Geopark Matano Menuju Pengakuan Nasional
Pengembangan wisata di kawasan Matano tidak berjalan sendiri. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur tengah mengusulkan Geopark Matano menjadi geopark nasional. Pada Juni 2026, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, bersama tim percepatan melakukan audiensi dengan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Bandung.
Dalam pertemuan itu dibahas percepatan penetapan keragaman geologi Matano sebagai warisan geologi atau geoheritage. Status itu menjadi syarat mendasar sebelum kawasan diusulkan sebagai geopark nasional. Badan Geologi menyampaikan sejumlah masukan teknis, mulai dari penyempurnaan peta kawasan agar menampilkan aksesibilitas, penamaan geosite yang lebih representatif, hingga penyajian informasi titik-titik menarik bagi wisatawan.
Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Luwu Timur menyebut saat ini status kawasan masih berada pada tahap geopark lokal, dengan sejumlah geosite yang menunggu penetapan warisan geologi. Dokumen Rencana Induk Geopark disusun bersama Universitas Hasanuddin dan sedang menjalani asistensi lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional.
Jika tahapan itu tuntas, pengusulan ke tingkat nasional diharapkan berjalan, dengan penilaian oleh tim asesor yang akan turun langsung ke Luwu Timur. Pemerintah daerah menyebut pengakuan nasional juga menjadi pintu menuju pengusulan ke tingkat global.
Akses dan Persiapan Sebelum Berkunjung
Kawasan Matano dapat dijangkau dari pusat pemerintahan kabupaten di Malili melalui jalur darat ke arah Kecamatan Nuha. Catatan perjalanan CNN Indonesia pada 2020 menyebut jarak dari Luwu Timur menuju penyeberangan perahu Sorowako di Kecamatan Nuha sekitar 60 kilometer. Mobilisasi warga umumnya memakai kendaraan pribadi atau angkutan umum menuju Sorowako.
Wisatawan dari luar Sulawesi biasanya masuk melalui Makassar, lalu melanjutkan perjalanan darat ke arah utara Sulawesi Selatan menuju Luwu Timur. Karena perjalanan cukup jauh, menghabiskan satu malam di Sorowako atau Malili membuat kunjungan lebih nyaman dibanding perjalanan pulang pergi dalam satu hari.
Soal biaya masuk, jam kunjungan, dan layanan penyedia jasa di kawasan danau sebaiknya dipastikan langsung kepada pengelola atau dinas pariwisata setempat sebelum berangkat. Informasi tersebut dapat berubah mengikuti kebijakan pengelola kawasan, sehingga tidak dianjurkan berpatokan pada kabar lama.
FAQ Wisata Danau Matano dan Sorowako
Seberapa dalam Danau Matano dan mengapa disebut danau purba?
Kedalaman Danau Matano sekitar 590 meter sehingga menjadi danau terdalam di Indonesia. Danau ini masuk kategori danau tektonik purba karena terbentuk dari aktivitas pergerakan lempeng kerak bumi jutaan tahun lalu pada akhir masa Pliosen.
Apakah wisatawan bisa berenang atau menyelam di Danau Matano?
Aktivitas air di kawasan danau dikelola warga dan penyedia jasa setempat. Karena kawasan ini menjadi habitat biota endemik dan lokasi penelitian, wisatawan diimbau mengikuti aturan yang berlaku serta tidak mengganggu lingkungan perairan.
Kapan waktu yang tepat mengunjungi Sorowako?
Tidak ada angka kunjungan resmi yang dapat dipastikan dari pemberitaan terbaru. Pilihan aman adalah menyesuaikan jadwal dengan kalender kegiatan daerah, seperti peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Sorowako, lalu memastikan kondisi cuaca dan akses jalan sebelum berangkat.
Yang Perlu Dijaga Bersama
Status Matano sebagai danau terdalam di Indonesia membawa konsekuensi. Daya tariknya bukan hanya panorama, tetapi juga nilai ilmiah yang membuat banyak peneliti tertarik sejak lama. Jika kunjungan wisata tumbuh tanpa pengelolaan, dua hal itu bisa saling merugikan.
Karena itu, pengembangan yang disebut pemerintah daerah menekankan keseimbangan antara konservasi, edukasi, dan manfaat ekonomi bagi warga sekitar. Konsep geopark menempatkan tiga unsur itu, yaitu keragaman geologi, keragaman hayati, dan keragaman budaya, sebagai satu kesatuan yang tidak dipisahkan.
Bagi wisatawan, kontribusi paling sederhana adalah menghargai aturan lokal, membeli kebutuhan dari pelaku usaha setempat, dan meninggalkan kawasan dalam kondisi yang sama seperti saat kedatangan. Dengan begitu, Sorowako dan Danau Matano dapat tetap menjadi kebanggaan Luwu Timur sekaligus sumber penghidupan warga.
Rujukan yang dapat dicek antara lain catatan Indonesiabaik.id tentang Matano sebagai danau purba terdalam, halaman Indonesia.travel, laporan RRI soal Geopark Matano, serta siaran Luwuraya mengenai Pocari Sweat Run Sorowako. Artikel terkait di SuaraLutim dapat dibaca pada jadwal Pocari Sweat Run Sorowako, peluang UMKM jelang Harkopnas, dan kanal Pariwisata.