Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Indonesia: Bulog Siapkan 300 Ribu Ton Beras Premium

11 Oktober 2026 • zul • 25 kali dibaca
Tanaman padi menjelang panen di sawah Indonesia
Undeka 11, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Tata Atur
Iklan

Berita Indonesia soal pangan kembali mencuat. Perum Bulog menambah pasokan beras premium dari 180 ribu ton menjadi 300 ribu ton untuk mengendalikan harga di pasaran. Penambahan itu merupakan penugasan langsung dari Menteri Pertanian, kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

Pernyataan itu disampaikan Rizal di Jakarta pada Jumat 9 Oktober 2026. Menurut dia, Bulog diperintahkan segera memproduksi dan menggelontorkan beras premium sebanyak 300 ribu ton agar harga di tingkat konsumen kembali mendekati ketentuan pemerintah.

Kenaikan harga beras premium memang terjadi di banyak daerah menjelang akhir tahun. Periode September sampai Desember bukan musim panen, sehingga pasokan dari petani berkurang sementara permintaan tetap berjalan.

Berita Indonesia: Bulog Siapkan 300 Ribu Ton Beras Premium

Rizal menjelaskan, selama ini Bulog mengelola porsi komersial sekitar 20 persen dari kebutuhan nasional untuk memberi ruang bagi pelaku usaha swasta. Karena harga terus melambung, kuota penugasan Bulog ditingkatkan.

Biasanya porsi komersial yang dikelola sekitar 180 ribu ton. Kini angka itu naik menjadi 300 ribu ton dengan harapan bisa menutup kebutuhan masyarakat dan menurunkan harga beras premium.

Beras premium hasil pengolahan itu mulai diisi ke toko dan ritel modern. Rizal menyebut Bulog telah mendistribusikan sekitar 71 sampai 72 ribu ton beras premium melalui ritel modern dan agen Bulog yang ada di pasar.

Harga Gabah di Atas Rp7.000 per Kilogram

Salah satu penyebab kenaikan harga beras premium adalah mahalnya gabah di tingkat petani. Rizal menyebut saat ini tidak ada lagi harga gabah di bawah Rp6.500 per kilogram.

Rata rata harga di lapangan, menurut dia, sudah menembus Rp7.000, Rp7.500, hingga Rp8.000 per kilogram. Pasokan dan produksi petani yang menurun pada periode ini ikut menekan harga bahan baku.

Meski begitu, Bulog memastikan stok beras medium relatif aman. Rizal menyatakan kenaikan harga lebih terpusat pada segmen premium, sementara beras medium tidak mengalami lonjakan berarti.

Antara Penyerapan Petani dan Stabilitas Harga

Bulog melaporkan penyerapan beras petani hingga 8 Oktober 2026 menembus 4,11 juta ton. Angka itu melampaui target tahunan sebesar 4 juta ton dan menjadi rekor tertinggi sejak Bulog berdiri.

Capaian tersebut melampaui rekor sebelumnya pada 2012 sebesar 3,65 juta ton dan jauh melebihi realisasi 2025 yang berada di angka 3,19 juta ton. Hingga Jumat 9 Oktober 2026, total stok beras yang dikuasai Bulog disebut menyentuh 4,5 juta ton.

Penyerapan besar besaran bertujuan memperkuat cadangan sekaligus menjaga harga di tingkat petani. Nations seperti India, Vietnam, dan Thailand juga dilaporkan memperketat pasokan akibat El Nino, sehingga stok dalam negeri menjadi penting.

Harga Beras Premium di Atas HET

Harga beras premium di pasar sebelumnya berada di kisaran Rp17.000 sampai Rp18.000 per kilogram. Angka itu melampaui harga eceran tertinggi atau HET yang ditetapkan pemerintah sekitar Rp14.900 sampai Rp15.800 per kilogram, bergantung wilayah penjualan.

Pengalihan sebagian cadangan beras pemerintah menjadi beras premium ditujukan untuk melakukan penetrasi pasar. Harapannya, tambahan pasokan menekan harga eceran sehingga kembali mendekati HET.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan harga beras premium sudah naik lebih cepat dibanding beras medium. Pada Agustus 2026, harga beras premium di tingkat penggilingan tercatat naik 1,22 persen secara bulanan dan 10,07 persen secara tahunan.

Intervensi pemerintah menunjukkan hasil bertahap. Inflasi beras bulanan turun dari 0,49 persen pada Juli menjadi 0,42 persen pada Agustus, sedangkan inflasi tahunannya melambat dari 3,10 persen menjadi 2,77 persen.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga