Jumat, 9 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pariwisata

Wisata Luwu Timur: Rumah Oleh-Oleh Telaloa di Nuha

5 Oktober 2026 • Admin • 23 kali dibaca
Rumah Oleh-Oleh Telaloa di Desa Magani Nuha sebagai kanal pemasaran produk UMKM wisata Luwu Timur
Gambar: Dok. PT Vale Indonesia via Timur Online
ASM Group
Iklan

Sinergi Pemkab, Perusahaan, dan Warga

Camat Nuha, Arief Fadillah Amier, menyebut pengembangan UMKM membutuhkan komunikasi dan sinergi dari banyak pihak. Menurutnya, perlu kolaborasi agar semakin banyak produk lokal yang bisa masuk dan dipasarkan.

“Perlu kolaborasi, duduk bersama, dan banyak komunikasi agar kita bisa memberikan solusi kepada UMKM, termasuk agar semakin banyak produk yang dapat masuk dan dipasarkan di sini,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus mendukung upaya yang memberi manfaat bagi pelaku UMKM dan masyarakat. Dukungan itu diharapkan membuat pusat oleh-oleh terus berkembang dan menopang ekonomi lokal.

Pola kemitraan seperti ini sejalan dengan kegiatan lain yang lebih dulu berjalan, misalnya bazar dan expo UMKM yang digelar di beberapa titik di Luwu Timur. Di Sorowako, misalnya, terdapat galeri produk lokal yang menyediakan lebih dari seratus jenis produk UMKM.

Tata Atur
Iklan

Jam Operasional dan Cara Berkunjung

Rumah Oleh-Oleh Telaloa beroperasi Senin hingga Sabtu, pukul 09.00 sampai 17.00 WITA. Informasi jam layanan itu penting bagi warga maupun pendatang yang hendak menyempatkan singgah.

Bagi wisatawan yang menuju kawasan Danau Matano atau Sorowako, pusat oleh-oleh ini bisa menjadi titik persinggahan sebelum kembali ke Malili atau Makassar. Belanja oleh-oleh di tempat ini sekaligus membantu pelaku usaha lokal di empat kecamatan.

Suaralutim belum memperoleh keterangan resmi mengenai daftar harga maupun kontak pengelola, sehingga pembaca sebaiknya menanyakan langsung saat berkunjung. Tidak ada tarif masuk untuk berbelanja, karena ini merupakan toko produk, bukan kawasan wisata berbayar.

Momen Harkopnas di Sorowako

Kehadiran pusat oleh-oleh ini berbarengan dengan gelaran Pekan Expo K-UMKM dalam rangka Hari Koperasi Nasional ke-79 tingkat Sulawesi Selatan. Kegiatan itu berpusat di Lapangan Iniaku, Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, pada 6 sampai 10 Oktober 2026.

Peserta yang datang dari 23 kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan membuat kebutuhan buah tangan khas Luwu Timur meningkat. Momen seperti ini menjadi kesempatan bagi UMKM untuk memperkenalkan produk kepada pembeli dari luar daerah.

Dengan adanya etalase tetap seperti Rumah Oleh-Oleh Telaloa, produk UMKM tidak berhenti pada gelaran acara. Setelah pameran selesai, kanal pemasaran tetap tersedia sepanjang pekan kerja.

Rangkaian kegiatan wisata di sekitar Sorowako juga disebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi peserta dan pendamping. Untuk gambaran destinasi di kawasan danau, pembaca bisa merujuk ulasan wisata daerah yang sudah kami susun.

Yang Bisa Dilakukan Pelaku UMKM

Setidaknya ada beberapa langkah yang bisa dilakukan pelaku usaha untuk memanfaatkan kanal pemasaran seperti ini. Pertama, memastikan kualitas dan keseragaman produk agar pembeli percaya dan kembali.

Kedua, menata kemasan dan label yang memuat identitas produk, asal daerah, serta informasi komposisi dan masa simpan. Ketiga, menjaga pasokan rutin, terutama untuk produk yang cepat habis.

Keempat, aktif mencatat penjualan dan umpan balik pembeli. Data sederhana itu membantu pengelola memutuskan produk mana yang perlu ditambah, dan mana yang perlu diperbaiki.

Kelima, memanfaatkan pendampingan yang tersedia, termasuk pengurusan legalitas usaha dan perizinan produk. Legalitas membuka peluang produk masuk ke jaringan pemasaran yang lebih besar.

FAQ: Rumah Oleh-Oleh Telaloa dan UMKM Luwu Timur

Di mana lokasi Rumah Oleh-Oleh Telaloa?
Berlokasi di Desa Magani, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, dan dikelola sebagai kanal pemasaran produk UMKM binaan Vale Indonesia.

Kapan toko ini buka?
Rumah Oleh-Oleh Telaloa beroperasi Senin sampai Sabtu, pukul 09.00 hingga 17.00 WITA.

Berapa jumlah UMKM yang dibina?
Tercatat 127 UMKM menjadi binaan Vale Indonesia, sementara 49 UMKM potensial sedang dibidik untuk mengikuti pembinaan serupa. Mereka tersebar di Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili.

Penutup

Bagi Luwu Timur, wisata dan ekonomi kerakyatan saling menopang. Arus orang yang datang karena danau, tambang, atau agenda daerah bisa berubah menjadi penghasilan warga jika produk lokal tersedia di tempat yang tepat.

Rumah Oleh-Oleh Telaloa menjadi salah satu jawaban atas persoalan akses pasar itu. Kendati demikian, keberhasilannya akan bergantung pada kualitas produk, konsistensi pasokan, dan pendampingan yang berkelanjutan.

Pembaca yang ingin menjelajahi destinasi lain di daerah ini bisa membaca kanal pariwisata SuaraLutim, misalnya ulasan desa wisata Matano di Nuha dan Towuti Night Market yang berlangsung sepanjang Oktober.

Sumber: Timur Online (timur-online.com), Tekape.co, dan daftar komoditas Apkasi Otonomi Expo 2026 (apkasiexpo.com).

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga