Sabtu, 31 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Kesehatan

Berita Luwu Timur: Peternak Babi Diedukasi Cegah ASF

10 Oktober 2026 • Admin • 26 kali dibaca
Peternak babi di Tomoni Timur, Luwu Timur, mengikuti bimbingan teknis biosekuriti pencegahan ASF
Gambar: Dok. Kominfo-SP Luwu Timur via Luwuraya Pos
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, MALILI — Sebanyak 50 peternak babi dari wilayah Tomoni Timur mengikuti bimbingan teknis (bimtek) pengendalian penyakit ternak babi, Rabu (7/10/2026). Kegiatan ini digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian serta Dinas Peternakan Provinsi Sulawesi Selatan. Materi yang diberikan berfokus pada penerapan biosekuriti untuk menekan risiko African Swine Fever (ASF) dan Hog Cholera.

Pelatihan itu memakai pendekatan Community-based ASF Biosecurity Intervention, yaitu model pendampingan yang menempatkan peternak sebagai pelaksana utama pengendalian di kandang masing-masing. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan terpusat, karena risiko penularan justru muncul dari aktivitas harian di peternakan rakyat.

Apa Itu African Swine Fever

African Swine Fever adalah penyakit virus yang menyerang babi dan babi hutan. Penyakit ini sangat menular dan tingkat kematian pada ternak yang terinfeksi tergolong tinggi. Karena belum ada pengobatan yang efektif, pengendalian bertumpu pada pencegahan, terutama menjaga agar virus tidak masuk ke area kandang.

Yang membuat ASF sulit dikendalikan adalah daya tahannya. Virus dapat bertahan pada peralatan, kendaraan, pakaian, hingga sisa pakan yang terkontaminasi. Artinya, penularan tidak selalu terjadi lewat kontak langsung antarbabi, melainkan bisa melalui apa pun yang dibawa masuk ke kandang oleh manusia.

Tata Atur
Iklan

ASF tidak menular ke manusia, sehingga tidak termasuk penyakit zoonosis. Namun dampak ekonominya bagi peternak bisa besar, karena wabah pada satu kandang rakyat dapat menghentikan siklus produksi dalam waktu lama. Di sejumlah daerah, kejadian ASF dilaporkan membuat peternak kehilangan modal awal dan butuh waktu panjang untuk memulai kembali.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Berita Luwu Timur: Langkah Biosekuriti yang Dilatih

Dalam bimtek tersebut, peserta dibekali pemahaman teknis sekaligus praktik langsung di lapangan. Rangkaian materinya mencakup empat hal utama yang bisa diterapkan peternak skala kecil:

  • Kontrol akses. Membatasi keluar-masuknya orang dan kendaraan ke area kandang, karena lalu lintas keluar-masuk adalah jalur masuk virus yang paling sering terabaikan.
  • Desinfeksi rutin. Membersihkan dan mendisinfeksi peralatan serta lingkungan kandang secara teratur, termasuk alat yang dipakai bergantian antarkandang.
  • Area isolasi. Menyediakan ruang khusus bagi ternak yang baru datang atau sedang sakit, agar tidak langsung bercampur dengan ternak sehat.
  • Pengelolaan pakan dan air. Memastikan pakan dan air bersih tidak terkontaminasi virus, termasuk menghindari sisa makanan yang tidak jelas asalnya.

Penerapan keempat hal tersebut tidak membutuhkan peralatan mahal. Yang paling menentukan adalah kedisiplinan dan kebiasaan harian. Karena itu, pelatihan seperti ini lebih banyak menekankan prosedur sederhana yang bisa dijalankan tanpa mengganggu rutinitas peternak.

Sebagai penutup kegiatan, peserta menerima sertifikat pelatihan. Pemerintah daerah menyebut sertifikat itu sebagai penanda kepercayaan kepada peternak untuk menjadi kader pelopor yang menyebarkan cara kerja biosekuriti di lingkungan sekitarnya.

Mengapa Pendampingan Peternak Rakyat Krusial

Model peternakan rakyat punya karakter berbeda dari peternakan industri. Kandang biasanya dibangun di belakang rumah, berada dalam satu lingkungan permukiman, dan dikelola oleh keluarga. Kondisi ini membuat risiko penyebaran antarkandang lebih tinggi.

Di sisi lain, peternak rakyat juga punya keunggulan: lebih mudah menyebarkan praktik baik antartetangga. Karena itu, pendekatan berbasis komunitas, seperti yang dipakai dalam bimtek di Luwu Timur, cocok untuk wilayah dengan banyak peternak skala kecil.

Peran lintas instansi turut menentukan. Dalam kegiatan Rabu lalu, tiga level pemerintahan bekerja bersama: pemerintah kabupaten lewat dinas pertanian, pemerintah provinsi lewat dinas peternakan, dan pemerintah pusat lewat direktorat jenderal. Pola kolaborasi semacam ini memastikan materi teknis yang diberikan selaras dengan kebijakan nasional pengendalian penyakit hewan.

Bagi Luwu Timur, sektor peternakan babi bukan sektor yang bisa diabaikan. Selain menjadi sumber pendapatan harian bagi sebagian rumah tangga petani, ternak babi juga bagian dari rantai pangan dan pasar lokal. Ketika wabah melanda, yang terdampak bukan hanya peternak langsung, tetapi juga pedagang dan konsumen di hilir.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga