Jakarta, SuaraLutim – Artikel ini disusun dari pemberitaan media arus utama pada 12 Oktober 2026.
Berita Indonesia soal bantuan subsidi upah (BSU) kembali mencuat setelah pemerintah
memastikan program itu masuk paket bantuan kuartal IV 2026. Menteri Koordinator Bidang
Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bantuan diberikan satu kali untuk tiga bulan dengan
nilai Rp300 ribu per bulan. Setiap penerima karena itu memperoleh total Rp900 ribu. Sasaran
program ini sekitar 13,3 juta pekerja dengan kebutuhan anggaran hampir Rp12 triliun.
Berita Indonesia: Bantuan Subsidi Upah Cair Kuartal IV 2026
Airlangga menyampaikan keterangan itu usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto
di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 30 September 2026. Menurut dia, rapat membahas sejumlah
program bantuan yang disiapkan untuk kuartal keempat. Bantuan subsidi upah ditempatkan sebagai
salah satu instrumen untuk menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah menyebut pencairan masuk
periode Oktober sampai Desember 2026.
Skema satu kali untuk tiga bulan dipilih agar penyaluran lebih sederhana. Airlangga
menjelaskan, bantuan itu diberikan kepada pekerja yang ditetapkan sebagai penerima. Anggaran
yang disiapkan hampir Rp12 triliun. Jumlah tersebut lebih kecil dibanding anggaran bantuan
pangan dalam paket yang sama.
Pemerintah masih menyeleksi calon penerima bersama kementerian terkait. Airlangga menyatakan
angka penerima masih dicocokkan sehingga daftar final belum diumumkan. Proses itu mencakup
pencocokan data pekerja dengan basis data kementerian. Karena itu, pemerintah belum membuka
kanal resmi untuk mengecek nama penerima.
Besaran Rp300 Ribu per Bulan Selama Tiga Bulan
Besaran bantuan ditetapkan Rp300 ribu per bulan. Karena diberikan sekaligus untuk tiga bulan,
total yang diterima setiap pekerja mencapai Rp900 ribu. Pola itu sama dengan skema penyaluran
bantuan serupa pada periode sebelumnya. Pemerintah menekankan bantuan ini bersifat tambahan,
bukan pengganti upah.
Menurut keterangan Airlangga, kebutuhan anggaran program diperkirakan mendekati Rp12 triliun.
Angka itu dihitung dari jumlah penerima dikalikan nilai bantuan per orang. Pemerintah belum
memerinci berapa pekerja yang sudah lolos verifikasi tahap pertama. Proses verifikasi disebut
melibatkan data dari beberapa instansi.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Sasaran 13,3 Juta Pekerja dan Verifikasi Penerima
Kelompok sasaran utama adalah pekerja yang masuk kriteria penerima yang ditetapkan
pemerintah. Airlangga menyebut jumlah sasarannya sekitar 13,3 juta pekerja. Kriteria itu
disusun bersama kementerian yang menangani ketenagakerjaan. Verifikasi dilakukan agar bantuan
tidak salah sasaran.
Pekerja yang merasa memenuhi syarat diminta menunggu pengumuman resmi. Sebelum daftar final
diterbitkan, pemerintah belum membuka layanan pengaduan khusus. Masyarakat juga diimbau tidak
mengikuti tautan pendaftaran yang beredar di media sosial. Tautan semacam itu berpotensi
menjadi modus penipuan data.
Pemerintah belum menyebut bank penyalur untuk tahap pencairan kali ini. Pada penyaluran
sebelumnya, bantuan dikirim ke rekening penerima melalui bank yang ditunjuk. Jika nomor rekening
tidak valid, bantuan biasanya ditahan sampai data diperbaiki. Pekerja diminta memastikan data
rekening aktif dan sesuai identitas.
Bantuan Pangan dan Rekening Gratis dalam Paket yang Sama
Rapat terbatas di Istana juga membahas bantuan pangan berupa beras 10 kilogram. Bantuan itu
diberikan untuk tiga bulan dan diserahkan satu kali untuk periode Oktober sampai Desember.
Sasarannya 33.244.408 keluarga penerima manfaat kelompok desil 1 sampai 4. Kebutuhan anggarannya
sekitar Rp17,5 triliun.
Program ketiga adalah pembukaan rekening gratis bagi warga berusia di atas 17 tahun. Program
itu diarahkan pada kelompok desil 1 sampai 4. Angka calon penerimanya masih dihitung bersama
kementerian terkait. Pemerintah berharap inisiatif ini memperluas akses layanan keuangan warga
berpenghasilan rendah.
Sejumlah pemberitaan menyebut bantuan pangan dan subsidi upah menelan setidaknya Rp29,5
triliun. Laporan lain menyebut paket stimulus kuartal IV 2026 secara keseluruhan mencapai
sekitar Rp31 triliun. Perbedaan itu muncul karena cakupan program yang dihitung berbeda.
Pemerintah belum merilis rincian tunggal untuk seluruh paket.


