Sabtu, 24 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pendidikan

Berita Lutim: Duta Pelajar Luwu Timur 2026, 42 Peserta

12 Oktober 2026 • Admin • 63 kali dibaca
Finalis Duta Pelajar Luwu Timur 2026 dari SMPN 1 Malili, berita Lutim
Gambar: Dok. Sarambang.id
ASM Group
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Tata Atur
Iklan

SUARALUTIM.COM, MALILI – Ajang pencarian Duta Pelajar Luwu Timur tahun 2026 untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) resmi digelar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Timur, Minggu (11/10/2026) malam. Sebanyak 42 peserta terpilih dari berbagai sekolah di Kabupaten Luwu Timur ambil bagian dalam kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tersebut.

Bagi dunia pendidikan di daerah, ajang ini bukan sekadar kompetisi popularitas. Peserta dituntut membawa gagasan positif dan kemampuan berkomunikasi, bukan hanya nilai akademik. Pemenangnya nanti bertugas sebagai duta yang menginspirasi teman sebaya sekaligus mempromosikan potensi dan prestasi Luwu Timur di tingkat provinsi.

Berita Lutim: Cara Ajang Ini Menjaring Pelajar Berkarakter

Menurut pemberitaan Input Rakyat, kegiatan ini bertujuan menjaring pelajar terbaik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian unggul, kemampuan berkomunikasi, serta kepedulian terhadap pembangunan daerah. Penilaian semacam itu menempatkan karakter dan wawasan sebagai bagian dari prestasi, bukan pelengkap.

Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan dari Fendor Yayasan Pemuda Prestasi Indonesia, Irfan Saputra, menyampaikan harapannya agar para calon Duta Pelajar Luwu Timur mampu bersaing di ajang tingkat provinsi. “Kami mencari duta pelajar yang akan mewakili Luwu Timur untuk bersaing di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Semoga yang terpilih nanti mampu membawa nama baik kabupaten dan meraih kemenangan,” ujarnya. Ia juga mengajak orang tua peserta memberikan dukungan penuh.

Dukungan keluarga memang sering menjadi penentu. Peserta yang lolos biasanya harus mengatur waktu antara sekolah, latihan penampilan, dan persiapan materi. Tanpa dukungan di rumah, proses itu mudah berubah menjadi beban, terutama bagi pelajar yang masih duduk di bangku SMP.

Finalis dari Sekolah di Malili

Beberapa finalis yang muncul di pemberitaan daerah memperlihatkan keragaman latar. Graceala Victoria Karundeng, siswi kelas 8C UPT SMP Negeri 1 Malili, terpilih sebagai finalis Duta Pelajar Luwu Timur 2026 dan membawa nama sekolahnya. Menurut Sarambang.id, ia menilai kesempatan itu sebagai pengalaman berharga untuk mengembangkan kepercayaan diri dan menambah wawasan di luar kegiatan belajar di kelas.

“Menjadi finalis Duta Pelajar Luwu Timur 2026 merupakan pengalaman yang berharga bagi saya. Saya bersyukur bisa membawa nama UPT SMP Negeri 1 Malili dan berharap dapat memberikan yang terbaik,” ujar Graceala, Minggu (11/10/2026). Ia juga berharap langkahnya menginspirasi pelajar lain agar berani mencoba hal baru.

Dari UPT SMP Negeri 2 Malili, Inayatur Rasyidah tampil sebagai finalis Puteri Duta Pelajar Kabupaten Luwu Timur dalam rangkaian Pekan Expo Koperasi dan UMKM sekaligus peringatan Harkopnas ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat malam (9/10/2026) di Lapangan Iniaku, Sorowako. Ia tampil dengan busana bernuansa ungu dan aksesori khas, sebagaimana dilaporkan Input Rakyat.

Talent Show di Panggung Harkopnas

Sebelum penilaian akhir, sebagian peserta menjalani talent show di panggung Pekan Expo Koperasi dan UMKM. Salah satunya Alisha Zahra, murid UPT SMP Negeri 2 Malili yang juga aktif di OSIS, Palang Merah Remaja, dan sanggar seni sekolah. Penampilannya menarik perhatian pengunjung yang memadati area kegiatan, seperti diberitakan Malili Pos.

Menggabungkan panggung besar dengan proses seleksi punya efek tersendiri. Peserta belajar tampil di depan orang banyak yang tidak semuanya datang untuk melihat mereka. Pengalaman semacam itu jarang didapat di ruang kelas, dan biasanya menjadi bekal berharga ketika mereka masuk dunia kerja atau organisasi.

Pendidikan di Luwu Timur memang sedang menghadapi banyak pembahasan, dari kualitas sarana hingga cara menilai siswa. Wacana soal penilaian dan kenaikan kelas, misalnya, pernah menjadi perhatian PGRI Luwu Timur seperti dibahas dalam artikel PGRI dukung wacana tidak naik kelas siswa. Sementara di jalur prestasi akademik, sejumlah pelajar Luwu Timur juga mencatat capaian di ajang nasional, seperti lima siswa SMP YPS Singkole yang lolos ke babak nasional sebuah kompetisi sains, sebagaimana diulas dalam artikel 5 siswa SMP YPS Singkole ke National Round KSR.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga