Konteks Anggaran Daerah
Pembangunan Islamic Center berjalan di tengah pembahasan APBD 2027. Dalam dokumen KUA-PPAS yang disepakati Agustus 2026, pendapatan daerah diproyeksikan Rp2,213 triliun dan belanja Rp2,263 triliun, dengan defisit sekitar Rp49,196 miliar, sebagaimana dilaporkan Channelpers.
Struktur anggaran seperti itu membuat proyek yang sudah berjalan menjadi prioritas, karena menghentikan pekerjaan di tengah jalan justru menimbulkan pemborosan. Pagu Rp15 miliar untuk tahun 2026 menunjukkan bahwa pemerintah memilih menyelesaikan tahap demi tahap, bukan mengejar seluruh pekerjaan dalam satu tahun anggaran.
Di sisi lain, pembangunan fasilitas publik selalu bersaing dengan kebutuhan lain: jalan, sekolah, puskesmas, dan penanganan bencana. Pada tahun yang sama, pemerintah juga menggelontorkan program bedah rumah bagi 400 penerima, penambahan armada pemadam kebakaran di Mahalona Raya, serta penanganan kebakaran lahan yang berulang di Towuti.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Pekerjaan Publik dan Pengawasan
Proyek seperti Islamic Center punya dua lapis pengawasan. Pertama, pengawasan internal melalui konsultan pengawas dan dinas teknis. Kedua, pengawasan legislatif melalui komisi yang membidangi pembangunan. Di DPRD Luwu Timur, Komisi III Bidang Pembangunan menangani ranah ini.
Pengawasan legislatif biasanya berfokus pada kesesuaian antara rencana, realisasi fisik, dan serapan anggaran. Bila fisik tertinggal dari serapan, ada risiko pekerjaan tidak selesai sesuai kontrak. Sebaliknya, bila fisik selesai tetapi mutunya rendah, biaya perbaikan akan muncul beberapa tahun kemudian.
Karena itu, publikasi progres seperti yang disampaikan PUPR pekan ini penting. Angka 60 persen memberi pembanding yang bisa dipakai warga untuk menilai klaim penyelesaian pada akhir tahun.
Setelah Bangunan Selesai
Tahap yang kerap terlupakan adalah penyiapan pengelolaan. Bangunan besar membutuhkan biaya operasional: listrik, air, kebersihan, keamanan, dan perawatan berkala. Tanpa perencanaan itu, fasilitas baru bisa cepat rusak.
SuaraLutim belum memperoleh keterangan resmi mengenai skema pengelolaan Islamic Center setelah selesai, termasuk siapa yang akan menjadi pengelola dan bagaimana mekanisme penggunaan oleh masyarakat. Informasi itu sebaiknya ditanyakan kepada pemerintah daerah agar tidak menimbulkan dugaan yang tidak berdasar.
Untuk saat ini, yang bisa dicatat adalah arah pekerjaan: atap membran tahun ini, aula ditargetkan selesai 30 Desember 2026, dan seluruh pembangunan diharapkan rampung pada 2028. Semua target itu masih bergantung pada pelaksanaan di lapangan dan ketersediaan anggaran pada tahun-tahun berikutnya.
Dampak bagi Warga Sekitar
Pembangunan fasilitas publik di kawasan Malili juga berdampak pada perekonomian kecil di sekitarnya. Selama pekerjaan berlangsung, kebutuhan material, konsumsi pekerja, dan jasa pendukung menciptakan permintaan yang dirasakan pelaku usaha lokal.
Setelah bangunan beroperasi, dampaknya bergeser ke sektor jasa: pedagang makanan, penyedia jasa sewa tenda, hingga pengelola parkir. Pengalaman di banyak daerah menunjukkan bahwa kawasan ibadah dan kegiatan keagamaan yang tertata cenderung menghidupkan usaha kecil di sekelilingnya.
Namun manfaat itu tidak datang sendiri. Diperlukan penataan ruang parkir, jalur pedestrian, dan akses kendaraan yang layak. Bila tidak, kawasan yang ramai justru menimbulkan kemacetan dan keluhan warga.
FAQ
Berapa progres pembangunan Islamic Center Malili?
Sekitar 60 persen, termasuk pekerjaan lanskap, menurut Plt Kepala Bidang Cipta Karya PUPR Luwu Timur, Hernawaty Taslim, saat peninjauan pada Senin (2/11/2026).
Berapa pagu anggaran tahun 2026?
Rp15 miliar untuk tahun anggaran 2026. Pekerjaan aula ditargetkan selesai hingga 30 Desember 2026.
Apa pekerjaan prioritas tahun ini?
Pembenahan atap menggunakan material membran, untuk mengatasi air hujan yang masuk ke selasar lantai dua dan memengaruhi bagian dalam bangunan.
Sumber
Penalutim, Tinjau Islamic Center Malili, Bupati Irwan fokus benahi atap membran tahun ini. Channelpers, DPRD Luwu Timur dalami APBD 2027.
Artikel terkait: Luwu Timur: Jalan Beton Tomoni 75 Persen, Bupati Minta Mutu, Berita Luwu Timur: RSUD I Lagaligo Siapkan Simulasi, dan Viral Luwu Timur: Karhutla 4,87 Hektare dan Tersangka.
Baca juga
- Berita Lutim: Antrean BBM Malili, Polisi Tertibkan Kendaraan
- Luwu Timur: Jalan Beton Tomoni 75 Persen, Bupati Minta Mutu
- Berita Lutim: SPPT PBB 2026 Mangade To Magi Ditangguhkan
Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.
Gambar: Dok. Penalutim.com/Ikp-Humas Kominfo-SP (peninjauan Islamic Center Malili, 2 November 2026).


