MAKASSAR — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menutup pekan ketiga September 2026 dengan capaian membanggakan. Konsistensi daerah itu dalam mendorong pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat mengantar Luwu Timur meraih Terbaik I kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri Tingkat Kabupaten pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi.
Penghargaan itu bukan sekadar plakat atau piagam. Kemenangan tersebut turut membawa dana bantuan pemerintah sebesar Rp2 miliar bagi Luwu Timur. Dana itu menjadi penanda bahwa kerja-kerja lingkungan yang selama ini berjalan di daerah diakui dan dihargai secara nasional.
Penyerahan penghargaan berlangsung pada Malam Puncak Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi di Hotel Claro Makassar, Jumat (18/9/2026). Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian menyerahkan langsung penghargaan itu kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur, Umar Hasan Dalle, yang mewakili Bupati Luwu Timur.
Luwu Timur Raih Terbaik I Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri
Kategori yang dimenangkan Luwu Timur adalah Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri Tingkat Kabupaten. Kategori ini menilai sejauh mana pemerintah kabupaten mampu mengelola persampahan sekaligus menghadirkan lingkungan yang bersih dan nyaman bagi warganya.
Dalam kategori yang sama, Kabupaten Tana Toraja menempati posisi kedua. Posisi ketiga diraih Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Kompetisi antar daerah di Regional Sulawesi itu menunjukkan bahwa isu sampah dan lingkungan kini menjadi salah satu ukuran kinerja pemerintahan yang paling diperhatikan.
Bagi Luwu Timur, capaian ini melanjutkan tren prestasi yang dibangun dalam beberapa tahun terakhir. Daerah yang beribu kota di Malili itu dikenal gencar mendorong program lingkungan yang menyentuh langsung kehidupan warga, mulai dari kebersihan permukiman hingga pelestarian kawasan pesisir dan sungai.
Keberhasilan Luwu Timur disebut tidak terlepas dari inovasi pengelolaan sampah yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting. Warga tidak diposisikan sebagai penonton, melainkan sebagai pelaku utama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.
Dana Rp2 Miliar dan Peringkat Kabupaten di Regional Sulawesi
Selain pengakuan secara reputasi, Luwu Timur menerima dana bantuan pemerintah senilai Rp2 miliar. Dana tersebut menambah nilai nyata dari penghargaan yang diraih, karena dapat dialokasikan untuk memperkuat program lingkungan yang sudah berjalan.
Nilai penghargaan seperti ini biasanya dipakai daerah untuk memperluas cakupan layanan persampahan, menambah sarana pendukung, hingga memperkuat kapasitas kelompok masyarakat pengelola lingkungan. Alokasi tepat sasaran menjadi kunci agar prestasi tidak berhenti di atas panggung.
Peringkat kedua dan ketiga yang ditempati Tana Toraja dan Sidrap memperlihatkan bahwa penilaian dilakukan secara kompetitif. Artinya, posisi Luwu Timur sebagai Terbaik I diraih melalui proses penilaian yang membandingkan kinerja antar daerah, bukan penunjukan.
Inovasi Pengelolaan Sampah yang Melibatkan Warga
Pendekatan berbasis masyarakat menjadi kata kunci kemenangan Luwu Timur. Model ini menempatkan warga sebagai penggerak utama, dari pemilahan di rumah tangga hingga penataan lingkungan di tingkat permukiman.
Pola semacam itu sejalan dengan program lingkungan lain yang dijalankan di Luwu Timur. Sebelumnya, kawasan Malili menjadi lokasi penanaman 50 mangrove dan 200 lamun di Malili sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir dan perairan.
Keterlibatan masyarakat juga membantu pemerintah daerah menjaga keberlanjutan program. Ketika warga merasa memiliki, kebersihan lingkungan tidak lagi bergantung pada jadwal aksi dari dinas, melainkan menjadi kebiasaan harian.
Jejak kebijakan lingkungan di Luwu Timur juga terlihat pada perencanaan anggaran daerah. Sejumlah program lingkungan dan infrastruktur masuk ke dalam daftar prioritas pembangunan yang dibahas bersama legislatif, termasuk enam prioritas APBD 2027 Luwu Timur.
Apa Kata Kepala DLH Luwu Timur
Mewakili pemerintah daerah, Umar Hasan Dalle menyampaikan apresiasi kepada warga dan seluruh jajaran Pemkab Luwu Timur. Ia menilai penghargaan ini adalah buah kerja bersama banyak pihak.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan jajaran pemerintah daerah atas kerja samanya. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa Luwu Timur senantiasa berbenah untuk mewujudkan tata kelola lingkungan yang asri dan nyaman,” ujar Umar.
Ia juga menegaskan bahwa penghargaan tersebut tidak semata-mata dipandang sebagai capaian akhir. Menurutnya, prestasi itu menjadi dorongan untuk mempertahankan keberlanjutan program lingkungan yang sudah berjalan.
“Bagi kami, ini bukan sekadar penghargaan, melainkan motivasi untuk terus menjaga konsistensi keberlanjutan lingkungan,” tambahnya.