Berita viral hari ini datang dari keputusan Electronic Arts menutup BioWare, studio di balik Mass Effect dan Dragon Age. Pengumuman pada 21 Oktober 2026 itu disertai pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 400 karyawan, atau tiga persen dari total tenaga kerja EA. Proyek Mass Effect terbaru yang masih dalam tahap awal ikut dibatalkan.
Apa yang Terjadi di BioWare
EA mengumumkan penutupan BioWare beserta ruang kerja studio di Edmonton, Kanada. Keputusan itu disampaikan lewat surat kepada karyawan dari Chief Operating Officer David Tinson dan Chief Studios Officer Cam Weber. BioWare juga menyampaikan perpisahan lewat akun resminya di X pada 21 Oktober 2026.
Karyawan BioWare di Edmonton mendapat pemberitahuan pada hari yang sama. Sebagian dari mereka baru mengetahui detail melalui surat internal dan pernyataan publik studio. EA tidak menggelar konferensi pers khusus untuk menjelaskan keputusan itu.
Dalam pernyataan yang dikutip Engadget, kedua eksekutif menyebut BioWare sebagai studio legendaris yang membantu mendefinisikan genre role-playing. Mereka menyatakan keputusan itu tidak diambil dengan mudah. EA berjanji membantu karyawan terdampak mencari peluang lain di dalam perusahaan.
BioWare didirikan di Kanada pada 1995 dan dibeli EA pada 2007. Selama tiga dekade, studio ini merilis Baldur’s Gate, Neverwinter Nights, Star Wars: Knights of the Old Republic, Mass Effect, Dragon Age, dan Anthem.
Penutupan ini menjadikan BioWare salah satu studio besar terakhir dari generasi awal gim peran Barat yang berhenti beroperasi. Sebelumnya, beberapa studio sejenis sudah lebih dulu ditutup atau diakuisisi. Industri gim global sedang mengalami konsolidasi.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Berita Viral: Rincian PHK dan Studio yang Terdampak
Berita viral soal PHK EA berpusat pada angka sekitar 400 orang, atau tiga persen dari total tenaga kerja. Bloomberg melaporkan sekitar 50 di antaranya bekerja di BioWare. EA sendiri tidak merilis jumlah pasti karyawan yang terdampak.
Selain BioWare, penyesuaian menyentuh Full Circle, pengembang Skate, yang dipangkas menjadi tim lebih kecil. Maxis membekukan proyek Project Lotus dan mengalihkan sumber daya ke Project Evergreen. Keduanya dikutip Antara dari laporan Engadget.
Di sisi lain, EA mengonfirmasi Respawn dan DICE sedang mengerjakan Star Wars: Battlefront 3. Divisi EA Sports juga berencana menghidupkan kembali seri Fight Night. Artinya, pemangkasan tidak berlaku merata di semua tim.
Keputusan mempertahankan Battlefront 3 dan Fight Night menunjukkan prioritas EA pada waralaba besar. Proyek yang dianggap berisiko tinggi dipangkas lebih dulu. Pola itu lazim di industri gim sejak biaya produksi melonjak.
Mengapa BioWare Ditutup
Laporan menyebut dua judul terakhir BioWare tidak memenuhi target penjualan. Anthem dan Dragon Age: The Veilguard dinilai gagal secara komersial. Sebelumnya, Mass Effect: Andromeda juga menerima kritik keras saat dirilis.
Sejak 2023, EA sudah merampingkan BioWare agar fokus pada satu proyek dalam satu waktu. Studio itu sempat direstrukturisasi setelah Veilguard mendapat ulasan cukup baik tetapi tetap meleset dari ekspektasi penjualan. Beban biaya studio besar menjadi sorotan.
Proyek Mass Effect berikutnya diumumkan pada 2020 tetapi tidak pernah diperlihatkan secara utuh. Tim kecil di Edmonton mengerjakan tahap awal pengembangan. EA memutuskan tidak melanjutkan proyek itu.
Faktor lain adalah perubahan selera pasar. Gim peran naratif berdurasi panjang menghadapi persaingan dari judul layanan yang dimainkan bertahun-tahun. Model bisnis seperti itu menuntut pendapatan berulang, sementara BioWare dikenal lewat cerita sekali jalan.


