Bukan Bantuan Sesaat
Kedua program itu menggambarkan pendekatan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat PT Vale yang tidak berorientasi pada pemberian bantuan langsung. Orientasinya adalah peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan lokal, pemanfaatan potensi wilayah, dan penciptaan kemandirian masyarakat.
Abu Ashar menyatakan keberhasilan sebuah program tidak berhenti pada pelaksanaannya, tetapi ditentukan sejauh mana program itu menjawab kebutuhan masyarakat, menciptakan kemandirian, dan menghasilkan manfaat yang bertahan dalam jangka panjang. Ia menyebut penghargaan itu sebagai penyemangat untuk memperkuat kolaborasi dan menghadirkan inovasi sosial yang relevan dengan karakter setiap wilayah.
Heriyanto Agung Putra menambahkan bahwa dampak sosial yang berkelanjutan hanya bisa dicapai melalui keterlibatan masyarakat dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Menurutnya, program pemberdayaan yang kuat lahir ketika masyarakat ditempatkan sebagai bagian utama dari proses, bukan sekadar penerima manfaat.
Siapa yang menilai
Proses penjurian InTechSEA Awards 2026 melibatkan juri dari berbagai kementerian, lembaga negara, badan riset, dan kalangan akademisi. Mereka berasal antara lain dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi; Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral; Kementerian Pertanian; Kementerian Lingkungan Hidup; Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah; Komisi Nasional Disabilitas; PT Produksi Film Negara; Badan Riset dan Inovasi Nasional; serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi negeri.
Keterlibatan juri lintas disiplin itu menjadi bagian dari proses evaluasi terhadap inovasi dan program yang diajukan, termasuk menilai aspek keberlanjutan, dampak sosial dan lingkungan, inovasi, serta potensi pengembangan dan replikasi program.
Rekam Jejak dan Konteks Luwu Timur
Pencapaian tahun ini melanjutkan rekam jejak pada penyelenggaraan perdana InTechSEA 2025. Saat itu PT Vale meraih Platinum Award melalui inovasi Cocogrow untuk konservasi biodiversitas Dengen, serta Gold Award pada kategori Food, Energy and Water melalui program Woliko Berkesan.
Bagi Luwu Timur, sederet pengakuan itu penting dilihat dari dua sisi. Pertama, program pemberdayaan di sekitar tambang menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan sosial perusahaan dengan warga. Kedua, hilirisasi dan rencana pengembangan wilayah tambang baru membuat tuntutan terhadap program pemberdayaan ikut naik, terutama soal ketenagakerjaan lokal dan kesiapan sumber daya manusia.
Karena itu, penilaian publik yang sehat tidak berhenti pada jumlah penghargaan. Yang perlu dicermati adalah keberlanjutan program setelah pendampingan berakhir: apakah kelompok tani dan nelayan penerima manfaat tetap berjalan, apakah produk turunan punya pasar, dan apakah kelembagaan desa mampu melanjutkan tanpa pendampingan penuh.
FAQ InTechSEA dan Program Pemberdayaan
Apa itu InTechSEA Awards?
InTechSEA adalah ajang penghargaan bagi inovasi dan program yang memberi dampak sosial dan lingkungan. Nama lengkapnya Innovation and Technology for Social and Environmental Sustainability. Penilaiannya melibatkan juri dari kementerian, lembaga negara, badan riset, dan akademisi.
Apa isi Program PONDATA yang meraih Gold Award bidang pangan?
PONDATA adalah program pemanfaatan lahan nonproduktif menjadi lahan produktif dengan komoditas lokal. Sampai saat ini lima hektare lahan kritis sudah diolah, antara lain ditanami 36.000 pohon nanas dan 200 pohon kelapa genjah, serta menghasilkan lima produk turunan nanas keripik, selai, jus, dodol, dan manisan.
Program apa yang meraih Gold Award bidang kemaritiman?
Program Restorasi dan Konservasi Kawasan Pesisir dan Hasil Olahan Laut Kecamatan Malili. Program ini memakai pendekatan berbasis ekosistem dengan memanfaatkan terumbu karang, mangrove, dan lamun, sekaligus mendorong pengolahan hasil laut oleh masyarakat pesisir.
Langkah Selanjutnya
Setelah pengakuan di tingkat nasional, tantangan berikutnya ada di lapangan: memperluas jumlah desa yang menjalankan pola serupa dan memastikan produk turunan yang sudah lahir bisa bertahan di pasar. Untuk program pesisir, ukurannya bukan luas penanaman, melainkan apakah tutupan mangrove dan lamun pulih serta apakah hasil olahan laut menjangkau pembeli yang tetap.
Perkembangan itu sejalan dengan isu yang lebih luas di Luwu Timur, mulai dari penyiapan tenaga kerja lokal yang bersertifikat sampai pengelolaan lingkungan pascatambang. Arah kebijakan perusahaan dan pemerintah daerah pada tahun-tahun mendatang akan menentukan seberapa jauh program semacam PONDATA dan restorasi pesisir menyentuh kebutuhan warga.
Untuk verifikasi, laporan lengkap soal dua penghargaan itu bisa dibaca pada Kabar Lutim, sedangkan informasi kelembagaan tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional yang menyerahkan salah satu penghargaan tersedia di situs BRIN. Artikel terkait di SuaraLutim: rencana operasi Blok Tanamalia pada 2029, catatan setahun pascakebocoran pipa di Towuti, dan kanal Tambang dan Industri SuaraLutim.