Jumat, 9 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pariwisata

Destinasi Luwu Timur: Pesona Desa Wisata Matano Nuha

2 Oktober 2026 • Admin • 28 kali dibaca
Panorama Danau Matano di Kabupaten Luwu Timur, salah satu destinasi luwu timur andalan Sulawesi Selatan
Gambar: Danau Matano, Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.
ASM Group
Iklan

Taman Wisata Alam dan Sistem Danau Malili

Kawasan Danau Matano dan sekitarnya berstatus Taman Wisata Alam. Berdasarkan catatan International Parks, kawasan ini ditetapkan pada 1979 melalui Keputusan Menteri Nomor 274/Kpts/Um/4/1979 dan melindungi sekitar 232 kilometer persegi perairan serta hutan di sekelilingnya.

Danau Matano sendiri mencakup sekitar 164,1 kilometer persegi dengan kedalaman maksimum 590 meter. Danau ini terbentuk melalui proses tektonik, sebagai danau tipe graben yang muncul dari aktivitas Sesar Matano, bukan dari kawah vulkanik.

Yang membuat kawasan ini istimewa adalah ekosistemnya. Perairan Danau Matano dikenal menyimpan sejumlah spesies endemik yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Karena itu, wisatawan diharapkan menjaga kebersihan, tidak membuang sampah ke danau, dan tidak mengambil biota dari perairan.

Desa Matano juga merupakan bagian dari Sistem Danau Malili yang mencakup Danau Matano, Towuti, Mahalona, serta danau-danau kecil seperti Masapi dan Lontoa. Sistem inilah yang tengah dipersiapkan pemerintah daerah menuju pengusulan geopark tingkat nasional.

Tata Atur
Iklan

Tips berkunjung ke Desa Matano

  • Datang pada musim kemarau agar cuaca lebih bersahabat dan danau tenang untuk pelayaran perahu.
  • Sepakati tarif perahu dan pemandu sejak awal, termasuk rute pergi dan pulang.
  • Bawa persediaan air minum, obat pribadi, dan uang tunai; layanan perbankan di kawasan ini terbatas.
  • Hindari mengganggu lokasi bersejarah dan situs bawah air; ikuti arahan warga setempat.
  • Belanja kebutuhan dari pedagang lokal dan penginapan warga untuk memutar ekonomi desa.

FAQ Destinasi luwu timur di Desa Matano

Apakah Desa Matano punya tiket masuk? Berdasarkan informasi pada laman panduan geowisata Matano Lake, akses ke kawasan danau tidak dipungut tiket masuk dan biaya sewa perahu bervariasi. Namun, tarif dan ketentuan bisa berubah, jadi pastikan kembali saat tiba di lokasi.

Apa yang paling khas dari Desa Matano? Desa ini dikenal sebagai kampung pandai besi dengan warisan arkeologi seperti Situs Rahampu’u, Makam Makole, dan benteng kuno, selain panorama Danau Matano yang menjadi danau terdalam di Indonesia.

Bagaimana cara ke Desa Matano? Perjalanan darat dari Malili menuju kawasan Soroako memakan waktu sekitar satu jam, dilanjutkan perjalanan air dengan perahu menyeberangi Danau Matano. Waktunya sangat bergantung pada kondisi cuaca dan ketersediaan perahu.

Mengapa destinasi ini penting bagi Luwu Timur

Desa Matano menunjukkan bahwa pariwisata di Luwu Timur tidak hanya bertumpu pada tambang dan danau sebagai latar foto. Ada lapisan budaya dan sejarah yang bisa dijual sebagai pengalaman, dengan warga desa sebagai tuan rumah.

Pengembangan seperti ini menuntut keseimbangan. Tekanan pembangunan di kawasan Danau Matano cukup besar, mulai dari infrastruktur jalan lingkar hingga persiapan geopark. Tanpa tata kelola yang rapi, keaslian pengalaman wisata di desa bisa tergerus.

Karena itu, pilihan paling masuk akal bagi wisatawan adalah datang dengan ekspektasi yang tepat: bukan mencari fasilitas kota, tetapi merasakan desa yang hidup di tepi danau purba, sambil menghargai aturan warga dan daya dukung lingkungannya.

Sumber: profil Desa Wisata Matano Iniaku pada laman Jadesta Kementerian Pariwisata (jadesta.kemenpar.go.id); kajian akademik tentang pemanfaatan peninggalan sejarah Desa Matano sebagai media pembelajaran sejarah (e-journal.hamzanwadi.ac.id); serta catatan kawasan Taman Wisata Alam Danau Matano (internationalparks.org). Harga, jam operasional, dan pengelola destinasi wajib dipastikan ulang di lokasi.

Baca juga: Destinasi Luwu Timur: Taman Wisata Alam Danau Towuti, Menjelajah Pulau Loeha di Towuti, dan Laa Waa River Park di Danau Matano.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga