SOROWAKO — Kabar dari Gaza jarang sampai ke Luwu Timur dalam bentuk yang utuh. Pada 15 Oktober 2026, Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) bersama KITA Palestina menyalurkan amanah zakat masyarakat Indonesia kepada 500 santri penghafal Al-Qur’an di Masjid Imam Al-Syafi’i, kawasan Al-Zaytoun, Gaza. Bagi jaringan WIZ Luwu Timur, peristiwa itu bukan kabar yang jauh: ia adalah ujung rantai dari lembaga amil yang sama, yang di daerah ini lebih sering dikenal lewat paket sembako, bantuan musibah, dan pendampingan usaha kecil.
500 Santri Penghafal Al-Qur’an di Al-Zaytoun
Rilis resmi Wahdah Islamiyah menyebut penerima manfaat terdiri atas santri laki-laki dan perempuan. Penyaluran berlangsung di tengah situasi kemanusiaan yang serbaterbatas, ketika kegiatan belajar dan menghafal tetap berjalan meski fasilitas serta pasokan sangat minim.
Yang menarik, persoalan yang diangkat bukan sekadar kebutuhan pangan atau pakaian. Laporan itu menyoroti hal yang lebih sunyi: ketersediaan dana berkelanjutan untuk memberi insentif dan penghargaan bagi para santri. Artinya, persoalan intinya bukan lagi apakah anak-anak Gaza masih mau menghafal, melainkan apakah ada yang menopang mereka untuk bertahan.
Direktur WIZ, Syahruddin, menegaskan komitmen lembaga mengawal amanah donatur agar sampai langsung ke tangan para santri. “Zakat yang ditunaikan oleh masyarakat Indonesia bukan sekadar bantuan material, melainkan bahan bakar semangat bagi 500 santri di Gaza untuk terus mengkaji dan menghafal Al-Qur’an,” ujarnya seperti dikutip laman resmi Wahdah.
Dari sisi penerima, mitra lokal di Gaza, Syekh Mundzir, menyampaikan terima kasih dan mendoakan keselamatan bagi rakyat Indonesia. Ia menyebut tantangan terbesar mereka saat ini adalah kurangnya pendanaan untuk insentif dan penghargaan yang layak bagi santri penghafal Al-Qur’an.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Zakat Luwu Timur dan Rantai Penyaluran yang Sama
WIZ adalah Lembaga Amil Zakat Nasional di lingkungan Wahdah Islamiyah yang beroperasi berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Agama RI Nomor 1209/2024. Lembaga ini mengelola zakat, infak, sedekah, dan dana kemanusiaan melalui lima pilar: dakwah, tahfizh, pendidikan, kemandirian, dan kesehatan.
Karena berada dalam satu lembaga, dana yang dihimpun dari muzakki di Luwu Timur masuk ke kolam program yang sama dengan yang membiayai penyaluran di daerah lain. Mekanisme itulah yang membuat seorang pedagang di Malili atau seorang pegawai di Sorowako bisa menjadi bagian dari program yang berujung di Al-Zaytoun, tanpa harus tahu nama jalan tempat bantuannya mendarat.
Perlu dicatat secara terbuka: belum ada laporan resmi yang memisahkan berapa porsi dana dari Luwu Timur untuk program Gaza. Yang bisa dipastikan adalah mekanismenya satu lembaga, satu pencatatan, dan satu kewajiban pelaporan. Sementara penyaluran yang bersifat lokal dijalankan bersama jaringan pengurus dan relawan Wahdah Islamiyah Luwu Timur.
Informasi program, kalkulator zakat, serta kanal donasi resmi bisa dilihat di situs resmi Wahdah Inspirasi Zakat. Rincian penyaluran Gaza dipublikasikan pada laporan resmi Wahdah Islamiyah.
Jejak WIZ Luwu Timur di Kampung Sendiri
Di Luwu Timur, wajah lembaga ini paling jelas terlihat saat musibah. Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman Sorowako pada Rabu, 27 Agustus 2025, menghanguskan 49 unit rumah. Sehari setelahnya, WIZ Luwu Timur bersama Tim Wahdah Peduli Nuha menyalurkan bantuan tahap pertama berupa sembako dan kebutuhan harian di posko induk pemerintah.
Relawan tidak hanya menurunkan bantuan. Mereka ikut membersihkan puing rumah warga bersama pemerintah, TNI, Polri, dan komunitas lain. Koordinator WIZ Luwu Timur area Kecamatan Nuha, Ustaz Sugiyat, menyebut penyaluran itu sebagai wujud kepedulian terhadap sesama dan berharap warga terdampak diberi kekuatan menghadapi ujian.
Koordinator Wahdah Peduli Nuha, Ustaz Sunandar, menyampaikan harapan serupa: warga yang terdampak bisa segera bangkit dan menata kembali kehidupannya. Bagi warga Sorowako, kalimat itu bukan slogan, melainkan pengalaman yang mereka jalani sendiri pada hari-hari setelah kebakaran.
Kebiasaan berbagi juga berjalan di tingkat desa. Departemen Sosial DPD Wahdah Islamiyah Luwu Timur bersama Pemerintah Desa Wewangriu, Kecamatan Malili, menjalankan Gerakan Berbagi Sedekah Jumat Berkah dengan membagikan paket sembako kepada warga yang membutuhkan di seberang sungai Malili. Ketua Departemen Sosial DPD Wahdah Islamiyah Lutim, Sahabuddin, menyebut kegiatan itu rutin tiap pekan dan menyasar warga duafa di seluruh kecamatan.
Struktur organisasi di daerah ini juga cukup rapi. DPD Wahdah Islamiyah Luwu Timur membawahi lima dewan pimpinan cabang, yaitu Nuha, Towuti, Malili, Kalaena, dan Tomoni. Jaringan itulah yang menjadi ujung tombak pendataan warga, penyaluran bantuan, dan pembinaan majelis di tingkat kecamatan.
Pada 26–27 September 2026, DPD Wahdah Islamiyah Luwu Timur menggelar Musyawarah Pengurus Harian bersama pimpinan DPC se-Luwu Timur di Sorowako. Ketua DPD, Ustaz Arifuddin, ST., menekankan agar program kerja disusun berdasarkan kebutuhan dengan garis waktu yang jelas, termasuk pemerataan penyebaran dai dan penguatan ekonomi lembaga. Arah itu penting: gerakan sosial yang bergantung pada semangat musiman akan cepat berhenti, sedangkan yang punya struktur bisa berjalan sepanjang tahun.


