SUARALUTIM.COM, WOTU — Situasi di Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, kembali kondusif setelah aparat kepolisian meredam bentrok antar kelompok pemuda, Kamis (8/10/2026). Arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi yang sempat terganggu kini berjalan normal seperti biasa.
Bentrokan itu terjadi di ruas jalan lintas provinsi di wilayah Wotu. Dua kelompok pemuda sempat saling serang dengan lemparan batu, sebelum personel kepolisian bersama pemerintah desa turun langsung ke lokasi untuk menengahi kedua pihak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang menyebutkan adanya korban jiwa baru dari insiden bentrok tersebut. Kepolisian masih menyiagakan personel di sejumlah titik untuk memastikan tidak ada bentrokan susulan.
Viral Luwu Timur: Kronologi Singkat Bentrok di Wotu
Kejadian berlangsung pada Kamis malam, 8 Oktober 2026. Menurut laporan Batara Pos, dua kelompok pemuda yang berselisih terlibat aksi saling serang menggunakan batu di ruas Jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Wotu.
Lokasi itu dikenal sebagai jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Luwu Timur dengan daerah lain di Sulawesi Selatan. Setiap gangguan di ruas tersebut hampir selalu berdampak langsung pada mobilitas warga, angkutan barang, hingga aktivitas ekonomi harian.
Karena itu, langkah cepat aparat untuk menghentikan aksi saling serang menjadi penting. Selain mencegah meluasnya bentrokan, penanganan cepat juga menjaga keselamatan pengguna jalan yang melintas pada malam itu.
Upaya Negosiasi dan Pembubaran
Personel Polres Luwu Timur, Polsek Wotu, dan pemerintah desa melakukan negosiasi dengan kedua kelompok. Upaya itu berhasil: kedua pihak akhirnya membubarkan diri.
Bentrokan tidak berlangsung lama setelah personel dari beberapa kesatuan bergerak ke lokasi. Berdasarkan laporan Batara Pos, personel Polsek Wotu dibantu Polsek Mangkutana, Polsek Burau, dan Polsek Tomoni Timur, bersama unsur TNI serta kepala desa, turun langsung meredam aksi tersebut.
Arus Trans Sulawesi Kembali Normal
Setelah situasi mereda, kendaraan yang melintas di Jalan Trans Sulawesi kembali berjalan normal. Sebelumnya, arus kendaraan sempat dialihkan melintasi jalur dua RSUD I Lagaligo untuk menghindari area bentrokan.
Pengalihan itu bersifat sementara demi keselamatan pengendara. Begitu kondisi dinilai aman, arus lalu lintas dikembalikan ke jalur utama.
Meski sudah kondusif, puluhan personel kepolisian tetap melakukan penjagaan ketat dan patroli. Langkah itu diambil untuk mengantisipasi kemungkinan bentrokan susulan sekaligus memberi rasa aman kepada warga sekitar.
Latar Insiden Sebelumnya
Bentrokan pada Kamis malam memiliki kaitan dengan insiden yang terjadi sehari sebelumnya. Dalam laporan terpisah, Polsek Wotu menyebut aksi tawuran kelompok remaja dipicu insiden kecelakaan lalu lintas di pertigaan jalur dua RSUD I Lagaligo, Rabu malam, 7 Oktober 2026.
Kecelakaan itu melibatkan pengendara sepeda motor dan sebuah truk box. Korban warga dilarikan ke RSUD I Lagaligo, dan dua orang dilaporkan meninggal dunia. Nama dan identitas korban tidak dicantumkan dalam artikel ini sesuai kebijakan redaksi.
Kapolsek Wotu, AKP Simon Siltu, menjelaskan kepada Batara Pos bahwa keributan bermula ketika sekelompok remaja melintas di depan rumah sakit dengan memacu kendaraan. Situasi itu memicu ketegangan, hingga terjadi saling kejar dan lempar batu.
“Saat itu juga semua personel Polsek bergerak membubarkan aksi tawuran, sehingga tidak berlangsung lama,” kata Kapolsek, dikutip Batara Pos.
Dari rangkaian kejadian itu, aparat menyatakan tidak ada korban jiwa akibat aksi saling serang antar kelompok. Sementara itu, pengendara yang terlibat kecelakaan lalu lintas telah diamankan bersama satu unit kendaraan yang terlibat.


