Viral Luwu Timur pekan ini diwarnai peristiwa kecelakaan air di Danau Towuti. Sebuah perahu tradisional atau bala-bala karam di perairan Tanjung Kassi-Kassi, Desa Loeha, Kecamatan Towuti, Kamis (24/9/2026) sore. Dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah penumpang lainnya selamat.
Laporan awal menyebut perahu tersebut diduga dihantam ombak besar yang disertai angin kencang. Hingga laporan ini disusun, penyebab pasti kejadian belum dapat disimpulkan karena kepolisian masih melakukan pendalaman. Sesuai pedoman pemberitaan, identitas korban tidak dicantumkan dalam artikel ini.
Viral Luwu Timur: Kronologi Peristiwa di Danau Towuti
Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.30 WITA. Perahu tersebut sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Tokalimbo menuju kawasan Tanjung Batu, Desa Loeha. Perjalanan itu dilakukan untuk mengantar keluarga menuju kebun merica atau lada milik warga di sekitar kawasan tersebut.
Menurut laporan Satpolairud Polres Luwu Timur, perahu yang digunakan adalah perahu tradisional yang biasa disebut bala-bala. Perahu itu diduga dihantam ombak besar disertai angin kencang di sekitar perairan Tanjung Kassi-Kassi.
Warga yang mengetahui kejadian segera meneruskan informasi kepada masyarakat sekitar. Kepala Desa Loeha kemudian berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Bantilang untuk melakukan evakuasi terhadap para korban.
Korban dan Proses Evakuasi
Berdasarkan laporan kepolisian, dua orang dinyatakan meninggal dunia. Enam orang dilaporkan berhasil diselamatkan, terdiri dari lima penumpang dan seorang pengemudi perahu. Keterangan lain dari keluarga korban menyebut jumlah penumpang sembilan orang termasuk motoris, dengan delapan orang dilaporkan selamat.
Perbedaan rincian tersebut menjadi bagian dari pendalaman kepolisian, sehingga artikel ini tidak menyimpulkan jumlah akhir penumpang. Yang dapat dipastikan, peristiwa itu menimbulkan korban jiwa dan melibatkan sejumlah penumpang yang tengah melakukan perjalanan antarwilayah di dalam danau.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur turut membantu proses pemulangan jenazah ke daerah asal korban di Kabupaten Wajo menggunakan ambulans jenazah. Bantuan itu menjadi bagian dari respons lintas wilayah karena sebagian penumpang merupakan warga dari luar Luwu Timur yang sedang mengurus kebun di Kecamatan Towuti.
Pencarian dan Pengecekan Lokasi
Sehari setelah kejadian, Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 09.00 WITA, tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud, Satreskrim, dan Polsek Towuti bersama masyarakat Desa Loeha melakukan pencarian sekaligus pengecekan lokasi kejadian.
Sekitar pukul 10.00 WITA, tim menemukan perahu yang tenggelam pada jarak sekitar 160 hingga 165 meter dari tepi Danau Towuti, di sekitar Tanjung Kassi-Kassi. Penemuan itu membantu proses identifikasi titik kejadian dan pengumpulan bahan keterangan.
Penyebab Belum Disimpulkan
Polres Luwu Timur masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kecelakaan. Sejumlah aspek menjadi perhatian, antara lain kondisi perahu dan mesin, jumlah serta kapasitas penumpang, kondisi cuaca, angin, dan gelombang saat kejadian, hingga keterangan korban selamat dan para saksi.
Kepolisian juga mendalami informasi bahwa sebelum keberangkatan, pengemudi perahu sempat mendapat peringatan agar berhati-hati karena kondisi Danau Towuti disebut mulai mengalami ombak besar dan angin kencang. Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan belum dapat disimpulkan hanya dari kondisi cuaca, karena pemeriksaan terhadap berbagai faktor masih berlangsung.
Proses pendalaman semacam ini lazim dilakukan untuk kecelakaan air. Selain memeriksa faktor teknis, penyidik juga mengumpulkan keterangan dari penumpang yang selamat dan warga yang melihat langsung kejadian. Hasilnya akan menentukan apakah peristiwa ini murni dipicu kondisi cuaca atau ada faktor lain yang turut berkontribusi.
Kepolisian menyatakan akan terus mengikuti perkembangan penyelidikan dan menyampaikan informasi resmi. Sampai keterangan resmi itu diperoleh, masyarakat diimbau tidak menarik kesimpulan lebih jauh dari informasi yang beredar di media sosial.


