Sabtu, 31 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Kesehatan

Berita Lutim: Stunting Luwu Timur Capai Target 75 Persen

22 Oktober 2026 • Admin • 65 kali dibaca
Koordinasi penanganan stunting Luwu Timur, berita lutim
Gambar: Dok. Luwuraya.com, foto yang menyertai laporan capaian penanganan stunting Luwu Timur, 21 Oktober 2026.
ASM Group
Iklan

Kata Kepala Bapperida soal Capaian Ini

Kepala Bapperida Kabupaten Luwu Timur, Kamal Rasyid, menyampaikan rasa syukur atas hasil kerja seluruh jajaran pemerintah daerah. Ia menyebut capaian itu sebagai hasil kolektif, bukan kerja satu instansi.

“Kita patut bersyukur atas capaian Pemda Luwu Timur dalam penanganan stunting, yaitu kategori BAIK di tahun 2025 dan perolehan nilai 75 pada Semester I tahun 2026,” kata Kamal, seperti dikutip Luwuraya.com.

Ia berharap capaian tersebut memotivasi seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan pelaksanaan program. Ada empat hal yang ia tekankan: peningkatan akurasi data laporan berkala, pemantauan tahapan hingga akhir tahun, penguatan pelaksanaan program, serta pengawalan visi kepala daerah dalam penanganan stunting.

Penekanan pada akurasi data bukan tanpa alasan. Program yang bergerak cepat tetapi datanya tertinggal akan sulit dievaluasi. Sebaliknya, data yang rapi memudahkan daerah melihat desa mana yang perlu perhatian lebih dulu, sehingga intervensi tidak menebar rata tanpa sasaran.

Tata Atur
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Mengapa Konvergensi Sulit Dijaga

Dalam praktiknya, menjaga konvergensi lebih sulit daripada menyusun dokumen perencanaannya. Ada tiga titik rawan yang biasa muncul di daerah.

Pertama, perbedaan jadwal kerja antarperangkat daerah. Dinas kesehatan punya kalender penimbangan, dinas sosial punya jadwal pendampingan, sementara dinas PU punya jadwal pembangunan sarana. Bila jadwal itu tidak disinkronkan, satu keluarga bisa menerima intervensi gizi tetapi belum mendapatkan akses air bersih dalam waktu yang lama.

Kedua, mutu data di tingkat bawah. Posyandu dan puskesmas mengirim laporan rutin, tetapi kualitas pencatatannya bergantung pada kapasitas petugas. Kekeliruan kecil, seperti salah menandai tanggal lahir atau tinggi badan, bisa mengubah status gizi seorang anak dalam sistem.

Ketiga, keberlanjutan pendampingan. Program yang berganti nama atau berganti pelaksana sering kehilangan jejak keluarga sasaran. Di sinilah pentingnya kader dan pendamping desa yang menetap, karena merekalah yang mengingat riwayat tiap keluarga dari bulan ke bulan.

Apa yang Bisa Dilakukan Warga

Penanganan stunting sering dibaca sebagai urusan pemerintah. Padahal, hasil akhirnya ditentukan oleh hal-hal yang terjadi di rumah. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan keluarga di Luwu Timur:

  • Membawa anak ke posyandu secara rutin agar pertumbuhan tercatat dan terpantau.
  • Menanyakan hasil pengukuran, bukan hanya menerima kartu tanpa membaca isinya.
  • Menerapkan pola makan beragam sesuai bahan pangan lokal yang tersedia di desa.
  • Menjaga akses air bersih dan kebiasaan cuci tangan di rumah.
  • Segera berkonsultasi ke puskesmas bila berat badan anak tidak naik dalam beberapa bulan.

Kebiasaan-kebiasaan itu terlihat kecil, tetapi merupakan bagian dari intervensi yang diukur dalam aksi konvergensi. Tanpa perubahan di tingkat rumah tangga, capaian di atas kertas sulit berubah menjadi perbaikan nyata.

FAQ: Pertanyaan yang Sering Muncul

Apakah angka 75 persen berarti 75 persen anak Luwu Timur stunting?

Bukan. Angka itu adalah capaian target aksi konvergensi pada Semester I 2026, bukan angka prevalensi stunting. Prevalensi diukur lewat survei tersendiri dan tidak bisa disimpulkan dari capaian program.

Apa itu Webmon Stunting?

Webmon Stunting adalah aplikasi pemantauan yang digunakan untuk melihat perkembangan pelaksanaan aksi konvergensi di daerah. Data di dalamnya berasal dari laporan berkala yang diinput oleh perangkat daerah, sehingga ketepatan pengisian sangat menentukan.

Mengapa capaian 2025 disebut “predikat baik”?

Karena evaluasi kinerja penanganan stunting Luwu Timur pada 2025 memperoleh nilai akhir 80,7 dan dikategorikan baik. Nilai itu disusun dari beberapa indikator, termasuk konvergensi sebesar 84,7 dan layanan gizi sebesar 96,1.

Berita Lutim soal capaian ini bukan garis akhir. Evaluasi berikutnya akan tetap mempertanyakan hal yang sama: apakah data terus akurat, apakah program berjalan hingga akhir tahun, dan apakah angka di aplikasi berbanding lurus dengan kondisi anak-anak di desa. Untuk membaca konteks layanan dasar di Luwu Timur, artikel TP PKK dan upaya menekan stunting harian serta pembahasan manajemen talenta ASN bisa menjadi pembanding. Rujukan kebijakan gizi nasional tersedia di laman Kementerian Kesehatan.

Sumber: Luwuraya.com, “Penanganan Stunting Luwu Timur Capai Kinerja Tertinggi di Sulawesi Selatan”, 21 Oktober 2026.

Baca juga

Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga