Senin, 2 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pariwisata

Pariwisata Lutim: Akses Wasuponda dan Jembatan Parumpanai

30 Oktober 2026 • Admin • 29 kali dibaca
Pariwisata Lutim: warga melintas di jembatan kayu Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Luwu Timur
Gambar: Dok. Luwuraya.com (Jembatan Lintu, Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Luwu Timur, Oktober 2026).
ASM Group
Iklan

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Tata Atur
Iklan

SUARALUTIM.COM, WASUPONDA — Pariwisata Lutim tidak hanya soal panorama danau. Di Kecamatan Wasuponda, dua jembatan kayu di Desa Parumpanai — Jembatan Rende-Rende dan Jembatan Lintu — diusulkan dibangun permanen setelah mengalami kerusakan. Usulan itu telah masuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Luwu Timur Tahun Anggaran 2027.

Informasi tersebut disampaikan Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, saat membacakan jawaban pemerintah daerah atas pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Ranperda APBD 2027 dalam rapat paripurna DPRD Luwu Timur di Malili, Kamis (22/10/2026).

Perlu ditegaskan sejak awal: dua jembatan ini adalah infrastruktur desa yang melayani warga sehari-hari, bukan proyek pariwisata. Namun bagi pembaca yang merencanakan perjalanan ke kawasan wisata Wasuponda, kondisi akses semacam ini tetap relevan. Jalan dan jembatan menentukan berapa lama perjalanan, kendaraan apa yang bisa lewat, dan pada musim apa rute sebaiknya ditempuh.

Pariwisata Lutim dan desa penyangga di Wasuponda

Dalam dataset objek wisata yang dihimpun Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Luwu Timur, Wasuponda tercatat memiliki tiga objek: Air Terjun Kali Dingin dan Bukit Agro di Desa Tabarano, serta Air Terjun Mata Buntu yang tercatat dengan nama lokal Uwoi Werra Meruruno di Desa Ledu-Ledu. Ketiganya berada di kecamatan yang sama dengan Desa Parumpanai.

Data itu dirangkum dalam laporan SuaraLutim Destinasi Luwu Timur: 39 objek wisata terdata di Satu Data. Dataset aslinya dapat dibuka di portal Satu Data Kabupaten Luwu Timur, yang memuat nama objek, lokasi desa dan kecamatan, koordinat, pengelola, serta aksesibilitas.

Kawasan ini juga tercatat sebagai wilayah dengan kunjungan yang cukup berarti. Laporan Disparmudora Luwu Timur untuk tahun 2025 menempatkan Wasuponda pada 18.295 kunjungan, berada di bawah Malili dan Burau, tetapi di atas Wotu, Towuti, Nuha, dan Mangkutana. Angka itu adalah data 2025, bukan 2026, dan perlu dibaca sebagai gambaran umum, bukan patokan mutakhir.

Air Terjun Kali Dingin pernah diulas SuaraLutim dalam artikel Wisata Luwu Timur: Air Terjun Kali Dingin Wasuponda. Sementara pilihan menginap di kawasan ini dibahas dalam laporan Wisata Luwu Timur: Homestay Wasuponda dan Puncak Indah.

Kondisi dua jembatan dan alasan usulan permanen

Anggota DPRD Luwu Timur dari Fraksi Gerakan Persatuan Rakyat, Rusdi Layong, menyambut baik masuknya rencana perbaikan kedua jembatan dalam RAPBD 2027. Menurutnya, kondisi jembatan sudah lama menjadi perhatian dan telah berulang kali diusulkan untuk diperbaiki.

“Alhamdulillah, jembatan Rende-Rende dan Lintu, Desa Parumpanai masuk penganggaran tahun 2027,” kata Rusdi, dikutip Luwuraya.com.

Ia menyebut usulan perbaikan telah disampaikan sejak lama, sehingga pemerintah daerah perlu terus diingatkan mengenai kondisi infrastruktur tersebut. “Sudah lama sebenarnya diusulkan, cuma pemerintah kabupaten perlu diingatkan terus,” ujarnya.

Kondisi Jembatan Lintu digambarkan lebih memprihatinkan karena bagian tengahnya mulai mengalami penurunan. Itulah alasan Rusdi mendorong agar jembatan tidak sekadar diperbaiki, tetapi dibangun dengan konstruksi permanen. “Kami usulkan dibangun jembatan permanen untuk warga di sana,” katanya.

Bagi warga, perbedaan antara perbaikan dan pembangunan permanen bukan urusan istilah. Jembatan kayu yang diperbaiki akan kembali membutuhkan perawatan dalam beberapa tahun. Jembatan permanen menjanjikan umur pakai lebih panjang, dengan konsekuensi anggaran yang lebih besar di awal.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga