Sabtu, 10 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Tambang & Industri

Tambang Luwu Timur: Neraca Air Sorowako 2.0 Disorot

27 September 2026 • Admin • 28 kali dibaca
Skema sistem air operasi tambang nikel Sorowako di Luwu Timur
Gambar: Dok. The Sawerigading Institute (TSI) - skema sistem air PT Vale di Sorowako, Luwu Timur.
ASM Group
Iklan

Proyek HPAL dan Kebutuhan Air Baru

PT Vale mengembangkan Integrated Growth Project Sorowako Limonite, yang oleh TSI disebut dirancang mengolah lapisan limonit dari aktivitas penambangan yang sudah berjalan. Targetnya sekitar 60.000 ton nikel dalam bentuk mixed hydroxide precipitate (MHP) per tahun, dengan nilai investasi sekitar US$1,9 miliar dan target penyelesaian pada akhir 2028.

Limonit yang selama ini dipandang sebagai material penutup tambang kini diarahkan menjadi bahan baku produk antara untuk rantai pasok baterai kendaraan listrik. Teknologi yang dipakai adalah High Pressure Acid Leach (HPAL), proses yang dikenal menyerap air dalam jumlah signifikan.

Sebagai gambaran pembanding, kajian itu mengutip laporan PT Halmahera Persada Lygend yang mencatat penggunaan air sekitar 126 meter kubik untuk setiap ton MHP. TSI menegaskan angka tersebut bukan angka resmi proyek di Sorowako dan tidak bisa dipakai begitu saja sebagai proyeksi.

Yang belum dipublikasikan

Sampai kajian itu disusun, kebutuhan air tahunan fasilitas HPAL di Sorowako belum dipublikasikan secara spesifik. Pada halaman proyek yang tersedia, kapasitas produksi dan nilai investasi sudah dijelaskan, tetapi angka kebutuhan air belum menjadi bagian dari informasi terbuka.

Tata Atur
Iklan

Di sisi lain, TSI mencatat adanya perbedaan angka dalam informasi publik tentang air. Halaman manajemen air dan efluen mencantumkan pengambilan air Sorowako sekitar 31,59 juta meter kubik, sementara Laporan Keberlanjutan 2025 mencatat 15,08 juta meter kubik.

Perbedaan itu belum cukup disebut kesalahan karena bisa berasal dari perbedaan basis pelaporan, definisi, periode, atau pembaruan data. Namun penulis kajian menilai hal tersebut layak memperoleh penjelasan lebih rinci, terutama karena angka 31,589 juta juga muncul dalam laporan tahunan 2025 sebagai penggunaan energi dalam satuan gigajoule, bukan meter kubik air.

Ujian Kemarau: El Niño dan Pelajaran Morowali

Tekanan terhadap air tidak selalu datang dari industri. Faktor cuaca bisa mengubah seluruh perhitungan. Pada September 2026, BMKG mencatat kondisi El Niño sangat kuat dengan sejumlah wilayah di Sulawesi berada dalam peringatan kekeringan.

Pada dasarian pertama September, sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan tercatat mengalami curah hujan di bawah normal. Untuk Oktober 2026, Luwu Timur termasuk wilayah yang diprakirakan mengalami curah hujan kategori rendah, sekitar 0 sampai 100 milimeter per bulan.

Pengalaman kawasan industri Morowali memberi gambaran risiko tersebut. Pada September 2026, Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mengonfirmasi terjadinya kekurangan air yang berkaitan dengan kondisi El Niño. Sejumlah smelter disebut mengurangi produksi NPI, sementara pengelola mencari sumber air alternatif.

TSI menegaskan Morowali bukan Sorowako, sehingga kondisinya tidak bisa disamakan. Namun kejadian itu memperlihatkan satu hal sederhana: air bisa berubah dari kebutuhan operasional biasa menjadi faktor yang memengaruhi produksi ketika kondisi iklim berubah.

Yang diminta dari kajian ini

Kajian tersebut tidak menuntut penghentian proyek. Yang diminta adalah perhitungan yang lebih terbuka: berapa air tersedia, berapa yang dibutuhkan tiap sektor, dan bagaimana pembagiannya saat musim berganti.

Karena infrastruktur HPAL yang ditargetkan selesai pada akhir 2028 dirancang untuk beroperasi puluhan tahun, angka kebutuhan air tahunan dianggap bukan informasi pelengkap. Ia menjadi variabel utama yang menentukan keberlanjutan ekonomi dan lingkungan kawasan.

FAQ Neraca Air Tambang Luwu Timur

Berapa air yang diambil operasi tambang di Sorowako?

Laporan Keberlanjutan 2025 PT Vale mencatat pengambilan air di Sorowako 15.079.167 meter kubik sepanjang tahun, seluruhnya disebut dari Danau Matano, dengan produksi nickel matte 72.027 ton pada periode yang sama.

Apa itu proyek Sorowako Limonite?

Proyek pengolahan bijih limonit dari aktivitas penambangan yang sudah berjalan, diolah dengan teknologi HPAL untuk menghasilkan MHP sebagai bahan baku produk antara baterai, dengan target sekitar 60.000 ton nikel per tahun dan penyelesaian akhir 2028.

Mengapa musim kering jadi perhatian?

Karena BMKG mencatat kondisi El Niño sangat kuat pada September 2026 dan memprakirakan curah hujan Luwu Timur pada Oktober 2026 hanya sekitar 0 sampai 100 milimeter per bulan, sehingga ketersediaan air perlu dihitung pada skenario terburuk.

Kajian lengkap dapat dibaca pada publikasi TSI soal neraca air Sorowako dan laporan Bisnis.com soal HPAL limonit. Bacaan lanjutan di SuaraLutim: nilai tambah limonit Sorowako, PLTA Vale dan ketahanan energi, dan catatan setahun pascakebocoran pipa di Towuti.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga