Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Tambang & Industri

Pelatihan Teknisi Pesawat Angkat: Peran yang Menentukan Alat Berat Layak atau Tidak Dipakai

21 Oktober 2026 • Admin • 18 kali dibaca
ASM Group
Iklan

Pelatihan teknisi pesawat angkat hampir tidak pernah jadi topik hangat di ruang rapat perusahaan. Yang selalu dibicarakan operator, karena dialah yang terlihat menarik tuas crane sepanjang shift. Padahal ada satu peran lain yang menentukan apakah alat itu boleh dioperasikan sejak awal: teknisi. Tanpa tanda tangan dan catatan pemeriksaan dari teknisi, sebuah crane atau forklift tidak lebih dari mesin besar yang menunggu waktu untuk gagal.

Peran ini menjadi semakin penting ketika umur alat bertambah. Di area tambang, pelabuhan, gudang, dan proyek konstruksi, pesawat angkat jarang diganti sebelum benar-benar tua. Yang terjadi justru sebaliknya: alat dipakai lebih lama, diperbaiki berkali-kali, dan komponennya diganti satu per satu. Di titik itulah pengetahuan teknis tentang kelelahan bahan, korosi, dan sistem pengaman bekerja menentukan apakah alat masih layak atau harus berhenti.

Apa yang Sebenarnya Dikerjakan Teknisi Pesawat Angkat

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut memberi batas yang cukup tegas. Teknisi didefinisikan sebagai tenaga kerja yang bertugas melakukan pemasangan, pemeliharaan, perbaikan, dan/atau pemeriksaan peralatan atau komponen pesawat angkat dan pesawat angkut.

Kalimat itu mengandung empat jenis pekerjaan yang berbeda risiko. Pemasangan menuntut pemahaman struktur penopang dan beban kerja. Pemeliharaan menuntut kedisiplinan jadwal. Perbaikan menuntut ketelitian sambungan dan material pengganti. Sedangkan pemeriksaan menuntut keberanian menyatakan bahwa sebuah alat tidak layak pakai, meski produksi sedang mengejar target.

Tata Atur
Iklan

Itu sebabnya teknisi bukan jabatan yang bisa diisi siapa saja yang kebetulan pintar membongkar mesin. Ia bekerja dengan batas kewenangan yang jelas, tercatat dalam dokumen, dan dapat dipertanggungjawabkan ketika terjadi kecelakaan kerja. LPK Lunarica, lembaga pelatihan dan sertifikasi berbasis di Makassar dengan unit layanan di Luwu Timur, menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi berbasis kompetensi termasuk bidang K3, serta in-house training untuk perusahaan; rincian skema dan persyaratan peserta sebaiknya ditanyakan langsung ke kanal resmi LPK Lunarica.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Operator, Juru Ikat, dan Teknisi: Tiga Peran yang Sering Tertukar

Dalam praktik di lapangan, tiga sebutan ini kadang dipakai bergantian untuk orang yang sama. Padahal kewenangannya berbeda. Operator adalah tenaga kerja yang mengoperasikan pesawat angkat atau pesawat angkut. Juru ikat atau rigger mengikat muatan dan mengatur pengoperasian peralatan angkat. Teknisi menangani peralatan dan komponennya, bukan muatannya.

Di atas ketiganya masih ada Ahli K3 Bidang Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut, yaitu tenaga teknis dari luar instansi ketenagakerjaan yang ditunjuk Menteri untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian. Ada pula Pengawas Ketenagakerjaan Spesialis K3 bidang yang sama (ruang lingkup pengawasan Kemnaker). Jadi rantai kendalinya berlapis: teknisi memeriksa dan merawat, ahli K3 memeriksa dan menguji secara resmi, pengawas mengawasi penerapan normanya. Uraian khusus soal pengikatan muatan pernah dibahas dalam artikel tentang pelatihan juru ikat beban atau rigger, karena wilayah kerjanya bersinggungan langsung dengan teknisi di area angkat.

Kekeliruan yang paling sering terjadi adalah menganggap sertifikat operator sudah cukup untuk merawat alat. Operator memang dilatih mengenali gejala awal kerusakan, tetapi kewenangan menyatakan hasil pemeriksaan ada di tangan teknisi berlisensi. Membiarkan operator merangkap teknisi tanpa lisensi bukan penghematan, melainkan pelanggaran norma K3.

Alat Apa Saja yang Masuk Lingkupnya

Lingkup Permenaker 8/2020 jauh lebih luas dari yang dibayangkan banyak orang. Pesawat angkat mencakup kelompok dongkrak, keran angkat mulai dari chain block hingga tower crane dan mobile crane, alat angkat pengatur posisi benda kerja seperti takel dan rotator, serta personal platform seperti passenger hoist dan gondola.

Pesawat angkut terbagi ke kelompok alat berat, kereta, personal basket seperti manlift dan scissor lift, truk, serta robotik dan konveyor. Sementara alat bantu angkat dan angkut mencakup sling, spreader bar, lifting beam, jaring, dan kelengkapannya seperti shackle, turnbuckle, swivel, eyebolt, hingga magnetic lifter. Banyak kecelakaan di area angkat justru berawal dari alat bantu yang dianggap sepele, bukan dari crane-nya.

Lisensi K3: Masa Berlaku dan Hal Kecil yang Sering Terlewat

Lisensi K3 adalah kartu tanda kewenangan untuk melaksanakan tugas sebagai teknisi, operator, atau juru ikat di bidang pesawat angkat dan pesawat angkut. Perusahaan dilarang mempekerjakan teknisi, operator, atau rigger yang tidak memiliki lisensi tersebut. Aturan ini bukan imbauan; pelanggarannya dikenai sanksi sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Lisensi berlaku lima tahun dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu yang sama. Permohonan perpanjangan diajukan paling lambat tiga puluh hari sebelum masa berlakunya berakhir. Dua hal lain yang sering luput: lisensi hanya berlaku selama yang bersangkutan bekerja di perusahaan yang mengajukan permohonan, dan lisensi dapat dicabut bila pemegangnya terbukti melakukan tugas tidak sesuai jenis dan kualifikasinya, melakukan kelalaian yang menimbulkan keadaan berbahaya atau kecelakaan kerja, atau tidak melaksanakan kewajiban yang dipersyaratkan.

Konsekuensi praktisnya, teknisi yang pindah kerja perlu mengurus lisensi di perusahaan barunya. Perusahaan yang merekrut teknisi berpengalaman pun tetap harus memastikan kartu kewenangannya sesuai dengan jenis alat yang akan ditangani, bukan sekadar masih berlaku.

Isi Materi Pelatihan Teknisi Pesawat Angkat

Lampiran Permenaker 8/2020 memuat kerangka materi pembinaan teknisi yang cukup padat. Isinya berkisar pada kebijakan K3 dan peraturan perundang-undangan di bidang pesawat angkat dan pesawat angkut, lalu masuk ke pemeriksaan dan pengujian.

Bagian teknisnya mencakup mekanika teknik terapan, kelistrikan, pengetahuan motor penggerak, pengetahuan bahan, serta korosi dan pencegahannya. Ada juga materi membaca gambar teknik, karena tanpa kemampuan itu seorang teknisi sulit memastikan apakah sebuah komponen masih sesuai spesifikasi pabrikan atau sudah dimodifikasi. Kerangka itu ditutup dengan praktik pemeriksaan dan pengujian, penulisan kertas kerja, evaluasi teori, dan seminar.

Perhatikan komposisinya: teori memang ada, tetapi porsinya berimbang dengan praktik dan penulisan laporan. Ini masuk akal. Temuan teknisi hanya bernilai bila tertulis rapi, karena dari catatan itulah perusahaan memutuskan perbaikan, penggantian, atau penghentian pemakaian.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga