Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pendidikan

Berita Lutim: 329 Pelajar Adu Bahasa Daerah di FTBI

18 Oktober 2026 • Admin • 21 kali dibaca
Pelajar Luwu Timur mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 di aula Disdikbud Luwu Timur
Gambar: Dok. IKP Humas Kominfo-SP Luwu Timur via Penalutim.com, 13 Oktober 2026.
ASM Group
Iklan

Atikah Zalfa dan Pidato Bahasa Bugis

Salah satu momen yang menonjol datang dari cabang pidato bahasa Bugis putri. Atikah Zalfa, siswi SDN 238 Mallaulu, meraih juara 1 tingkat kabupaten pada Kamis (15/10/2026), setelah sebelumnya lolos seleksi tingkat Kecamatan Malili.

Kemenangan itu bukan hanya soal trofi. Bagi sekolah dan guru pendamping, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan bahasa daerah bisa dilakukan sejak jenjang sekolah dasar, asalkan ada ruang latihan yang konsisten.

Kisah Atikah juga memperlihatkan bahwa peserta dari sekolah dasar negeri di kecamatan bisa bersaing dengan peserta dari sekolah lain. Ini penting dicatat agar pembinaan tidak terpusat di sekolah-sekolah tertentu saja.

Iklan

Tata Atur
Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Bahasa Ibu di Tengah Perubahan Sosial

Luwu Timur adalah daerah yang tumbuh cepat. Arus pendatang dari berbagai wilayah, aktivitas industri, dan perluasan kota mengubah komposisi penduduk di banyak kecamatan. Dalam kondisi seperti itu, bahasa daerah menghadapi dua tekanan sekaligus: berkurangnya penutur muda dan menguatnya bahasa Indonesia sebagai bahasa utama pergaulan.

Namun, perubahan sosial tidak harus berarti kepunahan bahasa. Di sejumlah keluarga, bahasa daerah tetap dipakai di rumah sementara bahasa Indonesia dipakai di sekolah dan tempat kerja. Pola dua bahasa seperti ini justru menjadi modal, asalkan anak-anak mendapat kesempatan berlatih bahasa ibu secara terstruktur.

Di sinilah kegiatan seperti festival berperan. Ia memberi alasan bagi siswa untuk berlatih, bagi guru untuk membimbing, dan bagi orang tua untuk mendukung. Tanpa ajang semacam ini, latihan bahasa daerah sering bergantung pada inisiatif perorangan dan mudah berhenti ketika guru pendamping berpindah tugas.

Pekerjaan Rumah Setelah Festival

Festival biasanya berakhir dengan daftar juara. Namun, tantangan sesungguhnya muncul setelahnya: bagaimana agar semangat berbahasa daerah tidak berhenti ketika lampu panggung dimatikan.

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa ditempuh sekolah. Pertama, menjadikan karya peserta sebagai bahan belajar, misalnya cerpen bahasa daerah yang dibukukan atau dibacakan di kelas. Kedua, melibatkan juara festival sebagai pendamping bagi adik kelas. Ketiga, menyediakan panggung rutin di tingkat sekolah, bukan hanya menjelang lomba kabupaten.

Peran keluarga juga tidak kalah penting. Anak yang terbiasa mendengar bahasa daerah di rumah akan lebih percaya diri menggunakannya di sekolah. Sebaliknya, jika bahasa daerah hanya muncul setahun sekali dalam lomba, keterampilan itu sulit bertahan.

Bagi Disdikbud, hasil festival juga bisa menjadi bahan evaluasi: cabang mana yang paling diminati, sekolah mana yang perlu pendampingan, dan bahasa daerah mana yang perlu perhatian lebih. Data sederhana seperti jumlah peserta per kecamatan akan sangat membantu perencanaan tahun berikutnya.

FAQ FTBI Luwu Timur 2026

Berapa peserta FTBI Luwu Timur 2026?

Sebanyak 329 peserta, terdiri atas 170 siswa SD negeri dan 159 siswa SMP negeri maupun swasta se-Kabupaten Luwu Timur.

Apa saja cabang lombanya?

Empat cabang: mendongeng bahasa daerah, menulis cerpen bahasa daerah, komedi tunggal bahasa daerah, dan pidato bahasa daerah, dengan bahasa Bugis dan Toraja.

Di mana perlombaan digelar?

Lomba tingkat SD dipusatkan di SD Negeri 238 Mallaulu, sedangkan lomba tingkat SMP berlangsung di UPT SMP Negeri 1 Malili dan UPT SMP Negeri 2 Malili.

Sumber: Penalutim.com, 13 Oktober 2026 (rilis IKP Humas Kominfo-SP Luwu Timur); Karebata.id, 15 Oktober 2026.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga