Berita indonesia soal harga emas kembali menjadi perhatian setelah emas batangan Antam turun ke level Rp2,525 juta per gram pada penutupan Sabtu pagi, 24 Oktober 2026. Penurunan itu terjadi di tengah tekanan dolar Amerika Serikat dan kenaikan harga minyak dunia. Analis memperkirakan harga masih bergerak fluktuatif pada pekan terakhir Oktober.
Berita Indonesia: Emas Antam di Rp2,525 Juta
Pada perdagangan Jumat, 23 Oktober, harga emas Antam ukuran 1 gram berada di Rp2.540.000 atau turun Rp10.000 dari hari sebelumnya. Harga buyback ikut melemah ke Rp2.335.000 per gram. Data itu dipantau dari laman Logam Mulia di Jakarta seperti dilaporkan ANTARA.
Sehari kemudian, acuan harga Antam yang dipakai analis berada di Rp2.525 juta per gram. Angka itu menunjukkan pelemahan berlanjut pada akhir pekan. Untuk ukuran lebih kecil, harga 0,5 gram berada di Rp1.320.000, sedangkan ukuran 2 gram Rp5.020.000 dan 5 gram Rp12.475.000.
Bagi pembeli, penurunan ini terasa sebagai kabar baik karena harga masuk lebih murah dibandingkan puncak reli beberapa bulan lalu. Bagi pemilik emas yang ingin menjual, kondisi sebaliknya berlaku karena harga buyback turun lebih cepat daripada harga jual.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Tekanan Dolar AS dan Harga Minyak
Direktur Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyebut penguatan indeks dolar AS menjadi salah satu faktor yang membebani emas. Indeks dolar diperkirakan bergerak pada rentang 100,90 sampai 103,10 pekan depan dengan kecenderungan menguat. Dolar yang lebih kuat membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Pada saat bersamaan, harga minyak mentah berpotensi naik akibat eskalasi konflik geopolitik, termasuk ketegangan di Timur Tengah dan gangguan produksi minyak Libya. Energi yang mahal menaikkan biaya transportasi dan logistik, lalu memicu tekanan inflasi. Inflasi yang lebih tinggi membuka peluang The Fed menahan suku bunga lebih lama.
Ekspektasi suku bunga tinggi menopang dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika. Karena emas tidak memberikan bunga, daya tariknya menurun ketika imbal hasil obligasi naik. Kombinasi itu menjelaskan mengapa harga emas terkoreksi meski ketegangan geopolitik belum reda.
Proyeksi Pekan Terakhir Oktober
Dalam proyeksi yang dikutip Bisnis.com, emas dunia yang ditutup di US$3.997 per troy ounce pada Sabtu pagi berpotensi terkoreksi menuju US$3.951. Bila tekanan berlanjut, harga berpeluang merosot hingga US$3.884 per troy ounce dalam sepekan.
Rentang pergerakan pekan depan diperkirakan berada di US$3.884 sampai US$4.138 per troy ounce. Level resistance terdekat berada di US$4.053. Untuk emas Antam, analis memperkirakan harga bergerak antara Rp2,39 juta dan Rp2,69 juta per gram.
Jika terkoreksi, harga Antam diperkirakan menguji support pertama Rp2,505 juta per gram atau turun sekitar Rp20.000. Level resistance terdekat berada di Rp2,545 juta per gram. Angka-angka itu menjadi acuan bagi pedagang dan pembeli yang menunggu titik masuk.
Buyback dan Selisih Harga
Harga buyback Antam turun Rp30.000 menjadi Rp2.335.000 per gram pada 23 Oktober. Selisih antara harga jual dan harga buyback berada di kisaran Rp205.000 per gram. Selisih itu penting dipahami karena menentukan keuntungan bersih ketika seseorang menjual kembali emasnya.
Setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Pajak dipotong langsung dari total nilai transaksi saat buyback dilakukan. Biaya ini sering terlupakan ketika orang menghitung untung dari kenaikan harga emas.
Karena itu, membeli emas untuk jangka pendek berisiko. Butuh kenaikan harga yang cukup besar hanya untuk menutup selisih jual beli dan pajak. Kredit produktif pemerintah, seperti kredit Rp400 triliun untuk usaha rakyat, juga diarahkan ke sektor usaha, bukan untuk membiayai pembelian logam mulia. Emas lebih cocok dilihat sebagai penyimpan nilai jangka panjang daripada instrumen trading cepat.
Apa Artinya bagi Pembeli dan Penabung
Penurunan harga memberi ruang bagi masyarakat yang ingin menambah kepemilikan emas secara bertahap. Strategi cicil atau beli berkala membantu menghindari keputusan yang bergantung pada satu titik harga. Cara itu juga mengurangi risiko membeli tepat sebelum koreksi lanjutan.
Bagi yang membutuhkan dana dalam waktu dekat, menjual emas saat harga turun bukan pilihan ideal. Harga buyback yang lebih rendah membuat nilai cair lebih kecil. Sebaiknya kebutuhan mendesak tidak bergantung pada penjualan emas di saat koreksi.
Koreksi juga memengaruhi daya beli rumah tangga yang menyimpan emas sebagai tabungan pendidikan atau modal usaha. Nilai aset turun di atas kertas, tetapi jumlah gram tidak berubah. Keputusan menjual sebaiknya mempertimbangkan kebutuhan riil, bukan reaksi terhadap berita harian, seperti sikap pasar saat IHSG rebound usai tekanan MSCI.


