Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Kesehatan

Luwu Timur: Juara Lomba Pangan B2SA, Towuti Bawa Rp5 Juta

17 September 2026 • Admin
Banner Lomba Cipta Menu B2SA PKK Luwu Timur di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malili
Gambar: Luwuraya.com

Pesan Pangan Lokal Nonberas dan Nonterigu

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Setkab Luwu Timur, Indra Fawzy, membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya ia menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi pangan lokal nonberas dan nonterigu untuk meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat.

“Pangan lokal merupakan pangan sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral yang dikembangkan serta dikonsumsi masyarakat setempat sesuai potensi dan kearifan lokal, khususnya pangan nonberas dan nonterigu,” jelas Indra.

Pernyataan itu mengarah pada satu gagasan sederhana: kekayaan pangan daerah sebaiknya tidak sekadar dikonsumsi apa adanya, tetapi diolah menjadi menu yang lebih bergizi dan bernilai tambah.

Senada dengan itu, Staf Ahli TP PKK Luwu Timur, Hj. Haslinda, berharap pengetahuan serta keterampilan dari lomba ini dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya agar pola konsumsi pangan sehat membudaya di keluarga.

Juri dari Ketahanan Pangan, Gizi, dan Kuliner Profesional

Penilaian lomba melibatkan tim juri dengan latar belakang berbeda. Mereka adalah Andi Unga Singketu dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan, Dwi Andini Actaviani selaku Nutrisionis Gizi Puskesmas Malili, serta Steven Liem Awaluddin, Executive Chef PT Patra Kecamatan Nuha.

Komposisi juri itu menggabungkan sudut pandang kebijakan pangan, kesehatan gizi, dan standar pengolahan kuliner. Kombinasi tersebut membuat penilaian tidak hanya melihat rasa, tetapi juga kandungan gizi dan kesesuaian dengan kaidah pangan yang aman.

Keterlibatan tenaga gizi puskesmas menunjukkan bahwa lomba ini menyentuh persoalan kesehatan masyarakat. Gizi seimbang pada level keluarga adalah pintu masuk menekan persoalan kekurangan gizi maupun kelebihan asupan yang tidak terkontrol.

Sementara kehadiran chef profesional memberi perspektif praktis tentang teknik pengolahan. Sajian pangan lokal dinilai bukan hanya dari bahan yang dipakai, tetapi juga cara mengolahnya agar tetap bergizi dan menarik disajikan.

Ajang seperti ini juga bersinggungan dengan penguatan ekonomi rumah tangga. Pengolahan pangan lokal yang rapi berpotensi menjadi produk bernilai jual, sejalan dengan tumbuhnya usaha mikro di daerah, sebagaimana tergambar pada ekonomi & UMKM Luwu Timur.

Kategori MP-ASI menjadi bagian penting karena menyasar kelompok paling rentan, yakni bayi dan anak balita. Menu yang disusun peserta dinilai dari kelengkapan zat gizi sekaligus kemudahan bahan dan cara pengolahannya di rumah.

Begitu pula kategori Serba Ikan, yang menyoroti ketersediaan protein dari hasil perairan daerah. Ikan sebagai bahan pangan lokal berpotensi memperbaiki asupan gizi keluarga tanpa harus bergantung pada bahan impor.

Pemanfaatan pangan lokal juga berkaitan dengan kearifan setempat. Bahan yang tumbuh dan tersedia di sekitar tempat tinggal umumnya lebih murah, segar, dan mudah diakses keluarga setiap hari.

Jika pola ini berjalan konsisten, manfaatnya bisa berlapis. Gizi keluarga membaik, pengeluaran rumah tangga untuk bahan pangan lebih efisien, dan hasil pertanian maupun perikanan daerah mendapat pasar yang lebih pasti.

Pada titik itu, lomba pangan B2SA tidak lagi berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan rumah tangga sekaligus menggerakkan usaha pengolahan skala kecil di kecamatan.

Penerapan di tingkat keluarga inilah yang paling menentukan apakah hasil lomba berdampak luas atau hanya berhenti pada hari pelaksanaan.

Panitia berharap hasil lomba dapat ditindaklanjuti dengan pendampingan bagi kelompok PKK kecamatan, agar menu yang dinilai juri benar-benar diterapkan di tingkat rumah tangga.

Informasi program kesehatan nasional dapat diakses melalui Kementerian Kesehatan RI, sedangkan program daerah dipublikasikan lewat situs resmi Pemkab Luwu Timur. Liputan awal daftar pemenang dimuat Luwuraya.com.

FAQ Seputar Lomba Pangan B2SA PKK Luwu Timur

Apa itu lomba pangan B2SA yang digelar PKK Luwu Timur?

B2SA adalah singkatan dari Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman. Lomba ini digelar TP PKK Luwu Timur di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Malili, pada Kamis (17/9/2026) dengan peserta perwakilan PKK dari 11 kecamatan.

Siapa juara Cipta Menu B2SA pada lomba tersebut?

Juara 1 diraih TP PKK Kecamatan Towuti dengan hadiah Rp5 juta. Juara 2 ditempati Kecamatan Tomoni Timur dengan Rp4 juta, dan Juara 3 diraih Kecamatan Malili dengan hadiah Rp3 juta.

Kategori apa saja yang dilombakan?

Ada empat kategori, yaitu Cipta Menu B2SA, Menu MP-ASI, Menata Buah dan Sayuran, serta Cipta Menu Serba Ikan. Juara tiap kategori tersebar di berbagai kecamatan di Luwu Timur.

Penutup: Dari Lomba ke Kebiasaan Pangan Sehat

Nilai terbesar dari lomba B2SA bukan pada hadiah uangnya, melainkan pada kebiasaan yang bisa dibawa pulang peserta. Menu yang disusun dalam lomba diharapkan masuk ke dapur keluarga dan menjadi pola konsumsi sehari-hari.

Bagi Luwu Timur, kekayaan pangan lokal adalah modal yang belum sepenuhnya tergarap. Ketika bahan nonberas dan nonterigu diolah dengan benar, daerah tidak hanya memperkuat gizi keluarga, tetapi juga membuka peluang usaha bagi warga.

Ikuti kabar kesehatan dan gizi masyarakat melalui kanal kesehatan Luwu Timur, serta liputan kegiatan wilayah di berita desa & kecamatan SuaraLutim.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga