Rincian Program BAKTI
Program akses internet publik dijalankan lewat beberapa skema. BAKTI AKSI menyediakan akses internet gratis di titik layanan publik, sedangkan BAKTI Sinyal membangun menara pemancar di wilayah tanpa layanan memadai.
Pembangunan menara memakai dua sumber dana, yaitu anggaran pendapatan dan belanja negara serta dana kewajiban pelayanan universal dari penyelenggara telekomunikasi.
Selain menara, program ini memakai koneksi satelit untuk lokasi yang sulit dijangkau jaringan terestrial, seperti pulau kecil dan pegunungan. Satelit SATRIA-1 menjadi tulang punggung skema tersebut.
Berdasarkan data program, fasilitas pendidikan menyumbang porsi terbesar lokasi yang terhubung. Porsi berikutnya adalah kantor pemerintahan, fasilitas kesehatan, dan ruang kegiatan masyarakat seperti pasar serta terminal.
Kementerian Komunikasi dan Digital melaporkan sekitar 18.000 titik tugas nasional dalam program ini, mencakup sekolah, puskesmas, dan kantor desa.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Tantangan Geografis dan Keamanan
Medan menjadi kendala terbesar dalam perluasan jaringan. Sekitar 3.262 dari 6.747 lokasi pembangunan menara berada di wilayah Papua yang bergunung dan sulit dijangkau.
Pemerintah menyebut kendala geografis, keterbatasan infrastruktur pendukung, dan persoalan keamanan di beberapa daerah sebagai penghambat penyelesaian proyek.
Untuk menjaga layanan saat perbaikan kabel laut Palapa Ring Tengah, BAKTI memperkuat 286 titik akses di tiga kabupaten kepulauan Sulawesi Utara.
Titik penguatan tersebar di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Sitaro, dan Kabupaten Kepulauan Talaud. Kapasitasnya dinaikkan sesuai kebutuhan, dengan pilihan 50 Mbps, 100 Mbps, hingga 150 Mbps.
Perbaikan kabel laut dilakukan pada ruas Melonguane dan Morotai. Selama pekerjaan berlangsung, layanan dialihkan ke satelit agar fasilitas publik tetap terhubung.
Urgensi Literasi dan Pemanfaatan
Membangun jaringan hanya separuh pekerjaan. Tanpa pendampingan, perangkat yang terpasang bisa tidak terpakai optimal karena pengguna belum terbiasa memanfaatkannya.
BAKTI menyebut empat pilar utama dalam desain program, yaitu keberlanjutan masyarakat, kualitas layanan, dorongan bagi usaha mikro, dan keberlanjutan industri.
Di daerah, pemanfaatan internet publik diarahkan untuk layanan pendidikan, administrasi desa, dan pemasaran produk usaha kecil. Sekolah memakai jaringan untuk mengakses bahan belajar nasional.
Puskesmas memanfaatkan jaringan untuk konsultasi dan rujukan medis. Kemudahan itu membantu tenaga kesehatan di wilayah terpencil berkonsultasi dengan dokter spesialis di kota.
Pemerintah daerah diminta menyiapkan sumber daya untuk perawatan perangkat. Tanpa anggaran pemeliharaan, perangkat yang rusak berisiko mangkrak dan menghambat layanan publik.
Sorotan Pemerataan dan Data
Meski capaian bertambah, ketimpangan akses masih menjadi sorotan. DPR meminta pemerintah menuntaskan desa yang belum memiliki sinyal, terutama di wilayah dengan kondisi geografis sulit.
Perbedaan angka desa tanpa internet antar kementerian menunjukkan perlunya satu data yang disepakati. Satu kementerian menyebut sekitar 2.300 desa, kementerian lain menyebut sekitar 3.000 desa.
Pemerintah menyatakan integrasi data dan perencanaan bersama menjadi langkah awal. Pemetaan titik blankspot dinilai penting agar pembangunan jaringan tidak tumpang tindih.
Bagi masyarakat, akses internet publik diharapkan berlanjut menjadi layanan yang dikelola daerah. Skema itu bertujuan agar konektivitas tetap berjalan setelah pendampingan pusat selesai.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa lokasi yang terjangkau internet publik?
Hampir 32.000 lokasi di seluruh Indonesia hingga September 2026, mayoritas untuk sekolah dan layanan publik.
Apa itu BAKTI?
BAKTI adalah badan di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital yang menjalankan program akses internet untuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.
Teknologi apa yang dipakai?
Satelit SATRIA-1, jaringan serat optik Palapa Ring, serta menara 4G dan menara kewajiban pelayanan universal.
Rujukan laporan ini: ANTARA News, Warta Ekonomi, RRI, dan ANTARA News.
SuaraLutim juga pernah memberitakan berita teknologi AI di SuaraLutim.
Ikuti terus perkembangan berita viral dan peristiwa nasional lain di SuaraLutim.com.


