Dukungan perusahaan dan gagasan wisata tambang
Arah pengembangan Sorowako sebagai destinasi juga pernah disampaikan Bupati dalam halalbihalal bersama manajemen PT Vale Indonesia dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Sorowako, Jumat (17/4/2026). Saat itu Irwan meminta dukungan perusahaan agar Sorowako tumbuh sebagai destinasi unggulan, terutama wisata tambang dan danau.
“Kami memohon dukungan dari perusahaan, karena kami ingin Sorowako menjadi salah satu destinasi wisata unggulan, terutama wisata tambang dan danau,” ujarnya. Ia menyebut penataan pesisir Danau Matano sebagai salah satu rencana yang ingin dikembangkan, dengan Matano dinilai punya nilai strategis sebagai danau purba yang bisa diarahkan menjadi kawasan rekreasi, olahraga air, dan wisata keluarga.
Gagasan wisata tambang atau industrial tourism bukan hal baru di kawasan ini. Sorowako tumbuh bersama operasi nikel yang sudah puluhan tahun berjalan, dan hal itu kerap menjadi daya tarik tersendiri bagi tamu dari luar daerah. Kombinasi itulah yang membuat Sorowako berbeda dari destinasi danau lain di Sulawesi Selatan.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Yang perlu dijaga warga dan pedagang
Ada tiga hal yang menentukan apakah kawasan kuliner pesisir berhasil atau justru menambah persoalan baru.
- Sampah dan kebersihan danau. Kuliner berarti kemasan, sisa makanan, dan air cucian. Tanpa pengelolaan sampah yang jelas, kawasan kuliner bisa menjadi sumber pencemaran di tepi danau yang menjadi alasan utama kunjungan.
- Zonasi dan ketertiban. Penataan hanya bermakna jika ada aturan lokasi berjualan, jalur pejalan kaki, dan area parkir yang tidak menutup akses publik ke tepian.
- Pelibatan warga setempat. Pemerintah menyebut warga akan dilibatkan sejak perencanaan. Keterlibatan itu perlu dijaga agar manfaat ekonomi tidak berpindah ke pedagang luar.
Isu kebersihan bukan hal kecil di Luwu Timur akhir-akhir ini. Menjelang penilaian Adipura, jajaran Bapperida turun langsung membenahi kebersihan dan median jalan di kawasan kota. Aksi itu memperlihatkan bahwa wajah kota dan wajah kawasan wisata saling terkait. Ulasan kegiatannya ada pada laporan Bapperida Lutim benahi kebersihan jelang Adipura.
Di sisi lain, Desa Wisata Sorowako sudah tercatat di portal Jejaring Desa Wisata Kementerian Pariwisata dengan status berkembang dan terverifikasi. Status itu bukan jaminan otomatis, tetapi modal awal karena desa wisata punya struktur pengelola yang bisa diajak bicara soal homestay, pemandu, dan paket kunjungan. Latar belakangnya kami rangkum dalam artikel Desa Wisata Sorowako dan PR homestay.
Menyusun kunjungan ke tepian Matano
Bagi wisatawan, tepian Matano tetap bisa dinikmati sekarang meski kawasan kuliner terpadu belum berdiri. Beberapa hal praktis yang bisa dijadikan pegangan:
- Kawasan Matano berada di Kecamatan Nuha. Dari Malili sebagai ibu kota kabupaten, perjalanan darat ke tepian danau biasanya memakan waktu sekitar satu jam, tergantung titik yang dituju.
- Wisatawan dari luar daerah umumnya menempuh jalur darat dari Makassar dalam waktu panjang, atau memanfaatkan penerbangan ke Bandara Sorowako lalu melanjutkan perjalanan darat.
- Sebelum berangkat, periksa prakiraan cuaca resmi BMKG untuk Kabupaten Luwu Timur melalui halaman prakiraan cuaca BMKG, terutama jika hendak berkegiatan di air.
- Untuk kegiatan perahu atau penyeberangan, ikuti arahan petugas dan gunakan pelampung. Informasi tarif sebaiknya ditanyakan langsung di lokasi karena belum ada patokan resmi yang dipublikasikan.
Yang jelas, arah pariwisata Lutim kini bergerak dari destinasi yang hanya dilihat menjadi kawasan yang ditinggali sebentar: makan, berjalan, duduk, lalu membeli sesuatu dari warga. Jika rencana pesisir Matano berjalan sesuai desain, perubahan itu akan terasa paling dulu di Sorowako.
FAQ: Pariwisata Lutim dan pesisir Matano
Apakah kawasan kuliner pesisir Matano sudah beroperasi?
Belum. Rencana penataan disampaikan pemerintah daerah pada 2025, dan desain kawasan disebut sudah disiapkan. Hingga Oktober 2026 belum ada pengumuman resmi soal jadwal pembangunan maupun waktu mulai beroperasi.
Di mana tepatnya lokasi yang akan ditata?
Kawasan pesisir Danau Matano di Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, khususnya di wilayah Sorowako. Danau Matano sendiri tercatat sebagai danau tektonik purba yang berada di tepi Kecamatan Nuha.
Apakah wisatawan sudah bisa menikmati wisata kuliner di Sorowako sekarang?
Kuliner lokal sudah tersedia di Sorowako dan kawasan sekitar danau, termasuk melalui kegiatan seperti pasar malam tepi Danau Towuti. Namun kawasan kuliner terpadu di pesisir Matano belum berdiri.
Sumber: Luwuraya.com (“Pemkab Luwu Timur Siapkan Pesisir Danau Matano Jadi Pusat Kuliner Sorowako”, 22 April 2025; “Irwan Bachri Syam Minta Dukungan PT Vale Kembangkan Wisata Sorowako”, 17 April 2026), Warta Lutim (warta.luwutimurkab.go.id), Expose Timur (24 Oktober 2026), serta arsip pemberitaan SuaraLutim.
Baca juga
- Pariwisata Lutim: Paket Wisata Matano lewat Agen Travel
- Destinasi Luwu Timur: Pantai Salonsa di Tepian Matano
- Destinasi Luwu Timur: RTP Sumasang dan Wajah Baru Matano
Kumpulan berita terbaru seputar wisata Luwu Timur ada di kanal wisata Luwu Timur.


