Biosekuriti sebagai Investasi Murah
Dalam banyak kasus, biosekuriti dipersepsikan sebagai beban tambahan. Padahal biaya pencegahan umumnya jauh lebih kecil daripada nilai ternak yang hilang saat wabah terjadi. Satu kesalahan kecil, seperti masuknya tamu tanpa alas kaki bersih ke kandang, bisa berakibat besar.
Karena itu, sebagian peternak yang mengikuti pelatihan menyebut materi kontrol akses dan desinfeksi sebagai bagian paling praktis. Keduanya bisa langsung diterapkan meski tanpa penambahan fasilitas. Untuk desinfeksi, yang dibutuhkan terutama kebiasaan menyediakan tempat cuci dan pembersih pada pintu masuk kandang.
Pemerintah daerah berharap penerapan langkah biosekuriti secara disiplin di tingkat peternakan rakyat dapat meminimalkan risiko masuk dan menyebarnya agen penyakit, sehingga keberlangsungan ekonomi peternak di Luwu Timur tetap terjaga.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Kaitan dengan Ketahanan Pangan Daerah
Peternakan babi kerap dipandang sebagai urusan sektoral yang sempit. Padahal, dalam kerangka ketahanan pangan daerah, sektor ini menyumbang ketersediaan protein hewani dan menyerap tenaga kerja di tingkat desa, mulai dari peternak, pedagang pakan, hingga penjual di pasar.
Karena itu, penanganan penyakit ternak tidak cukup dilakukan setelah wabah terjadi. Pola kerja yang lebih murah adalah memperkuat kapasitas peternak lebih dulu, seperti yang dilakukan dalam bimtek di Tomoni Timur. Biaya pelatihan jauh lebih kecil dibandingkan kerugian yang timbul ketika satu wilayah kehilangan populasi ternaknya.
Pendekatan berbasis komunitas juga membantu penyuluh. Dengan memiliki kader di tingkat desa, dinas terkait bisa memperoleh informasi lebih cepat ketika ada kejadian tidak biasa pada ternak warga, sehingga langkah pengendalian bisa segera diambil.
Untuk skala daerah, hasil akhirnya adalah rantai pasok yang lebih stabil. Pasokan yang stabil menahan lonjakan harga di tingkat konsumen, sekaligus menjaga pendapatan rumah tangga peternak yang menggantungkan hidup dari ternak mereka.
Untuk memastikan dampaknya berkelanjutan, pendampingan biasanya perlu diulang dan diperluas ke desa lain. Satu pelatihan dengan 50 peserta merupakan awal, bukan akhir. Kuncinya adalah apakah para peserta benar-benar menerapkan prosedur di kandang masing-masing setelah kembali ke rumah, dan apakah ada pendampingan lanjutan ketika menemui kendala di lapangan.
FAQ
Apakah ASF bisa menular ke manusia?
Tidak. African Swine Fever hanya menyerang babi dan babi hutan, bukan manusia. Dampak utamanya adalah kerugian ekonomi pada peternakan akibat kematian ternak dan terhentinya siklus produksi.
Berapa peternak yang mengikuti bimtek ini?
Kegiatan pada Rabu (7/10/2026) diikuti 50 peternak babi dari wilayah Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur, dan ditutup dengan penyerahan sertifikat pelatihan.
Apakah ASF sudah ada vaksinnya?
Karena pengobatan yang efektif belum tersedia, pengendalian ASF bertumpu pada pencegahan melalui biosekuriti, yaitu menjaga agar virus tidak masuk ke area kandang melalui orang, kendaraan, peralatan, pakan, maupun air.
Sumber: Luwuraya Pos (9/10/2026), informasi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia FAO, serta kanal Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Baca juga laporan kami soal program kesehatan sekolah di Mangkutana, talk show Baruga Bersinar, dan penanganan kasus keracunan di SMAN 4 Luwu Timur.


