Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Tambang & Industri

Tambang Luwu Timur: Harga Nikel Terendah, Cadangan Disorot

18 Oktober 2026 • Admin • 45 kali dibaca
ASM Group
Iklan

Luwu Timur – Harga nikel dunia kembali menyentuh level terendah tahun ini di tengah upaya Indonesia menahan laju produksi bijih. Pada Kamis (15/10/2026), harga nikel tercatat US$15.137 per ton, titik terlemah sepanjang 2026 bahkan sejak Desember 2025, seperti dikutip CNBC Indonesia. Pelemahan itu terjadi justru saat Kementerian ESDM mempertahankan kuota bijih nikel 2026 pada kisaran 260–270 juta ton. Bagi tambang Luwu Timur, tekanan harga ini bukan sekadar angka di layar bursa, melainkan pertanyaan tentang berapa lama cadangan bijih di Sorowako dan sekitarnya mampu menopang ekonomi daerah.

Harga Nikel Terendah Sejak Desember 2025

Data Trading Economics yang dikutip CNBC Indonesia menunjukkan harga nikel melemah sekitar 5,4 persen dalam empat pekan terakhir. Sebelumnya, pada Mei 2026, harga sempat mendekati US$20.000 per ton.

Tekanan harga terutama dipicu melimpahnya pasokan global, sementara prospek permintaan belum cukup kuat menyerap tambahan produksi. Persediaan nikel di London Metal Exchange (LME) berada di kisaran 283.000 ton pada awal Oktober 2026. Di sisi hilir, baja tahan karat masih menopang konsumsi, tetapi permintaan baterai kendaraan listrik menghadapi pesaing serius: teknologi lithium iron phosphate (LFP) yang lebih murah dan tidak memakai nikel dalam proporsi besar.

Iklan

Tata Atur
Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Surplus Global Berlanjut hingga 2027

International Nickel Study Group (INSG) dalam proyeksi Oktober 2026 memperkirakan pasar nikel global surplus 19.000 ton pada tahun ini, berbalik dari proyeksi sebelumnya yang memperhitungkan defisit 32.000 ton. Produksi nikel primer global diperkirakan 3,87 juta ton, sedangkan konsumsi 3,85 juta ton.

Surplus tahun ini memang menyusut tajam dibandingkan 2025 yang mencapai 299.000 ton. Namun INSG memperkirakan kelebihan pasokan kembali melebar menjadi 70.000 ton pada 2027, seiring produksi baja tahan karat global yang tumbuh 5 persen secara tahunan pada semester I-2026.

Kuota Dipangkas, Impor Bijih Justru Naik

Pemerintah mempertahankan kuota bijih nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 sebesar 260–270 juta ton. Penambahan kuota hanya dipertimbangkan selektif bagi smelter yang benar-benar kekurangan bahan baku.

Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) Arif Perdana Kusumah menilai pengetatan pasokan telah membantu mengurangi kelebihan pasokan tahun-tahun sebelumnya. Meski begitu, kebutuhan bahan baku industri pengolahan dalam negeri tetap tinggi. Data Badan Pusat Statistik yang dikutip Reuters mencatat impor bijih nikel dari Filipina mencapai 13,52 juta ton sepanjang Januari–Agustus 2026, naik 65,75 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Indikator Angka Sumber
Harga nikel (15 Okt 2026) US$15.137/ton Trading Economics via CNBC Indonesia
Proyeksi surplus INSG 2026 19.000 ton INSG, proyeksi Oktober 2026
Proyeksi surplus INSG 2027 70.000 ton INSG, proyeksi Oktober 2026
RKAB bijih nikel 2026 260–270 juta ton Kementerian ESDM
Impor bijih dari Filipina Jan–Agu 2026 13,52 juta ton (+65,75%) BPS via Reuters

FINI memperkirakan produksi nikel olahan Indonesia pada 2026 turun sekitar 3,5–4 persen dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025, produksi nikel olahan nasional mencapai sekitar 2,5 juta ton kandungan nikel: 2,05 juta ton dalam bentuk NPI, feronikel, dan matte, serta 450.000 ton dalam produk MHP dan nikel sulfat. Penurunan tahun ini dipengaruhi keterbatasan bahan baku, kenaikan harga bijih, kendala pasokan air akibat kekeringan, serta pengalihan sebagian kapasitas energi smelter ke industri aluminium.

FINI memproyeksikan produksi kembali naik pada 2027 seiring beroperasinya proyek berbasis high pressure acid leach (HPAL). Kapasitas MHP diperkirakan meningkat dari sekitar 450.000 ton kandungan nikel pada 2025 menjadi lebih dari 900.000 ton pada akhir 2027. Artinya, tekanan pasokan bergeser, bukan hilang.

Peringatan soal Umur Cadangan Nikel

Di balik perdebatan harga, ada persoalan lebih mendasar: umur cadangan. Komisaris Utama PT Aneka Tambang Tbk, Irwandy Arif, pada 21 September 2026 memperingatkan bahwa kenaikan kapasitas smelter mempercepat penipisan cadangan. Dengan tingkat produksi 735 juta ton, cadangan saprolit diperkirakan hanya bertahan sekitar enam tahun, sedangkan limonit sekitar 16 tahun, seperti dilaporkan The Jakarta Post.

Irwandy menilai Indonesia masih berada di tengah proses industrialisasi dan belum benar-benar sampai pada produk jadi. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Andry Satrio Nugroho menyorot arah kebijakannya. Menurut dia, pemangkasan kuota RKAB 2026 dimaksudkan menopang harga nikel dunia, tetapi Harga Mineral Acuan (HMA) nikel periode I Oktober 2026 justru turun ke US$16.323 per dry metric ton. Pemangkasan juga datang setelah kapasitas smelter terlanjur dibangun, dengan kebutuhan bijih diperkirakan 310–400 juta ton sementara impor dari Filipina hanya sekitar 23 juta ton.

Sebagai pembanding, data Kementerian ESDM yang dipublikasikan pada 2023 menyebut cadangan nikel Indonesia sekitar 5,2 miliar ton dengan sumber daya sekitar 17 miliar ton. Saat itu Irwandy — belum menjabat di Antam — memperkirakan umur nikel kelas 2 seperti NPI dan feronikel hanya 6–11 tahun, sedangkan nikel kelas 1 untuk baterai 25–112 tahun, seperti tercatat di arsip Kementerian ESDM. Selisih rentang itu menunjukkan umur cadangan sangat bergantung pada produk apa yang dipacu dan seberapa gencar eksplorasi dilakukan.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga