Sabtu, 24 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Indonesia: IHSG Rebound ke 5.439 Usai Tekanan MSCI

23 Oktober 2026 • zul • 39 kali dibaca
Kawasan Sudirman, Jakarta, tempat aktivitas pasar modal dan perkantoran di ibu kota
Foto: Nanami976 / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
ASM Group
Iklan

Berita Indonesia hari ini ditandai penguatan Indeks Harga Saham Gabungan ke level 5.439,26 pada penutupan Jumat, 23 Oktober 2026. Indeks naik 51,36 poin atau 0,95 persen dibanding perdagangan sebelumnya. Penguatan muncul setelah pasar sempat tertekan kabar rencana MSCI menurunkan kelas pasar modal Indonesia. Dua pendorong yang disebut analis adalah aksi beli Danantara pada saham BUMN dan kebijakan Bursa Efek Indonesia soal saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi.

Indeks LQ45 ikut naik 2,48 poin atau 0,46 persen ke posisi 547,05. Nilai transaksi tercatat Rp16,19 triliun dengan volume 43,93 miliar saham. Sebanyak 477 saham menguat, 187 terkoreksi, dan 129 bergerak stagnan. Dari sebelas indeks sektoral, sepuluh berakhir di zona hijau dan hanya sektor kesehatan yang turun 0,15 persen.

Penguatan ini penting karena terjadi di tengah tekanan sentimen global. Bursa Amerika Serikat justru ditutup mayoritas melemah pada perdagangan Kamis, dengan Nasdaq turun 2,60 persen dan S&P 500 melemah 1,21 persen. Artinya, kenaikan IHSG pada Jumat lebih banyak ditopang faktor dalam negeri ketimbang arus global. Pasar Asia sendiri bergerak campuran, dengan Hang Seng Composite naik 0,69 persen dan Nikkei 225 turun 0,34 persen.

Berita Indonesia: IHSG Ditutup ke Level 5.439

Level penutupan Jumat menjadi titik balik setelah pekan yang bergejolak. BEI mencatat IHSG sempat terpuruk ke 5.185,105 pada 16 Oktober, atau anjlok 678,675 poin setara 11,57 persen dalam sehari. Angka itu menjadi salah satu koreksi harian terdalam dalam sejarah bursa domestik.

Tata Atur
Iklan

Analis menilai faktor domestik menjadi penentu arah jangka pendek. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyebut reformasi bursa sebagai pemicu utama penguatan Jumat. Menurutnya, pasar merespons positif kepastian aturan yang mulai berlaku November nanti. Pernyataan itu dikutip kantor berita ANTARA pada Jumat sore.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Apa Itu Reklasifikasi MSCI dan Kenapa Pasar Panik

MSCI adalah penyedia indeks global yang menjadi rujukan banyak pengelola dana asing. Lembaga ini mengumumkan usulan menurunkan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Jika terwujud, sejumlah dana asing yang mengikuti indeks MSCI berpotensi mengurangi atau menghentikan alokasi ke saham Indonesia.

Reaksi pasar terhadap usulan itu sangat tajam. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut IHSG sempat anjlok hingga 16 persen imbas pengumuman tersebut. Angka itu jauh melampaui koreksi wajar dan mencerminkan kepanikan pelaku pasar ketimbang perubahan fundamental ekonomi.

Pemerintah tidak tinggal diam. Otoritas bursa mempercepat sejumlah reformasi, mulai dari pengetatan aturan saham hingga pengungkapan kepemilikan yang lebih transparan. Langkah itu diarahkan untuk menjawab kritik yang menjadi dasar kajian MSCI. Uraian awal soal konsultasi tersebut pernah dibahas dalam artikel Berita Indonesia: MSCI Buka Konsultasi Status Pasar RI.

Danantara Mulai Borong Saham BUMN

Faktor kedua yang menopang indeks adalah aksi beli Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara. Lembaga itu menyatakan mulai membeli saham BUMN di pasar modal Indonesia pada pekan ini. Langkah tersebut disampaikan melalui keterangan tertulis yang dikutip Kompas.com.

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menyebut pembelian dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan fundamental perusahaan. Ia menyatakan pembelian menyasar emiten yang dinilai menarik dari sisi valuasi dan prospek jangka panjang.

Pengamat pasar menilai aksi itu berpotensi menjadi katalis bagi saham perbankan dan telekomunikasi pelat merah. Nama yang sering disebut adalah BMRI, BBRI, BBNI, TLKM, dan ANTM. Kelima emiten itu memiliki bobot besar sehingga pergerakannya mudah memengaruhi indeks gabungan. Namun pengamat juga mengingatkan bahwa dukungan likuiditas tidak otomatis memperbaiki kinerja usaha.

Saham HSC Dikeluarkan dari Indeks Mulai 2 November

BEI memutuskan mengecualikan saham berkategori High Shareholding Concentration dari perhitungan indeks komposit mulai 2 November 2026. Saat ini terdapat 80 saham yang masuk kategori tersebut. Kebijakan ini menyusul peringatan MSCI bahwa ekuitas Indonesia berisiko turun peringkat.

Saham HSC adalah saham yang kepemilikannya terkonsentrasi pada sedikit pihak sehingga likuiditasnya tipis dan harganya mudah digerakkan. Dengan mengeluarkannya dari indeks, BEI berharap pergerakan IHSG lebih mencerminkan harga pasar yang sebenarnya. Langkah ini juga diharapkan mengurangi ruang manipulasi harga.

Selain itu, BEI menambah keterangan afiliasi untuk saham dengan kepemilikan satu persen ke atas. Regulator juga telah mengubah batas Auto Rejection Bawah menjadi asimetris, dari 15 persen menjadi 7 persen, berlaku 19 Oktober hingga 31 Desember 2026. Sebelumnya, IHSG juga sempat dihentikan sementara ketika tekanan jual memburuk, seperti tercatat dalam artikel Berita Indonesia: Rupiah Tembus Rp18.021, IHSG Dihentikan.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga