Minggu, 1 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Indonesia: Desa Mulai Pasok Biomassa ke PLTU

31 Oktober 2026 • zul • 24 kali dibaca
Ilustrasi kompleks PLTU Suralaya di pesisir Banten yang menjadi tujuan pasokan biomassa desa
satari, CC BY 3.0, via Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Peluang Ekonomi bagi Desa dan BUMDes

Bagi desa, kontrak pasokan memberi kepastian pendapatan. BUMDes bisa mempekerjakan warga untuk mengumpulkan, mengeringkan, dan mengecilkan bahan baku. Rantai kerja itu menyerap tenaga kerja yang tidak membutuhkan keahlian tinggi.

Kementerian Desa menilai program ini sejalan dengan arah pembangunan dari desa. Yandri menyebut biomassa sebagai instrumen agar ada sumber ekonomi baru yang sampai ke tingkat desa, bukan hanya berputar di kota. Pernyataan itu juga dirilis lewat ANTARA.

Skema harga perlu dirancang hati-hati. Bila terlalu rendah, desa kehilangan insentif mengumpulkan limbah. Bila terlalu tinggi, biaya pokok pembangkit naik dan beban itu berpotensi berlanjut ke tarif listrik.

Pengalaman program serupa di sejumlah daerah menunjukkan pentingnya pendampingan awal. BUMDes yang mendapat pelatihan cenderung mampu menjaga mutu dan ketepatan jadwal pengiriman.

Tata Atur
Iklan

Di sisi lain, panen padi dan jagung bersifat musiman. Pasokan biomassa bisa naik tajam pada bulan tertentu lalu menipis. Desa perlu gudang dan strategi penyimpanan agar pengiriman tetap stabil.

Kebutuhan pangan juga harus dijaga. Sekam dan jerami adalah residu, bukan bagian yang dikonsumsi. Pemerintah menegaskan agar bahan baku tidak mengganggu pasokan beras, yang stoknya masih menjadi perhatian seperti dibahas dalam artikel stok beras 4,56 juta ton.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Tantangan di Lapangan

Tantangan pertama adalah logistik. Limbah pertanian tersebar di banyak titik dengan volume kecil. Biaya pengumpulan bisa lebih besar dari nilai jual bila tidak ada pengelola di tingkat desa.

Tantangan kedua adalah mutu yang konsisten. Pembangkit menuntut pasokan dengan spesifikasi seragam. Tanpa pengeringan dan pencacahan yang benar, biomassa hanya menjadi beban tambahan di ruang bakar.

Tantangan ketiga adalah tata kelola BUMDes. Tidak semua badan usaha desa punya pembukuan rapi dan kemampuan negosiasi kontrak. Pendampingan menjadi penentu apakah program berjalan lama.

Pemerintah menyebut pendampingan akan dilakukan bertahap. Kementerian Desa memetakan potensi, sementara PLN menyiapkan sisi penerimaan di pembangkit.

Apa yang Diketahui

PLN Group dan Kementerian Desa meluncurkan program pasokan biomassa dari desa pada 31 Oktober 2026 di Serang, Banten. Pasokan perdana berasal dari Desa Salira menuju PLTU Suralaya.

PLN menargetkan 2,4 juta ton batu bara digantikan biomassa pada 2026, setara pengurangan 2,4 juta ton emisi karbon dioksida. Potensi biomassa diproyeksikan sekitar 8,3 juta ton.

Pengembangan dijadwalkan bertahap: tiga lokasi pada tahun pertama, enam lokasi berikutnya, lalu sepuluh lokasi. Pemerintah memetakan 75.266 desa sebagai calon pemasok.

Apa yang Belum Terkonfirmasi

Harga pembelian biomassa dari desa belum diumumkan. Begitu pula skema bagi hasil antara BUMDes, pengelola hub, dan pembangkit.

Target volume pasokan dari Desa Salira ke PLTU Suralaya belum dirinci. Peluncuran hanya menyebut pasokan perdana tanpa angka tonase per bulan.

Daftar enam dan sepuluh lokasi pengembangan berikutnya juga belum dipublikasikan. Pemerintah masih memetakan desa yang layak secara jarak, volume, dan mutu bahan.

FAQ Seputar Biomassa Desa

Apa bahan baku yang dipakai? Limbah pertanian dan industri seperti sekam padi, jerami, tongkol jagung, serbuk gergaji, dan cangkang sawit.

Siapa yang memasok? BUMDes di sekitar pembangkit, dengan pendampingan Kementerian Desa dan PLN. Pasokan perdana datang dari Desa Salira, Kabupaten Serang.

Apakah batu bara langsung ditinggalkan? Tidak. Biomassa dicampur dengan batu bara melalui co-firing, sehingga penggunaannya bertahap mengikuti kesiapan pasokan.

Baca juga

Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga