Mengapa Pendamping Desa Menentukan Hasil Program
Dalam praktik di berbagai daerah tambang, program pemberdayaan sering dinilai gagal bukan karena dananya tidak ada, tetapi karena tidak ada orang yang mengawal pelaksanaannya. Kegiatan berhenti pada seremonial pembukaan, sementara warga tidak pernah tahu kelanjutannya. Karena itu, posisi pendamping yang bekerja harian di desa menjadi kunci.
Pendamping berperan menjembatani dua bahasa yang berbeda: bahasa perusahaan dengan target dan dokumen, serta bahasa warga dengan kebutuhan yang sifatnya mendesak. Ketika dua bahasa itu bisa diterjemahkan dengan baik, program lebih mudah diterima dan lebih mungkin berkelanjutan, misalnya kegiatan yang bergerak di bidang pertanian, air bersih, atau usaha kecil warga.
Di sisi lain, pendamping juga dituntut transparan. Warga perlu tahu siapa penerima manfaat dan atas dasar apa nama-nama itu ditetapkan, terutama pada program bantuan yang menyentuh banyak rumah tangga. Keterbukaan inilah yang menjaga kepercayaan sekaligus mengurangi potensi perselisihan di desa.
Kolaborasi dengan Pemerintah Desa
Program pemberdayaan tidak berdiri sendiri. Pemerintah desa memiliki anggaran dan program sendiri, sementara perusahaan memiliki kewajiban PPM. Bila keduanya tidak disinkronkan, duplikasi kegiatan mudah terjadi. Justru dengan koordinasi, kegiatan bisa saling melengkapi, misalnya perusahaan menangani sarana produksi sementara desa mengurus pendampingan kelompok tani.
Mehdi juga menyampaikan apresiasi kepada para pendamping dan pemerintah desa pemberdayaan yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan program. Menurutnya, keterlibatan aktif pendamping membuat program berjalan lebih terarah, transparan, dan melibatkan masyarakat, sehingga tidak berhenti pada tahap perencanaan.
Kegiatan Lain di Wilayah Operasi
Selain program pemberdayaan desa, perusahaan yang sama juga terlibat dalam kegiatan lingkungan di wilayah Malili. Menjelang peringatan World Cleanup Day 2026, PT CLM mengagendakan aksi bersih sampah sekaligus transplantasi terumbu karang di kawasan Pulau Bulu Polo’e, Desa Harapan. Rencana itu dibahas dalam rapat koordinasi yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, TNI AL, Satpolairud Polres Luwu Timur, dan PMI.
Bagi warga, rangkaian kegiatan seperti ini penting dicatat karena berkaitan dengan dua hal sekaligus: kualitas lingkungan di sekitar area operasi dan potensi wisata bahari di pesisir Luwu Timur. Catatan yang terbuka membuat warga bisa menilai apakah program benar-benar berjalan atau hanya berhenti di pengumuman.
Bagaimana Warga Bisa Mengawal Program
- Menghadiri musyawarah desa ketika usulan kegiatan pemberdayaan dibahas bersama pendamping dan aparat desa.
- Menanyakan daftar penerima manfaat serta dasar penetapannya, karena program menyentuh rumah tangga warga.
- Meminta jadwal pelaksanaan yang jelas, supaya kegiatan tidak menumpuk di akhir periode.
- Menyampaikan persoalan di lapangan lebih awal melalui pendamping, bukan setelah kegiatan selesai.
Dengan cara itu, program pemberdayaan tidak hanya menjadi urusan administrasi perusahaan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari pembangunan desa di sekitar tambang Lutim.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apa itu PKD dalam program tambang Lutim?
PKD atau Pendamping Kegiatan Desa adalah tenaga yang mendampingi pelaksanaan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di desa-desa wilayah operasi, mulai dari penyusunan kegiatan hingga pelaporan.
Apakah program ini hanya seremonial?
Yang diuji justru pelaksanaannya. Rapat kerja mencatat kendala teknis, administrasi, dan koordinasi, lalu menetapkan tindak lanjut per desa. Seberapa jauh hasilnya, itu yang perlu dipantau warga dan pemerintah desa.
Mengapa warga perlu mengetahui rincian program?
Karena program pemberdayaan menyangkut siapa yang menerima manfaat. Dengan informasi yang terbuka, penyaluran lebih tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial di desa.
Artikel ini disusun dari pemberitaan Celebes Aktual soal rapat kerja PKD PT CLM serta laporan Sarambang.id mengenai kegiatan lingkungan perusahaan yang sama. Baca juga artikel SuaraLutim: PT CLM Bantu Pompa Air Petani Pasi-Pasi, Pulau Bulu Polo’e dan Terumbu Karang, dan rubrik Tambang & Industri.


