SOROWAKO — Bantuan modal usaha jarang menjadi berita besar. Namun di balik lapak empek-empek milik Ustadz Amin di Gowa, ada cerita yang terasa dekat dengan kehidupan warga Luwu Timur: seorang dai yang harus menghidupi keluarga sekaligus membina umat. Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) menyalurkan bantuan modal dan perlengkapan usaha kepadanya pada Rabu (14/10/2026). Bagi jaringan WIZ Luwu Timur, langkah itu bukan hal baru. Ia melanjutkan pola yang sudah bertahun-tahun dipakai di daerah ini: zakat tidak berhenti pada paket sembako, tetapi juga dipakai untuk menopang usaha kecil agar keluarga bertahan tanpa bergantung pada bantuan terus-menerus.
WIZ Luwu Timur dan Pelajaran dari Lapak Empek-Empek di Gowa
Ustadz Amin, yang akrab disapa Mas Amin, adalah penjual empek-empek asal Lamongan yang berjualan di Gowa sejak 2018. Dalam laporan resmi WIZ, ia digambarkan menjajakan dagangannya di kantin sekolah hingga berkeliling. Di tengah kesibukan itu, ia tetap aktif membina pengajian warga dan bertugas sebagai khatib salat Jumat setiap pekan.
Ketika usahanya berpeluang berkembang di kawasan Barombong, keterbatasan modal menjadi kendala untuk melengkapi sarana penunjang penjualan. Bantuan yang disalurkan WIZ diarahkan untuk memaksimalkan operasional lapak barunya. Yang menarik, bantuan itu tidak berhenti pada tambahan uang, tetapi juga perlengkapan usaha — hal kecil yang sering menentukan apakah sebuah lapak bisa buka lebih lama setiap hari atau tidak.
Bagi pembaca di Luwu Timur, kisah ini bukan peristiwa yang jauh. Pola yang sama sudah berjalan di Malili, Nuha, Towuti, dan wilayah lain: warga yang punya keterampilan berdagang tetapi terhenti karena alat dagang atau modal awal tidak mencukupi.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Mengapa Bantuan untuk Dai Dinilai Berbeda
Fasilitator Program WIZ, Muhammad Dwi Aprinandhi, menjelaskan alasan di balik pendampingan jenis ini. Menurutnya, mendukung usaha seorang dai bukan sekadar memberikan bantuan modal UMKM biasa, melainkan bentuk penguatan agar dai tersebut dapat terus fokus menjalankan peran sosial dan keagamaan di tengah masyarakat secara mandiri.
Logikanya sederhana dan bisa diuji siapa saja yang pernah mengurus rumah tangga. Seorang dai yang penghasilan hariannya tidak menentu cenderung mudah terganggu saat kebutuhan keluarga mendesak. Dengan usaha yang lebih stabil, ia punya ruang untuk tetap membina majelis, mengajar, dan melayani warga tanpa harus memilih antara mengurus umat atau mencari nafkah hari itu.
Karena itu, program kemandirian WIZ tidak bisa dibaca sebagai proyek sesaat. Ia menyambung dengan lima rumpun program lembaga: dakwah, tahfizh, pendidikan, kemandirian, dan kesehatan. Zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dikelola sebagai amanah, dengan WIZ tercatat sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional berdasarkan SK Kementerian Agama RI Nomor 1209/2024.
Jejak Program Kemandirian di Luwu Timur
Jejak paling jelas di Luwu Timur adalah program Berkah Mandiri. Pada Selasa (29/06/2021), WIZ Luwu Timur menyalurkan bantuan modal kepada warga Malili, Salman Alfarisi, untuk membuka warung bakso. Ketua WIZ Luwu Timur saat itu, Muhammad Resli, menyebut program tersebut bertujuan mendorong berkembangnya pelaku usaha kecil di Kabupaten Luwu Timur.
Menurut keterangan yang sama, bantuan modal Berkah Mandiri tidak hanya menyentuh satu titik. Program itu tersebar di beberapa wilayah Luwu Timur dengan harapan masyarakat bisa lebih mandiri dan ekonomi keluarga Muslim membaik. Yang diajukan warga bukan sekadar uang tunai, melainkan kebutuhan usaha — mulai peralatan warung sampai bahan dagangan awal.
Selain modal usaha, gerai WIZ Luwu Timur juga dikenal lewat penyaluran paket sembako bagi warga dhuafa, santunan bagi warga terdampak musibah, serta pendampingan keagamaan di tingkat kecamatan. Kombinasi bantuan darurat dan pemberdayaan inilah yang membuat jejak lembaga ini terasa di banyak kampung, bukan hanya di kota kecamatan.


