Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pariwisata

Pariwisata Lutim: Kuliner dan Kriya Sorowako di HUT Sulsel

21 Oktober 2026 • Admin • 17 kali dibaca
Pengunjung mendatangi gerai UMKM binaan PT Vale Indonesia pada HUT ke-357 Sulawesi Selatan di Makassar
Gambar: Dok. ANTARA, pengunjung di gerai UMKM binaan PT Vale Indonesia pada HUT ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan, 18 Oktober 2026.
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, MAKASSAR — Produk kuliner dan kriya dari Luwu Timur kembali mendapat panggung di tingkat provinsi. Pada perayaan Hari Jadi Provinsi Sulawesi Selatan ke-357, Minggu (18/10/2026), sejumlah camilan lokal dan anyaman pengrajin asal Sorowako dibawa ke Makassar untuk dipamerkan kepada pengunjung. Bagi pariwisata Lutim, kehadiran produk-produk itu bukan sekadar urusan dagang: kuliner dan kriya adalah pintu masuk paling mudah bagi orang luar untuk mengenal sebuah daerah.

Pameran itu berlangsung dalam rangkaian Expo UMKM dan Kuliner di Lapangan Hasanuddin, Makassar. Selain pameran produk, rangkaian kegiatan juga membuka peluang kerja melalui job fair yang sudah dibuka sejak 16 Oktober 2026.

Pariwisata Lutim di Panggung HUT Sulsel ke-357

Perayaan hari jadi provinsi selalu menghadirkan kabupaten dan kota sebagai peserta. Di situlah daerah memperkenalkan apa yang dimilikinya, mulai dari hasil pertanian, olahan pangan, sampai kerajinan tangan. Luwu Timur memanfaatkan momentum itu melalui produk binaan perusahaan yang beroperasi di wilayahnya.

Yang dipamerkan bukan barang industri berskala besar, melainkan produk usaha mikro dan kecil. Jenis inilah yang paling dekat dengan keseharian wisatawan ketika mereka mencari oleh-oleh atau mencoba rasa khas daerah.

Tata Atur
Iklan

Menurut laporan ANTARA Makassar, PT Vale Indonesia Tbk — bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID) — menghadirkan UMKM binaannya pada peringatan HUT ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan. Produk yang dibawa berasal dari wilayah operasional Sorowako, Kabupaten Luwu Timur.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Kuliner Sorowako yang Dibawa ke Makassar

Keripik pisang dan camilan lokal

Produk makanan dan camilan lokal menjadi isi utama gerai yang dibuka di Lapangan Hasanuddin. Laporan ANTARA menyebut keripik pisang dan aneka keripik lain sebagai contoh produk yang dipamerkan. Camilan semacam ini punya keunggulan praktis: tahan dibawa, mudah dikemas, dan cocok dijadikan buah tangan.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Luwu Timur, camilan berbahan pisang dan hasil kebun warga bukan hal asing. SuaraLutim pernah mencatat sejumlah kanal oleh-oleh daerah, salah satunya Rumah Oleh-Oleh Telaloa di Desa Magani, Kecamatan Nuha, yang memasarkan produk UMKM sekaligus menjadi titik singgah pelancong.

Kriya anyaman pengrajin lokal

Selain pangan, gerai itu menampilkan produk anyaman hasil pengrajin lokal Luwu Timur. Kriya seperti ini mewakili sisi lain daerah: keterampilan tangan yang diwariskan antargenerasi dan bahan baku yang tersedia di sekitar permukiman.

Untuk pariwisata, kriya punya nilai tambah. Ia bukan barang konsumsi cepat habis, tetapi benda yang bisa dipakai atau dipajang di rumah, sehingga terus mengingatkan pemiliknya pada daerah asal produk itu.

Nasi Goreng Juara dan Makna Ketahanan Pangan

Pada hari yang sama, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam terlibat dalam agenda kebersamaan kepala daerah se-Sulawesi Selatan. Kegiatan memasak berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Ahad (18/10/2026), dengan tema “Ekonomi Tumbuh, Swasembada Pangan, Jaya Infrastruktur”.

Bupati tampil didampingi Ketua TP PKK Luwu Timur, dr. Ani Nurbani. Ia memilih bahan, meracik bumbu, dan mengolahnya sendiri di atas wajan, lalu memberi nama kreasinya “Nasi Goreng Juara”.

“Seru sekali, ternyata memasak nasi goreng ini butuh konsentrasi juga seperti mengurus pemerintahan, harus pas takarannya, pas bumbunya, dan harus pakai hati. Tadi saya bikin Nasi Goreng Juara, Juara rasanya, Juara kebersamaannya,” ujar Irwan seperti dikutip Kabar Tana Luwu.

Di balik sisi ringannya, agenda itu menyentuh isu yang serius: ketahanan pangan. Kuliner tidak berdiri sendiri, ia bergantung pada pasokan bahan segar dari petani dan pasar lokal. Ketika produk pangan daerah dipromosikan, yang ikut terdorong adalah petani, pedagang, dan pelaku usaha olahan.

Dari Panggung Provinsi ke Rak Oleh-Oleh Wisata

Pertanyaannya, apa lanjutan dari promosi semacam ini? Jawabannya ada pada jalur distribusi yang sudah terbentuk di Luwu Timur sendiri. Beberapa kanal oleh-oleh daerah pernah diberitakan SuaraLutim, termasuk Rumah Oleh-Oleh Telaloa di Desa Magani, Nuha, yang memasarkan produk UMKM sekaligus menjadi titik singgah pelancong.

Selain itu, produk Sorowako juga pernah dipasarkan di Pasar Makassar, memperlihatkan bahwa jalur keluar produk Luwu Timur memang sudah ada. Ketika produk yang sama tampil lagi di panggung HUT Sulsel, jangkauannya bertambah luas.

Pola ini penting bagi pariwisata Lutim karena wisatawan biasanya membeli oleh-oleh di akhir kunjungan. Semakin mudah produk ditemukan di titik wisata, semakin besar peluang pelaku usaha kecil ikut menikmati kunjungan.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga