Sabtu, 31 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Tambang & Industri

Pelatihan Lifting Supervisor: Pengawas Pengangkatan yang Menentukan Beban Aman Sampai Turun

24 Oktober 2026 • Admin • 45 kali dibaca
ASM Group
Iklan

Kecelakaan pengangkatan jarang dimulai dari crane yang rusak. Lebih sering ia dimulai dari keputusan kecil beberapa menit sebelum tali diikat: beban dianggap ringan karena “biasanya juga begitu”, sudut sling tidak dihitung, area di bawah beban tidak benar-benar dikosongkan, dan tidak ada seorang pun yang merasa berwenang mengatakan hentikan. Di titik itulah pelatihan lifting supervisor mengambil peran. Yang dilatih bukan cara menarik tuas crane, melainkan cara memutuskan apakah sebuah pengangkatan layak dikerjakan hari ini, dengan alat dan orang yang ada.

Di Luwu Timur dan Makassar, pekerjaan angkat hadir di tempat yang jarang disebut orang sebagai proyek besar: bengkel yang membongkar komponen mesin, gudang yang menurunkan material dari truk, dermaga kecil, pabrik pengolahan, hingga konstruksi dan kawasan industri. Selama beban bergantung di udara, keselamatan bukan urusan operator saja, tetapi urusan orang yang mengatur seluruh rangkaian kerjanya.

Apa Itu Personel Pengangkat dan Mengapa Perusahaan Butuh

Istilah personel pengangkat dipakai cukup longgar di lapangan. Dalam praktik industri, ia menunjuk orang yang mengawasi jalannya pengangkatan dari awal sampai beban diletakkan: menyiapkan rencana angkat, memastikan alat dan orangnya sesuai, mengatur komunikasi, dan memegang kewenangan menghentikan pekerjaan bila kondisi berubah. Sebagian perusahaan menyebutnya lifting supervisor, sebagian pengawas pengangkatan atau koordinator lifting.

Peran itu penting karena pengangkatan mempertemukan banyak pihak dalam waktu singkat: operator, juru ikat, pembantu di lantai, pengawas area, sampai pemilik pekerjaan. Tanpa satu orang yang memegang kendali, instruksi mudah bertabrakan. Karena itulah program pelatihan dan sertifikasi LPK Lunarica menempatkan kompetensi pengawasan sebagai bagian dari jalur K3, bukan pelengkap.

Tata Atur
Iklan

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Yang Diatur Permenaker 8 Tahun 2020 dan Yang Tidak

Rujukan utamanya Permenaker Nomor 8 Tahun 2020 tentang K3 Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut, berlaku sejak 12 Juni 2020 dan mencabut PER.05/MEN/1985. Pada Pasal 140, peraturan ini menyebut empat personel yang wajib punya kompetensi dan kewenangan: teknisi, operator, juru ikat (rigger), serta ahli K3 bidang pesawat angkat dan pesawat angkut. Kompetensi dibuktikan sertifikat kompetensi, sedangkan kewenangan teknisi, operator, dan juru ikat dibuktikan Lisensi K3.

Jabatan lifting supervisor tidak muncul dalam daftar itu, dan itu bukan celah. Peraturan mengatur personel teknis yang mengoperasikan serta menguji alat, sementara fungsi pengawasan ditetapkan perusahaan sebagai bagian dari sistem manajemen K3. Menyebutnya “lisensi K3” justru keliru dan mudah terbongkar saat audit. Yang tepat: kompetensi pengawasannya disertifikasi, kewenangannya ditetapkan perusahaan, dan pekerjaan teknisnya tetap dijalankan personel berlisensi.

Pasal 141 menegaskan hal mendasar: pengoperasian harus dilakukan operator dengan kualifikasi sesuai jenis dan kapasitas alat, dan bila kekhususan pekerjaan menuntut, harus dibantu juru ikat. Pemeriksaan dan pengujian dilakukan ahli K3 bidang pesawat angkat bersama pengawas ketenagakerjaan spesialis. Pengawas pengangkatan bekerja di antara ketentuan itu, memastikan tidak ada yang dilewati karena dikejar jadwal.

Tugas Harian Lifting Supervisor di Lapangan

Pekerjaannya lebih banyak berupa verifikasi daripada perintah:

  • Menyetujui rencana angkat. Berat beban, titik angkat, radius, tinggi angkat, posisi alat, dan jalur ayun ditulis sebelum alat bergerak.
  • Memastikan berat beban dihitung, bukan ditaksir. Pelat dan komponen sering jauh lebih berat dari dugaan.
  • Membaca load chart pada radius nyata. Kapasitas turun tajam saat radius bertambah; angka brosur bukan angka lapangan.
  • Memeriksa alat bantu angkat sebelum dipakai. Pasal 126 menempatkan pemeriksaan awal ini pada juru ikat, dan pengawas memastikan pemeriksaan itu benar-benar terjadi serta alat dipakai sesuai jenis dan kapasitasnya.
  • Menetapkan area terlarang dan jalur orang. Tidak ada orang di bawah beban, dan jalur pekerja tidak memotong jalur ayun.
  • Mengunci satu jalur komunikasi. Satu juru isyarat, satu bahasa isyarat, dan penghentian segera bila isyarat tidak jelas.
  • Menilai kondisi pendukung. Daya dukung tanah, balok penopang, kemiringan, dan angin diperiksa sebagai bagian keputusan, bukan formalitas checklist.
  • Memegang kewenangan berhenti. Pengawas yang tidak boleh menghentikan pekerjaan sesungguhnya bukan pengawas.

Materi Pelatihan Lifting Supervisor yang Berguna

Pelatihan yang baik membuat peserta mampu mengambil keputusan teknis sederhana tanpa menunggu orang lain:

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga