SUARALUTIM.COM, NUHA — Wisata Luwu Timur di kawasan Sorowako tidak berhenti pada panorama danau. Portal resmi Jejaring Desa Wisata (Jadesta) Kementerian Pariwisata mencatat Desa Wisata Sorowako di Kecamatan Nuha sebagai desa wisata berkategori berkembang yang telah diverifikasi dinas pariwisata setempat, dengan sederet atraksi alam di tepi Danau Matano: Pantai Molino, Bukit Segitiga, Kampung Taipa, Taman Miniatur Tiga Danau, hingga Wolo Uwoi Subario.
Desa itu juga punya rekam jejak di Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 ketika masuk 300 besar. Bagi warga Luwu Timur maupun tamu dari luar daerah, daftar atraksi tersebut penting karena memberi pilihan wisata yang bisa disusun dalam satu perjalanan, bukan sekadar berhenti di satu dermaga lalu pulang.
Wisata Luwu Timur: Sorowako dan desa wisata di tepi Matano
Sorowako tumbuh sebagai kota kecil di tepian Danau Matano, danau tektonik purba yang tercatat sebagai yang terdalam di Asia Tenggara. Portal Jadesta menyebut kedalaman Matano mencapai sekitar 600 meter dan menempatkannya sebagai danau terdalam kedelapan di dunia. Kawasan itu berada di Kecamatan Nuha, salah satu dari 11 kecamatan di Kabupaten Luwu Timur.
Status desa wisata di Sorowako bukan sekadar label. Pada halaman resminya, status “terverifikasi” diberikan setelah Dinas Pariwisata setempat menilai kelayakan desa sebagai tujuan kunjungan. Kategori “berkembang” menunjukkan desa wisata ini sudah berjalan, meski masih terbuka untuk penguatan pada sisi amenitas, promosi, dan pelibatan warga.
Yang membuat Sorowako berbeda dari banyak destinasi danau lain adalah latarnya. Kegiatan wisata berlangsung di kota tambang nikel yang sudah puluhan tahun beroperasi, sehingga perjalanan ke sana sekaligus memperlihatkan bagaimana kawasan industri dan kawasan konservasi perairan berdampingan. Pembahasan soal sistem danau dan kawasan geopark di wilayah ini pernah kami ulas dalam artikel panduan jelajah tiga danau Malili.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Pantai Molino: atraksi alam yang tercatat di portal desa wisata
Pantai Molino masuk daftar atraksi wisata alam Desa Wisata Sorowako bersama sejumlah titik lain. Pencatatan ini penting bagi calon pengunjung karena nama-nama atraksi di satu desa wisata biasanya disusun bersama pengelola desa dan dinas pariwisata, bukan dikumpulkan tanpa dasar.
Dari sisi pengalaman, atraksi pantai di tepi danau seperti ini biasanya dipakai untuk kegiatan luar ruang ringan: menikmati panorama, duduk di tepi air, memotret lanskap, dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke titik berikutnya. Untuk kegiatan air, pengunjung tetap dianjurkan mengikuti arahan petugas setempat dan menggunakan pelampung.
SuaraLutim belum menerima keterangan resmi mengenai jam operasional harian maupun tarif masuk Pantai Molino. Karena itu, informasi teknis semacam itu sebaiknya ditanyakan langsung kepada pengelola desa wisata atau dinas pariwisata sebelum berangkat, agar tidak berangkat dengan patokan yang keliru.
Bukit Segitiga, Kampung Taipa, dan Taman Miniatur Tiga Danau
Selain Pantai Molino, Desa Wisata Sorowako mencatat Bukit Segitiga sebagai atraksi wisata alam. Titik ini biasa dipakai untuk melihat bentang kawasan dari ketinggian. Pendakian ke bukit di sekitar Nuha umumnya tidak panjang, tetapi tetap membutuhkan alas kaki yang tidak licin dan waktu tempuh yang disesuaikan dengan kondisi cuaca.
Kampung Taipa
Kampung Taipa adalah salah satu nama yang paling sering muncul dalam pembicaraan wisata Luwu Timur. Di portal Jadesta, Taipa tercatat sebagai atraksi wisata alam yang dilengkapi paket kunjungan. Kawasan ini juga masuk rute kunjungan rombongan tamu daerah saat rangkaian kegiatan provinsi digelar di Sorowako, sebagaimana pernah kami catat pada artikel Gua Air dan Taipa masuk rute Matano.
Taman Miniatur Tiga Danau dan Wolo Uwoi Subario
Dua nama lain yang terdaftar adalah Taman Miniatur Tiga Danau dan Wolo Uwoi Subario. Taman miniatur berfungsi sebagai pengenalan ringkas bagi tamu yang belum sempat menjelajah Matano, Mahalona, dan Towuti sekaligus. Sementara itu, titik seperti Wolo Uwoi Subario memperlihatkan bahwa daya tarik kawasan ini tidak hanya danau, tetapi juga bentang perbukitan di sekitarnya.


