Jakarta – Google DeepMind mengumumkan Gemini 4 Argon pada 30 September 2026 sebagai model pertama dari generasi Gemini 4. Perusahaan menyebutnya sebagai kecerdasan buatan terkuat yang pernah mereka latih, dengan satu keunggulan teknis yang langsung terlihat: satu respons model bisa memuat sampai 1 juta token, naik dari batas 64 ribu token pada model Gemini sebelumnya. Menariknya, model paling pintar itu justru tidak dibuka untuk publik sejak hari pertama.
Akses awal Argon diberikan kepada sekelompok kecil peneliti keamanan siber yang sudah diverifikasi. Google memilih menguji model tersebut lebih dulu di lingkungan paling sensitif sebelum membawanya ke pasar luas. Langkah itu menandai pergeseran cara laboratorium AI besar memperkenalkan produk termahal mereka.
Apa Itu Gemini 4 Argon dan Mengapa Disebut Kecerdasan Buatan Terkuat Google
Argon dirancang untuk pekerjaan panjang yang menuntut penalaran berlapis. Google menyebut tiga bidang sasaran utama: rekayasa perangkat lunak pada basis kode nyata, pekerjaan pengetahuan perusahaan seperti hukum dan keuangan, serta pertahanan siber. Ketiganya punya kemiripan, yaitu tugas yang berjalan lama dan butuh banyak langkah sebelum selesai.
Perusahaan juga menempatkan kemampuan multimodal sebagai pembeda. Argon dapat menganalisis bagan profesional, membaca detail dari video panjang, dan mengambil tindakan berdasarkan rangkaian dokumen sekaligus. Kombinasi itu yang membuat model ini diposisikan sebagai alat kerja, bukan sekadar penjawab pertanyaan.
Lompatan dari 64 Ribu ke 1 Juta Token
Perubahan paling teknis ada pada panjang keluaran. Model frontier pesaing saat ini, yaitu Claude Opus 5.5, Claude Fable 5.1, dan GPT-6 Astra, masing-masing membatasi satu respons pada 128 ribu token. Argon menaikkan batas itu menjadi 1 juta token, atau sekitar delapan kali lipat.
Bagi pengembang, artinya pekerjaan besar tidak perlu lagi dipecah menjadi banyak percakapan. Refaktor besar atau laporan panjang bisa diselesaikan dalam satu jalur pengerjaan. Biayanya juga nyata: satu juta token keluaran penuh setara 10 dolar AS pada harga perkenalan dan 20 dolar AS setelahnya.
Harga Perkenalan dan Diskon Cache
Google membuka harga Argon di 2 dolar AS per satu juta token input dan 10 dolar AS per satu juta token output. Token input yang tersimpan di cache mendapat diskon 95 persen, sehingga tarifnya menjadi 0,10 dolar AS per satu juta token. Setelah masa perkenalan berakhir, harga naik menjadi 4 dolar AS untuk input dan 20 dolar AS untuk output.
Lembaga penguji independen Artificial Analysis melaporkan bahwa Argon menyamai GPT-6 Astra pada Intelligence Index mereka, tetapi dengan biaya per tugas sekitar 60 persen dari model pesaing itu. Angka tersebut dihitung memakai harga diskon, sehingga posisi biaya Argon bisa berubah setelah masa perkenalan selesai.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Siapa yang Boleh Memakai Argon
Untuk sementara, hanya mitra keamanan siber terverifikasi yang bisa mengakses Argon. Mereka masuk lewat Fairwind Program, inisiatif pertahanan siber Google DeepMind. Tim internal Google termasuk penerima awal, dan sebagian dari mereka menerima versi tanpa pembatas khusus siber untuk keperluan kerja defensif.
Berikutnya adalah pelanggan API berbayar dan pelanggan Google AI Ultra, meski Google belum menyebut tanggalnya. Setelah itu baru perusahaan besar dan konsumen umum. TechCrunch melaporkan karyawan Google sendiri sudah memakai Argon untuk pekerjaan harian, termasuk mencari kesalahan program dan memindahkan basis kode ke versi baru.
Pertahanan Siber Jadi Andalan Argon
Argon dilatih untuk menemukan, memvalidasi, dan menambal kerentanan perangkat lunak secara mandiri. Pada CWE-bench v1, tolok ukur perbaikan kerentanan, model ini berbagi peringkat pertama dengan skor 68 persen. Model pesaing dalam papan itu dijalankan memakai kerangka agen masing-masing.
Perusahaan keamanan Wiz sudah menguji Argon lewat inisiatif Scan for Good. Model itu menemukan kerentanan kritis pada perangkat lunak kesehatan yang dipakai rumah sakit di berbagai negara. Google menyatakan model frontier sebelumnya melewatkan celah tersebut.


