Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pendidikan

Berita Lutim: Atikah Zalfa Juara Pidato Bahasa Bugis

17 Oktober 2026 • Admin • 23 kali dibaca
Atikah Zalfa siswi SDN 238 Mallaulu juara pidato Bahasa Bugis Luwu Timur
Gambar: Dok. Karebata.id (Atikah Zalfa, siswi SDN 238 Mallaulu, juara 1 pidato Bahasa Bugis putri tingkat Luwu Timur, 15 Oktober 2026)
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, MALILI — Bahasa daerah masih punya penutur muda di Luwu Timur. Atikah Zalfa, siswi SDN 238 Mallaulu, Malili, meraih Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Bugis putri pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Luwu Timur, Kamis (15/10/2026). Prestasi itu menjadi bukti bahwa pelajar sekolah dasar mampu tampil di panggung bahasa daerah sekaligus ikut menjaga warisan budaya.

Berita Lutim: Atikah Zalfa Lolos Seleksi Kecamatan Malili

Sebelum tampil di tingkat kabupaten, Atikah melewati seleksi tingkat Kecamatan Malili. Ia kemudian mewakili kecamatan tersebut pada Festival Tunas Bahasa Ibu yang digelar di SDN 238 Mallaulu. Pada lomba itu, ia dinilai sebagai penampil terbaik untuk kategori pidato Bahasa Bugis putri.

Festival Tunas Bahasa Ibu sendiri merupakan ajang yang memberi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa daerah. Kegiatan ini juga menumbuhkan kecintaan terhadap budaya dan kearifan lokal, terutama di wilayah yang penutur mudanya terus berkurang.

Iklan

Tata Atur
Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Festival Bahasa Ibu dan Pelestarian Bahasa Bugis

Bahasa Bugis menjadi salah satu bahasa daerah dengan jumlah penutur besar di Sulawesi Selatan, termasuk di Luwu Timur. Namun, seperti banyak bahasa daerah lain, penggunaannya di ruang sehari-hari menghadapi tekanan dari bahasa Indonesia dan bahasa asing, terutama di kalangan anak-anak.

Ajang seperti Festival Tunas Bahasa Ibu membantu menyeimbangkan keadaan itu. Ketika bahasa daerah masuk ke kompetisi sekolah, bahasa itu tidak lagi hanya dipakai di rumah, tetapi juga dihargai sebagai kemampuan yang membanggakan.

Peran Sekolah dalam Menjaga Bahasa Daerah

Keberhasilan Atikah tidak lepas dari peran sekolah. SDN 238 Mallaulu mendampingi siswanya sejak tahap seleksi kecamatan hingga tampil di tingkat kabupaten. Pendampingan semacam itu menjadi bagian dari pembiasaan, karena bahasa daerah tumbuh ketika digunakan berulang di lingkungan belajar.

Keterlibatan guru juga membantu pelajar mengatasi rasa gugup saat tampil di depan penonton. Untuk anak usia sekolah dasar, pengalaman tampil dan menang kerap menjadi titik awal kepercayaan diri yang bertahan lama.

Peserta Festival Bahasa Ibu di Luwu Timur

Festival Tunas Bahasa Ibu di Luwu Timur melibatkan ratusan pelajar dari berbagai kecamatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda tahunan pendidikan daerah, sebagaimana pernah diberitakan dalam Berita Lutim: 329 Siswa Ikuti Festival Bahasa Ibu 2026.

Peserta bersaing di beberapa kategori, mulai dari pidato hingga penampilan seni berbahasa daerah. Dari rangkaian itu, lahir nama-nama pelajar yang kemudian mewakili Luwu Timur pada tingkat provinsi maupun nasional.

Apa Itu Festival Tunas Bahasa Ibu

Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan agenda pembinaan bahasa daerah yang dikelola Badan Bahasa dan dilaksanakan berjenjang, dari tingkat kabupaten hingga nasional. Tujuannya bukan sekadar mencari juara, tetapi mendorong sekolah menghidupkan kembali penggunaan bahasa daerah di lingkungan belajar.

Di banyak daerah, ajang ini menjadi satu-satunya ruang resmi bagi pelajar untuk tampil menggunakan bahasa ibu. Karena itu, kehadirannya penting bagi bahasa yang jumlah penuturnya mulai berkurang, termasuk di wilayah-wilayah transmigrasi dan perkotaan kecil.

Keragaman Bahasa di Luwu Timur

Luwu Timur dikenal sebagai daerah dengan keragaman bahasa dan budaya yang lebar. Selain Bahasa Bugis, sejumlah komunitas di kabupaten ini mempertahankan bahasa dan tradisi leluhur masing-masing, sementara transmigran membawa bahasa lain dari daerah asalnya. Keragaman itu menjadi kekayaan sekaligus tantangan ketika generasi muda lebih akrab dengan bahasa yang dipakai di layar gawai.

Dalam situasi semacam itu, pembelajaran bahasa daerah di sekolah dan lomba berbahasa ibu membantu menjaga keseimbangan. Bahasa daerah yang dipakai di acara resmi sekolah memperoleh status sosial yang lebih tinggi di mata anak-anak.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga