Sekda dan Kemenkes Soroti Kelengkapan Data
Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Timur, Dr. Ramadhan Parade, turut memberikan penjelasan dan menjawab sejumlah pertanyaan jajaran Kementerian Kesehatan terkait kondisi serta kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah. Jajaran Kemenkes meminta pemerintah kabupaten mempersiapkan administrasi dan data pendukung secara baik dan akurat.
Data yang disampaikan dalam usulan diharapkan disesuaikan dengan data yang tercatat di Kementerian Kesehatan, sehingga tidak terjadi perbedaan angka maupun informasi dalam proses pembahasan dan verifikasi. Kelengkapan data ini penting karena usulan yang masuk sistem perencanaan pusat harus bisa ditelusuri asal angkanya.
Bupati Irwan menegaskan seluruh usulan merupakan bagian upaya memperkuat sistem pelayanan kesehatan dan memastikan masyarakat di seluruh wilayah Luwu Timur memperoleh akses layanan yang lebih dekat dan memadai.
“Kami berharap pada tahun 2027 rumah sakit maupun puskesmas kami dapat memperoleh dukungan, baik untuk rehabilitasi maupun alat kesehatan. Kami terbuka terhadap skema pembiayaan yang dapat mempercepat realisasi berbagai usulan tersebut,” kata Irwan.
Apa Artinya bagi Warga Luwu Timur
Jika sebagian usulan terealisasi, perubahan paling terasa ada pada waktu. Warga di sekitar Towuti tidak lagi harus menempuh perjalanan panjang untuk kasus yang sebenarnya bisa ditangani rumah sakit tipe D. Pasien di Malili mendapat alternatif layanan tanpa harus selalu dirujuk ke luar daerah.
Rehabilitasi puskesmas juga menyentuh sisi pencegahan, bukan hanya pengobatan. Puskesmas yang layak dipakai lebih mampu menjalankan skrining penyakit tidak menular, pemantauan ibu dan anak, serta pelayanan kesehatan dasar harian. Dengan begitu, beban rumah sakit rujukan bisa berkurang secara bertahap.
Yang perlu dicatat, seluruh usulan tersebut masih berstatus pengajuan. SuaraLutim belum memperoleh keterangan resmi mengenai keputusan Kementerian Kesehatan atas daftar usulan itu. Informasi lanjutan akan diperbarui bila ada keterangan resmi.
FAQ Layanan Kesehatan Luwu Timur
Berapa jumlah rumah sakit rujukan milik pemerintah di Luwu Timur?
Saat ini satu, yaitu RSUD I Lagaligo, yang melayani warga di 11 kecamatan dengan jumlah penduduk sekitar 336.475 jiwa.
Apa usulan fasilitas kesehatan yang diajukan ke Kemenkes?
Pengembangan RS Atue, pembangunan rumah sakit baru di Kecamatan Malili, Rumah Sakit Pratama Tipe D di Kecamatan Towuti, rehabilitasi berat sembilan puskesmas, relokasi Puskesmas Wotu, serta pembangunan Pustu di Desa Maleku dan Desa Kalaena.
Mengapa Puskesmas Mahalona sering disebut dalam pembahasan ini?
Karena jaraknya menjadi salah satu yang terjauh dari rumah sakit rujukan, sekitar 127,5 kilometer dengan waktu tempuh lebih dari dua jam. Kondisi itu membuat akses warga kawasan Mahalona dan sekitarnya terhadap layanan rujukan menjadi tantangan tersendiri.
Rujukan: laporan Penalutim.com tentang usulan penguatan fasilitas rumah sakit ke Kemenkes · kerangka upaya dan program layanan kesehatan nasional dirujuk dari laman resmi Kementerian Kesehatan · rujukan analisis kebutuhan tempat tidur mengikuti keterangan Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur dalam rapat tersebut.
Baca juga: Berita Luwu Timur: Puskesmas Lutim Diperkuat via Unhas · PAN Luwu Timur: Rivaldi Kawal agar RS Towuti Berfungsi
Gambar: Dokumentasi SuaraLutim (penguatan manajemen Puskesmas di Luwu Timur).


