Sabtu, 10 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Ekonomi & UMKM

Luwu Timur: Riset Ayam Alope Unhas 1 di Pekaloa Towuti

30 September 2026 • Admin • 25 kali dibaca
Ayam ternak, gambaran budidaya Ayam Alope Unhas 1 oleh peternak di Luwu Timur
Gambar: Ilustrasi ayam ternak, MrPanyGoff, Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0.
ASM Group
Iklan

Kolaborasi Kampus, Perusahaan, dan Warga Towuti

Kolaborasi dengan PT Vale Indonesia disebut memperkuat ruang penerapan hasil riset tersebut melalui dukungan terhadap kelompok masyarakat di wilayah operasional perusahaan. Pola kemitraan semacam ini lazim dikenal sebagai program pemberdayaan masyarakat berbasis kebutuhan lokal.

Hubungan antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan memperluas pemanfaatan inovasi peternakan sekaligus memperkuat kapasitas usaha lokal. Bagi peternak di kawasan Towuti, akses pengetahuan teknis dari kampus menjadi nilai tambah yang tidak selalu tersedia.

Kecamatan Towuti sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah pertanian dan perkebunan di Luwu Timur, dengan komoditas lada yang dikembangkan sejumlah desa. Kehadiran program peternakan menambah ragam sumber penghasilan warga di luar sektor tersebut.

Di tingkat kabupaten, sejumlah program serupa sudah berjalan, mulai dari pengembangan produk UMKM binaan perusahaan hingga penguatan kelompok nelayan. SuaraLutim pernah mencatat bagaimana 37 produk UMKM binaan Vale dibawa ke Jakarta untuk memperluas pasar, dan bagaimana program Kampung Nelayan Merah Putih menjangkau sembilan desa.

Tata Atur
Iklan

Harapan untuk Siklus Berikutnya

Program pendampingan seperti ini diukur dari keberlanjutan, bukan dari satu kali kunjungan. Karena itu, tim Alope Unhas 1 menekankan pentingnya kemampuan kelompok menjalankan siklus pemeliharaan berikutnya dengan pengetahuan yang sudah mereka peroleh.

“Harapan kami, kelompok ini tidak hanya berhasil dalam satu siklus pemeliharaan, tetapi mampu terus berkembang dan mengelola usahanya,” kata Prof Syahdar. Pernyataan itu menegaskan bahwa target akhirnya adalah kemandirian usaha, bukan ketergantungan pada pendampingan berkala.

Bagi pemerintah daerah, rekam jejak kelompok seperti Waliko bisa menjadi rujukan ketika menyusun program pemberdayaan berikutnya. Data lapangan yang dikumpulkan kampus, ditambah catatan produksi peternak, dapat dipakai untuk merancang pendampingan yang lebih tepat sasaran pada kelompok lain.

Untuk diketahui, Ayam Alope Unhas 1 merupakan hasil riset Fapet Unhas yang disiapkan untuk dikembangkan di tingkat peternak. Penerapannya di Luwu Timur menjadi salah satu contoh bagaimana riset kampus bisa menyentuh ekonomi rumah tangga di daerah, termasuk bagi warga yang selama ini jarang tersentuh program pemberdayaan.

Membaca Usaha Peternakan dari Catatan Sederhana

Salah satu komponen yang ditekankan dalam pendampingan di Pekaloa adalah pencatatan produksi. Bagi peternak skala rumah tangga, catatan sederhana tentang jumlah pakan yang dipakai, bobot ayam, dan waktu panen memberi gambaran apakah usaha berjalan efisien.

Tanpa catatan, keputusan usaha biasanya diambil berdasarkan perasaan. Peternak sulit mengetahui berapa biaya yang keluar setiap siklus, berapa harga jual yang menutup biaya, dan kapan sebaiknya menambah atau mengurangi jumlah pemeliharaan. Akibatnya, fluktuasi harga pakan cepat terasa sebagai kerugian.

Karena itu, tim pendamping memberi penjelasan teknis tentang pemeliharaan sekaligus cara mencatat perkembangan ternak. Kebiasaan ini terlihat sepele, tetapi menjadi pembeda antara usaha yang bisa direncanakan dan usaha yang sekadar bertahan.

Selain pencatatan, keberhasilan budidaya ditentukan oleh konsistensi harian. Pemberian pakan yang teratur, pembersihan kandang, dan pemantauan kesehatan ternak harus berjalan setiap hari, termasuk ketika harga jual sedang tidak menguntungkan. Disiplin semacam inilah yang biasanya paling menentukan hasil akhir satu siklus pemeliharaan.

FAQ Riset Ayam Alope Unhas 1 di Luwu Timur

Di mana lokasi pendampingan peternak ini?

Pendampingan berlangsung bersama Kelompok Waliko di Pekaloa, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Siapa saja yang terlibat?

Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin bersama Tim Alope Unhas 1, PT Vale Indonesia, dan anggota Kelompok Waliko yang berjumlah lima orang penyandang disabilitas.

Apa yang dipantau tim kampus?

Manajemen pakan, kondisi kandang, kesehatan ternak, perkembangan pembesaran, serta pencatatan produksi yang dilakukan kelompok.

Keterangan lengkap mengenai kegiatan ini dapat dibaca pada laporan ANTARA, pemberitaan RRI Makassar, dan laporan Bangsaku.co. Sementara untuk contoh pengembangan ekonomi warga lewat pertanian, lihat ulasan SuaraLutim soal melon Wanasari di Angkona yang menghasilkan cuan.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga