perangkat daerah. Ketiga, pendampingan kelompok tani berpotensi lebih terarah karena data dan kebutuhan bisa dirumuskan bersama.

Kendati demikian, hasil akhirnya tetap bergantung pada kerja di lapangan. Publikasi kegiatan pelantikan tidak otomatis berdampak pada petani; yang menentukan adalah program yang benar-benar berjalan di desa-desa.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menjalankan sejumlah program pendukung sektor pertanian. Sejak awal Oktober 2026, Pemkab Luwu Timur menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian senilai Rp3,37 miliar kepada kelompok tani di Kecamatan Tomoni Timur, langkah yang melengkapi upaya penguatan produksi.

Program edukasi bagi petani juga berjalan, misalnya pendampingan penggunaan pupuk yang bijak bagi petani di Kecamatan Burau. Kombinasi antara penyuluhan, bantuan sarana, dan perbaikan pengairan biasanya menjadi kunci kenaikan produksi.

Membaca Peluang dan Tantangan

Tantangan berikutnya adalah memastikan agenda organisasi tidak tumpang tindih dengan agenda pemerintahan. HKTI perlu memposisikan diri sebagai mitra yang mengadvokasi kebutuhan petani, sekaligus tetap kritis terhadap kebijakan yang belum berpihak pada petani.

Keberadaan HKTI di tingkat kabupaten juga bisa menjadi kanal informasi bagi petani tentang program pemerintah, seperti bantuan alsintan, pendampingan teknis, hingga pelatihan pengelolaan usaha tani. Dengan begitu, informasi tidak berhenti di lingkungan terbatas.

FAQ: HKTI dan Petani Luwu Timur

Siapa Ketua DPC HKTI Luwu Timur?
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, dilantik sebagai Ketua DPC HKTI Kabupaten Luwu Timur pada 4 Oktober 2026 di Makassar.

Siapa yang melantik?
Pelantikan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal DPN HKTI, Abdul Kadir Karding, S.Pi., M.Si., dalam rangkaian Musyawarah Daerah DPD HKTI Provinsi Sulawesi Selatan.

Apa fokus HKTI Luwu Timur ke depan?
Penguatan organisasi petani dan advokasi kepentingan petani, mulai dari pengairan, sarana produksi, akses pembiayaan, hingga pendampingan usaha tani.

Penutup

Kepemimpinan kepala daerah di organisasi petani tingkat kabupaten menjadi ujian tersendiri. Publik akan menilai dari perubahan yang terasa di sawah dan kebun, bukan dari panjangnya rangkaian acara pelantikan.

Untuk mengikuti perkembangan ekonomi daerah, termasuk sektor pertanian dan UMKM, pembaca dapat menelusuri kanal ekonomi dan UMKM SuaraLutim, seperti pemberitaan soal bantuan alsintan untuk petani Tomoni Timur dan edukasi pupuk bagi 1.000 petani Burau.

Sumber: Expose Timur (exposetimur.com), Rakyat Sulsel (rakyatsulsel.fajar.co.id), dan Jejakfakta.com.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga