Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pariwisata

Wisata Luwu Timur: Homestay Wasuponda dan Puncak Indah

21 Oktober 2026 • Admin • 15 kali dibaca
Homestay desa wisata untuk wisata Luwu Timur di Puncak Indah, Malili
Gambar: Dok. Jadesta Kementerian Pariwisata (jadesta.kemenpar.go.id), halaman homestay Desa Wisata Landmark, Puncak Indah, Malili.
ASM Group
Iklan

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Tata Atur
Iklan

SUARALUTIM.COM, WASUPONDA — Wisata Luwu Timur tidak berhenti pada panorama tiga danau. Bagi tamu yang ingin menginap lebih dari sehari, portal Jejaring Desa Wisata (Jadesta) Kementerian Pariwisata mencatat sejumlah homestay yang dikelola desa wisata di Kecamatan Wasuponda dan di Puncak Indah, Kecamatan Malili. Daftar itu berguna karena penginapan berbasis rumah warga membuat perjalanan tidak lagi bergantung pada hotel di kota, sekaligus menahan uang belanja tamu di kampung yang dikunjungi.

Dua desa wisata yang tampil di portal tersebut adalah Desa Wisata Wita Morini atau Tanah Yang Dingin di Wasuponda dan Desa Wisata Landmark di Puncak Indah, Malili. Keduanya mencantumkan nama homestay, daftar fasilitas, hingga nomor kontak pengelola desa wisata. Data itu bisa dipakai calon tamu untuk menyusun rencana perjalanan, meski ketersediaan kamar dan tarif terbaru tetap perlu dipastikan langsung kepada pengelola.

Wisata Luwu Timur: Homestay di Desa Wisata Wita Morini

Desa Wisata Wita Morini berada di Kecamatan Wasuponda, sekitar satu jam perjalanan dari Malili menuju arah Towuti. Di halaman desa wisata itu, Jadesta mencatat beberapa homestay yang berdiri berdampingan, antara lain Home Stay Dongi, Home Stay Pae Pae, dan Home Stay Meruruno. Ketiganya memakai rumah warga sebagai kamar tamu, dengan pengelolaan yang dikoordinasi badan usaha milik desa.

Home Stay Dongi beralamat di Jalan Perumahan Dongi Pontawaa, Desa Ledu-Ledu. Fasilitas yang tercantum meliputi kamar mandi bersama, kipas angin, perlengkapan mandi, dan area berswafoto. Halaman itu mencantumkan tarif mulai dari Rp 200.000. Deskripsinya menyebut lokasi ini bersebelahan dengan Home Stay Meruruno sehingga suasana penerimaan tamu dinilai hangat, dan tamu bisa melihat langsung aktivitas kehidupan masyarakat sekitar serta produksi minuman herbal desa yang berbahan tanaman obat keluarga.

Home Stay Pae Pae berada di Jalan Durian, Desa Ledu-Ledu. Fasilitasnya mencakup kamar mandi bersama, perlengkapan mandi, sarapan pagi, area berswafoto, dan jaringan wifi. Halaman itu juga menyebut adanya pendingin ruangan portabel, air minum, serta perpustakaan kecil di halaman. Dua hal yang membuat posisinya menarik bagi tamu yang ingin sekaligus melihat kerajinan: Galeri Tenun Sikamali berada tepat di sebelah homestay, sehingga pengunjung dapat menyaksikan proses pembuatan kain tenun. Jarak ke Air Terjun Meruruno, Sanggar Tani Urako, dan Sungai Pontawaa disebut sekitar lima kilometer, sehingga bisa dijangkau dalam satu perjalanan pendek.

Fasilitas dan tarif yang tercatat

Homestay Desa wisata Fasilitas utama Tarif tertera
Home Stay Dongi Wita Morini, Wasuponda Kamar mandi bersama, kipas angin, perlengkapan mandi, area berswafoto Mulai Rp 200.000
Home Stay Pae Pae Wita Morini, Wasuponda Kamar mandi bersama, sarapan, wifi, pendingin portabel, perpustakaan kecil Mulai Rp 200.000
Homestay Punokawan Landmark, Puncak Indah Pendingin ruangan, kamar mandi pribadi, sarapan, televisi, wifi Tercantum di halaman homestay
Homestay Hotel Ilagaligo Landmark, Puncak Indah Pendingin ruangan, kamar mandi pribadi, musholla, sarapan, wifi Mulai Rp 200.000

Angka tarif di atas dikutip apa adanya dari halaman portal. SuaraLutim tidak menambahkan perkiraan lain karena tarif penginapan bisa berubah mengikuti musim kunjungan dan kebijakan pengelola.

Desa Wisata Landmark di Puncak Indah Malili

Pilihan kedua ada di Desa Wisata Landmark, Kelurahan Puncak Indah, Kecamatan Malili. Posisinya berada di kawasan perkotaan Malili, sehingga tamu yang datang lewat jalur darat dari arah Palopo atau Makassar tidak perlu menempuh perjalanan jauh setelah tiba. Jadesta mencatat dua penginapan di desa wisata ini, yaitu Homestay Punokawan di Jalan Sam Ratulangi dan Homestay Hotel Ilagaligo di Jalan Soekarno Hatta.

Fasilitas di dua penginapan itu relatif lebih lengkap dibanding homestay di Wasuponda. Homestay Punokawan mencantumkan pendingin ruangan, kamar mandi pribadi, kipas angin, perlengkapan mandi, sarapan pagi, televisi, dan area wifi. Homestay Hotel Ilagaligo mencantumkan pendingin ruangan, kamar mandi pribadi, kipas angin, musholla, perlengkapan mandi, sarapan pagi, area berswafoto, televisi, dan wifi. Bagi tamu yang membawa anggota keluarga lanjut usia, fasilitas kamar mandi pribadi dan musholla biasanya menjadi pertimbangan utama.

Karena berada di Puncak Indah, penginapan ini juga dekat dengan titik-titik wisata kota seperti Anjungan Sungai Malili, Andi Nyiwi Park, pujasera, dan Landmark Malili. Data Satu Data Kabupaten Luwu Timur mencatat Malili sebagai kecamatan dengan jumlah objek wisata terbanyak, sehingga tamu yang menginap di sini punya banyak pilihan aktivitas jarak dekat.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga