Kontingen Luwu Timur memastikan diri tampil lengkap pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII tahun 2026. Dari hasil kualifikasi Pra Porprov, sebanyak 32 cabang olahraga (cabor) dinyatakan lolos, ditambah pickleball yang akan tampil sebagai nomor ekshibisi. Kepastian itu menjadi modal penting menjelang perhelatan yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Bone dan Wajo pada 7 sampai 14 November 2026.
Kesiapan tersebut menjadi salah satu fokus utama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Luwu Timur saat menggelar rapat kerja (raker) di Aula Wisma Trans, Malili, belum lama ini. Raker itu membahas program pembinaan sekaligus mematangkan persiapan atlet, pelatih, dan pengurus cabor.
Luwu Timur Bawa 32 Cabor ke Bone-Wajo
Ketua KONI Luwu Timur, Herawan Raditya, menyampaikan bahwa capaian 32 cabor merupakan buah dari pembinaan yang berjalan lintas tahun. “Dari hasil pra porprov (kualifikasi) tahun 2025 kemarin, Luwu Timur berhasil meloloskan 32 cabor ke Bone-Wajo, ditambah pickleball yang akan tampil sebagai nomor ekshibisi,” ujarnya.
Sejumlah cabang menjadi tumpuan utama dalam mendulang medali. Lima di antaranya adalah karate, taekwondo, panahan, akuatik, dan wushu. Kelima cabor itu dinilai memiliki rekam prestasi, baik di Porprov sebelumnya, kejuaraan nasional, maupun jalur menuju Pekan Olahraga Nasional.
Selain itu, KONI juga memetakan cabor unggulan lain berdasarkan tingkat prestasi dan perkembangan atlet. Pemetaan ini menjadi dasar penentuan dukungan pembinaan agar persiapan lebih terarah.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Target 10 Besar dan Dua Digit Medali Emas
Pada Porprov sebelumnya, Luwu Timur berada di peringkat ke-15 dengan sembilan medali emas. Tahun ini, KONI memasang target lebih tinggi.
“Mengacu pada hasil pra porprov kemarin, kami optimis bisa membawa pulang dua digit medali emas dan minimal masuk 10 besar di Bone-Wajo,” tegas Herawan.
Optimisme itu, lanjutnya, bertumpu pada peningkatan kualitas pembinaan serta dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, Porprov juga menjadi ajang tolok ukur sejauh mana sistem pembinaan olahraga daerah berjalan efektif.
Berikut ringkasan sasaran kontingen Luwu Timur menuju Porprov Sulsel XVIII:
- Cabor lolos: 32 cabang olahraga, ditambah pickleball sebagai nomor ekshibisi.
- Cabor tumpuan: karate, taekwondo, panahan, akuatik, dan wushu.
- Target akhir: menembus 10 besar klasemen dengan dua digit medali emas.
- Jadwal: 7 sampai 14 November 2026 di Kabupaten Bone dan Wajo.
Uang Saku Cair Sebelum Keberangkatan
Salah satu perubahan yang disoroti dalam raker adalah mekanisme pemberian uang saku. Jika sebelumnya bantuan diberikan setelah pertandingan, kini dana disalurkan sebelum keberangkatan. Langkah ini diharapkan membuat atlet lebih fokus menjalani persiapan maupun pertandingan.
“KONI memastikan uang saku akan disalurkan sebelum keberangkatan menuju Porprov Sulsel. Sehingga para atlet dapat lebih fokus menjalani persiapan dan pertandingan,” kata Herawan.
Dukungan itu dinilai penting agar tidak ada atlet yang terbebani kebutuhan biaya selama menjalani pemusatan latihan maupun saat bertanding di daerah tuan rumah.
Program One Referee One Coach
Selain urusan atlet, KONI Luwu Timur menyoroti kapasitas pelatih dan wasit. Melalui program One Referee One Coach, setiap cabor didorong memiliki pelatih dan wasit bersertifikat nasional.
“Tidak ada lagi pelatih yang tidak bersertifikat. Lewat program One Referee One Coach kami ingin wasit dan pelatih memiliki lisensi nasional,” ujar Herawan.
KONI menegaskan seluruh cabang olahraga memperoleh kesempatan sama untuk berkembang. Pengurus cabor dipersilakan mengusulkan pelatih maupun wasit untuk mengikuti pelatihan resmi yang dibiayai organisasi, agar tidak ada cabor yang merasa dianaktirikan.


