Jawaban OpenAI dan Sikap Common Sense Media
OpenAI menyatakan keberatan terhadap sebagian metode dan temuan itu. Menurut perusahaan, banyak pengujian notifikasi orang tua terjadi sebelum proses penautan akun orang tua dan remaja selesai, yang menurut mereka bisa memakan waktu beberapa jam. OpenAI juga menjelaskan bahwa perkiraan usia memang memakai banyak sinyal dan butuh sampai dua minggu, dan selama masa itu pengguna diberi perlindungan tambahan meski tidak sekuat perlindungan di ChatGPT for Teens.
Soal rujukan krisis, OpenAI menyatakan data berskala lebih besar menunjukkan peningkatan tampilnya sumber layanan bantuan kepada pengguna di bawah 18 tahun pada periode yang diteliti. Perbedaan ini sebagian bersumber dari cara berbeda memahami apa yang seharusnya dicapai oleh pengamanan tersebut.
Sebagian perbedaan juga menyangkut definisi. Common Sense menganggap kemampuan keluar dari Jam Belajar sebagai bukti kontrol orang tua tidak berjalan, sementara OpenAI menyebut keluwesan itu memang sengaja dirancang. Cara membaca data yang berbeda membuat dua pihak bisa sama sama merasa benar.
Kepala institusi itu, Tom Siegel, menilai hal yang diumumkan OpenAI pada Agustus sebenarnya berpotensi menjadi yang terbaik di industri, tetapi masih ada jarak antara janji dan kenyataan. Kepada Axios ia menyebut pengumuman itu terasa lebih seperti bahan pemasaran yang tidak ditopang kerja rekayasa. Ia juga menegaskan keluarga tidak bisa sepenuhnya menyerahkan pengasuhan anak kepada produk teknologi yang masih baru dan masih banyak cela.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Apa Artinya bagi Literasi Digital Keluarga di Indonesia
Bagi keluarga di Indonesia, temuan ini menegaskan satu hal: fitur pengamanan bawaan tidak bisa dijadikan satu satunya penjaga. Notifikasi yang tidak terkirim, mode belajar yang mudah dilewati, dan perkiraan usia yang lambat adalah tanda bahwa pengawasan manusia tetap diperlukan.
Literasi digital di rumah bisa dimulai dari percakapan sederhana. Tanyakan apa yang anak cari lewat chatbot, jelaskan bahwa jawabannya bisa salah, dan sepakati kapan alat itu boleh dipakai untuk pekerjaan sekolah. Bahasan serupa pernah kami angkat ketika iklan ChatGPT masuk Indonesia dan menuntut kejelasan aturan bagi pelaku usaha kecil.
Untuk sekolah, aturan pemakaian yang jelas lebih berguna daripada larangan tanpa penjelasan. Guru dapat meminta siswa menunjukkan proses berpikir, bukan hanya hasil akhir, sehingga mode belajar benar benar dipakai untuk belajar. Artikel kami soal perlindungan data pengguna Mac juga menunjukkan bahwa kontrol akses dan pengawasan sebaiknya dipasang sejak awal, bukan setelah masalah muncul.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa saja yang dinilai bermasalah dari ChatGPT for Teens?
Notifikasi orang tua yang tidak terkirim, rujukan krisis yang tidak konsisten, mode belajar yang mudah dilewati, perilaku yang menyerupai teman, dan perkiraan usia yang tidak berjalan sesuai janji.
Apa tanggapan OpenAI atas temuan itu?
OpenAI menyatakan keberatan terhadap sebagian metode pengujian. Perusahaan menyebut banyak uji notifikasi dilakukan sebelum penautan akun selesai, dan perkiraan usia memang butuh waktu sampai dua minggu.
Apa saran Common Sense Media?
Lembaga itu meminta OpenAI membatasi akses ke usia 18 tahun ke atas sampai celah ditutup, dan menyarankan orang tua tidak mengandalkan pengamanan bawaan saja.


