Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Viral: 4 Penyelam Hilang di Sikka Ditemukan Selamat

10 Oktober 2026 • zul • 16 kali dibaca
Ilustrasi aktivitas penyelaman di perairan terbuka dengan arus kuat
Gambar: U.S. Navy, Wikimedia Commons, public domain.
ASM Group
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Tata Atur
Iklan

SuaraLutim.com – Empat penyelam yang terseret arus kuat di perairan Pulau Panga Batang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, ditemukan selamat setelah operasi pencarian dua hari. Peristiwa pada Minggu, 4 Oktober 2026 itu menyita perhatian warganet karena melibatkan tiga wisatawan asing dan seorang pemandu wisata Indonesia. Kisah ini menjadi berita viral yang banyak dibagikan ulang, terutama setelah akun resmi Badan SAR Nasional mengunggah proses evakuasinya.

Berita Viral: 4 Penyelam Hilang di Sikka Ditemukan Selamat

Insiden bermula sekitar pukul 10.00 WITA ketika enam orang melakukan penyelaman di sekitar perairan Pulau Panga Batang. Rombongan terdiri atas dua pemandu lokal dan empat wisatawan mancanegara. Menurut keterangan Kantor SAR Maumere, rombongan terbagi menjadi dua tim dan terpisah karena arus laut yang kuat.

Laporan baru diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere sekitar pukul 14.10 WITA. Setelah itu, tim SAR gabungan dikerahkan dengan dukungan kapal serta perahu karet untuk menyisir wilayah perairan di sekitar lokasi penyelaman.

Pada hari pertama, seorang wisatawan asal Austria berusia 42 tahun ditemukan nelayan sekitar pukul 16.30 WITA. Ia ditemukan terapung di perairan antara Pulau Babi dan Nangahale, sekitar lima kilometer dari lokasi awal penyelaman.

Pencarian Hari Kedua

Operasi dilanjutkan pada Senin, 5 Oktober 2026. Sekitar pukul 09.00 WITA, tim menemukan dua wisatawan asal Irlandia berusia 28 tahun dan 27 tahun dalam kondisi terapung. Keduanya ditemukan sekitar 3,17 mil laut atau setara kurang lebih 5,9 kilometer dari titik awal kejadian.

Lima menit kemudian, pada pukul 09.05 WITA, sebuah kapal patroli air menemukan pemandu wisata berkewarganegaraan Indonesia berusia 39 tahun. Ia ditemukan sekitar 4,21 mil laut atau kurang lebih 7,8 kilometer dari lokasi kejadian, juga dalam kondisi selamat.

Dengan ditemukannya seluruh penyelam, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menyampaikan bahwa penemuan itu tidak lepas dari bantuan nelayan setempat yang mengenali wilayah perairan tersebut.

Kronologi Singkat Insiden

Peristiwa bermula ketika rombongan terbagi dua tim penyelaman. Satu tim kembali ke permukaan sesuai rencana, sementara tim lain terpisah setelah diterjang arus pada kedalaman tertentu.

Kantor SAR Maumere menerima laporan pada sore hari, lalu mengerahkan kapal dan perahu karet. Setelah itu, pencarian dibagi per sektor dengan melibatkan nelayan yang mengenal titik-titik perairan di antara pulau-pulau kecil.

Pada hari kedua, seluruh penyelam yang tersisa ditemukan dalam rentang lima menit satu sama lain. Rentang penemuan yang berdekatan itu menandakan para penyelam terbawa pola arus yang sama sebelum akhirnya terapung di permukaan.

Peran Nelayan dan Masyarakat Pesisir

Nelayan menjadi mata tambahan dalam operasi SAR. Mereka melaporkan keberadaan orang atau benda terapung saat sedang melaut, dan informasi itu langsung diteruskan ke posko pencarian.

Kecepatan informasi seperti ini sering menjadi penentu di wilayah kepulauan. Selain menghemat waktu pencarian, keterlibatan warga juga mempersempit area yang perlu disisir kapal SAR.

Kolaborasi itu menunjukkan bahwa keselamatan wisata bahari bukan hanya tanggung jawab otoritas. Operator wisata, pemandu lokal, dan warga pesisir berada di garis depan pencegahan maupun pertolongan.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga