Selasa, 29 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pariwisata

Destinasi Luwu Timur: Matano Belt Road Buka Akses Pesisir

29 September 2026 • Admin • 13 kali dibaca
Ilustrasi kawasan destinasi Luwu Timur di pesisir Danau Matano yang akan terhubung Matano Belt Road
Gambar: ANTARA News Makassar (dokumentasi Matano Belt Road, Luwu Timur).
ASM Group
Iklan

Lutim, SuaraLutim – Destinasi Luwu Timur di kawasan pesisir Danau Matano bersiap menerima akses darat baru. Proyek Matano Belt Road (MBR) sepanjang 35 kilometer yang membentang dari Desa Ussu, Kecamatan Malili, melewati Kecamatan Nuha, hingga perbatasan Provinsi Sulawesi Tengah kini dikerjakan bertahap di beberapa titik. Jalan lingkar ini dibiayai dana tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) PT Vale Indonesia, sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Luwu Timur.

Selama puluhan tahun, warga dan pelancong yang hendak menuju Sorowako serta kawasan wisata Nuha dari Malili harus menyeberangi perairan danau memakai kapal. Kehadiran jalur darat ini menjanjikan perubahan besar: waktu tempuh lebih pendek, distribusi barang lebih lancar, dan kawasan pesisir danau purba yang selama ini dikenal lewat paket wisata Danau Matano makin mudah dijangkau kendaraan darat.

Destinasi Luwu Timur: jalan lingkar 35 kilometer di tepi Danau Matano

Matano Belt Road dirancang sebagai jalan lingkar pesisir yang menghubungkan tiga titik utama. Pertama, Desa Ussu di Kecamatan Malili sebagai pintu masuk dari arah kota Malili. Kedua, Kecamatan Nuha, wilayah yang mencakup Sorowako dan sejumlah desa wisata di tepi danau. Ketiga, perbatasan Sulawesi Tengah, yang membuat ruas ini berfungsi sebagai penghubung antarprovinsi di bagian timur Sulawesi Selatan.

Panjang ruas yang dibangun mencapai 35 kilometer. Saat ini pekerjaan berjalan bertahap di beberapa titik, dengan pengawasan teknis dari tim supervisi Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan laporan Metro Sulteng, pembangunan mencakup beberapa lingkup pekerjaan sekaligus, bukan sekadar pengaspalan.

Tata Atur
Iklan

Rincian pekerjaan di lapangan

  • Pembukaan lahan (land clearing) dengan lebar koridor mencapai 14 meter.
  • Peningkatan struktur jalan dengan lebar permukaan 7 meter sepanjang pesisir Danau Matano.
  • Proteksi lingkungan terpadu berupa drainase dan kolam pengendapan sedimen di lereng perbukitan, untuk mencegah material masuk dan mencemari perairan danau.
  • Pengawasan mutu dan tata kelola oleh tim supervisi Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan.

Peletakan batu pertama dilakukan pada Senin, 22 Desember 2025, dipusatkan di Desa Ussu, Kecamatan Malili. Acara itu dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, didampingi Wakil Bupati Luwu Timur Hj. Puspawati Husler serta jajaran manajemen PT Vale Indonesia.

Siapa yang membiayai Matano Belt Road

Pembiayaan proyek menjadi salah satu hal yang paling sering ditanyakan warga. Menurut laporan lapangan, estimasi anggaran Matano Belt Road sekitar Rp350 miliar dan seluruhnya bersumber dari dana CSR PT Vale Indonesia. Artinya, pembangunan jalan ini tidak mengambil porsi APBD Kabupaten Luwu Timur.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melengkapi koridor yang sama melalui Paket 6 Multi Years Project (MYP) senilai sekitar Rp239 miliar. Paket tersebut dipakai untuk peningkatan struktur jalan pada ruas Ussu–Nuha hingga batas Provinsi Sulawesi Tengah, koridor yang dinilai penting bagi mobilitas warga dan distribusi barang. Informasi paket MYP ini disampaikan Gubernur Sulsel dan dilaporkan ANTARA News Makassar.

Kombinasi dua sumber pembiayaan itu membuat koridor pesisir Matano dikerjakan dari dua sisi: pembukaan jalur lingkar oleh dana CSR dan penguatan struktur jalan provinsi lewat skema multiyears. Bagi masyarakat, yang paling terasa tentu hasil akhirnya, bukan skema pembiayaannya.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga