Selasa, 29 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pariwisata

Destinasi Luwu Timur: Menjelajah TWA Danau Mahalona

22 September 2026 • Admin • 22 kali dibaca
Perairan Danau Mahalona yang jernih di Kecamatan Towuti, salah satu destinasi luwu timur berstatus taman wisata alam
Gambar: Draco walkeri, Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.
ASM Group
Iklan

Rute dan Akses Menuju TWA Danau Mahalona

Perjalanan ke kawasan ini menuntut persiapan, karena letaknya jauh dari kota besar. Data Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan menyebut jarak dari Kota Makassar ke kawasan sekitar ±620 kilometer. Ada dua pilihan jalur yang biasa dipakai:

  • Jalur darat. Rute perjalanannya Makassar – Maros – Pangkep – Barru – Parepare – Sidrap – Palopo – Massamba – Malili – Wowondula – Timampu, lalu masuk ke kawasan. Waktu tempuh yang diperkirakan sekitar ±12 jam, tergantung kondisi perjalanan.
  • Jalur udara. Dari Bandara Sultan Hasanuddin menuju Bandara Sorowako, dilanjutkan perjalanan darat melalui Wowondula dan Timampu. Waktu yang dibutuhkan sekitar ±3 jam untuk sampai di kawasan.

Sisi darat dari jalur ini melewati jalan poros atau jalan provinsi yang kondisinya relatif baik. Kota terdekat dengan kawasan adalah Malili, berjarak sekitar 28 kilometer, sehingga Malili bisa dijadikan titik persinggahan sebelum melanjutkan perjalanan. Untuk pengunjung yang datang dari arah Sorowako, perjalanan darat menuju kawasan juga relatif lebih pendek.

Kapan Sebaiknya Berkunjung

Data iklim kawasan memberi gambaran yang cukup jelas. Menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson, wilayah ini masuk tipe iklim A dengan curah hujan rata-rata 2.413 milimeter per tahun. Kelembapan udaranya berkisar 67 sampai 90 persen, sedangkan suhunya bergerak antara 18 sampai 30 derajat Celsius.

Artinya, hujan bukan kejadian langka di kawasan ini. Pengunjung sebaiknya menyiapkan jas hujan, alas kaki yang tidak licin, dan tas tahan air. Sebelum berangkat, ada baiknya memeriksa prakiraan cuaca terkini agar perjalanan ke tepi danau dan penyeberangan dengan perahu tidak berbenturan dengan hujan lebat.

Tata Atur
Iklan

Waktu kunjungan juga perlu mempertimbangkan jam. Perjalanan menuju kawasan dan penyeberangan sebaiknya dilakukan pada pagi hingga siang hari, karena cahaya masih cukup dan kondisi perairan lebih tenang. Menginap di Malili atau di kawasan Nuha dan Towuti bisa menjadi pilihan agar tidak perlu menempuh seluruh perjalanan dalam satu hari.

Etika dan Aturan Berkunjung ke Kawasan Konservasi

TWA Danau Mahalona dikelola di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan. Karena statusnya kawasan konservasi, ada sejumlah hal yang perlu dipahami pengunjung:

  • Tidak membuang sampah ke danau maupun ke tepian. Bawa kembali sampah pribadi.
  • Tidak mengambil atau memindahkan satwa, tumbuhan, dan material alam dari kawasan.
  • Menghormati aktivitas warga dan nelayan setempat, termasuk saat mereka sedang melaut.
  • Menggunakan perahu dengan pengemudi yang mengenal perairan setempat, terutama saat air pasang atau cuaca buruk.

Soal tarif masuk, izin kunjungan, dan ketentuan resmi lain, pengunjung sebaiknya menanyakan langsung kepada Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan atau kantor pengelola kawasan. SuaraLutim tidak mencantumkan angka tarif karena besaran resmi dapat berubah dan harus dipastikan dari sumber yang berwenang.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu TWA Danau Mahalona?

TWA Danau Mahalona adalah kawasan konservasi berstatus taman wisata alam seluas 2.289,30 hektare di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur. Kawasan ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kehutanan No. SK.6590/Menhut-VII/KUH/2014 dan merupakan bagian dari sistem danau Malili bersama Danau Matano dan Danau Towuti.

Bagaimana cara menuju Danau Mahalona dari Makassar?

Ada dua pilihan. Lewat darat, perjalanan menempuh rute Makassar, Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Sidrap, Palopo, Massamba, Malili, Wowondula, dan Timampu dengan estimasi waktu sekitar 12 jam. Lewat udara, penerbangan ke Bandara Sorowako dilanjutkan perjalanan darat sekitar 3 jam.

Apakah Danau Mahalona cocok untuk kunjungan sehari?

Bisa, tetapi perjalanan menjadi panjang karena jarak kawasan dari kota besar cukup jauh. Banyak pengunjung memilih bermalam di Malili atau kawasan Nuha dan Towuti agar waktu di tepi danau lebih leluasa dan perjalanan tidak melelahkan.

Artikel ini disusun dari data kawasan Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan dan deskripsi Danau Mahalona di Wikipedia sebagai rujukan sistem danau Malili. Artikel terkait di SuaraLutim: penguatan jalan Mahalona Raya, upaya menjaga Danau Towuti dan ikan endemik, serta kanal Pariwisata SuaraLutim.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga