Minggu, 1 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Viral: Gunung Mayon Erupsi, 1.000 KK Mengungsi

30 Oktober 2026 • zul • 26 kali dibaca
Ilustrasi kolom abu Gunung Mayon di Albay, Filipina, dari arsip letusan sebelumnya
Gambar: Darkimages08, Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.
ASM Group
Iklan

Berita viral hari ini datang dari Filipina: Gunung Mayon di Albay meletus secara moderat pada Jumat (30/10) siang waktu setempat dan menyemburkan kolom abu setinggi 3.000 meter. Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina atau Phivolcs menaikkan status siaga dari level 2 ke level 3, lalu meminta warga di radius enam kilometer mengungsi. Hingga Jumat sore, belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan.

Berita Viral Gunung Mayon dan Kronologi Erupsi

Phivolcs mencatat erupsi dimulai pukul 11.53 dan berakhir pukul 11.59 waktu setempat, atau hampir enam menit. Kolom abu berwarna kelabu naik cepat ke atas kawah, lalu terbawa angin sedang ke arah barat daya.

Mariton Bornas, kepala Divisi Pemantauan Gunung Api dan Prediksi Erupsi Phivolcs, menyebut letusan kali ini sebagai tipe vulkanian yang bersifat moderat. Menurut dia, durasi letusan pendek, tetapi dorongannya cukup kuat untuk membentuk kolom abu setinggi tiga kilometer.

Erupsi terjadi pada siang hari sehingga rekaman dan foto kolom abu cepat tersebar di media sosial. Phivolcs merilis buletin pukul 12.30 waktu setempat, sekitar setengah jam setelah letusan berhenti, untuk menegaskan perubahan status gunung.

Tata Atur
Iklan

Laporan awal kantor berita AFP yang dikutip detikcom menyebut belum ada laporan korban dari kota dan kabupaten sekitar. Pemerintah setempat langsung memindahkan perhatian dari dampak letusan ke risiko susulan di lereng gunung.

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Arti Status Siaga Level 3

Level 3 dalam skala 0 sampai 5 berarti ada kecenderungan kuat menuju erupsi berbahaya. The Straits Times mengutip Phivolcs yang menyatakan Mayon kini memasuki fase baru erupsi magmatik, bukan lagi sekadar gangguan uap dan gas di kawah.

Pada fase ini, aliran lava dan arus densitas piroklastik atau PDC berpeluang muncul di lereng atas sampai tengah dalam hitungan hari sampai minggu. Warga setempat mengenal PDC sebagai uson, awan panas yang bergerak cepat menuruni lembah.

Phivolcs juga meminta kewaspadaan terhadap lahar dan aliran lumpur yang membawa sedimen di sepanjang alur sungai yang berhulu di gunung. Material vulkanik yang menumpuk di hulu mudah terbawa air hujan deras.

Evakuasi dan Sekolah Diliburkan

Gubernur Albay Noel Rosal memerintahkan evakuasi warga di dalam zona bahaya permanen enam kilometer. Menurut Manila Times, lebih dari 1.000 keluarga atau sekitar 4.000 jiwa dijadwalkan pindah ke tempat penampungan sementara mulai pukul 13.00 waktu setempat.

Rosal juga meliburkan kegiatan belajar di semua sekolah negeri dan swasta di Albay pada Jumat siang. Sekolah yang bangunannya dipakai sebagai posko diminta beralih ke pembelajaran alternatif dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

Pemerintah provinsi menutup akses masuk ke zona bahaya, melarang pendakian, dan membatasi aktivitas wisata di sekitar Cagsawa. Mayon Skyline ditutup sementara, sementara polisi dan tentara diminta menjaga titik masuk.

Warga diimbau memakai masker atau kain basah untuk menutup hidung dan mulut bila abu turun. Penerbangan juga diminta menghindari area dekat puncak karena abu vulkanik berbahaya bagi mesin pesawat.

Wilayah yang Berpotensi Kena Abu

Phivolcs memperkirakan abu jatuh di Daraga, Camalig, Guinobatan, dan kota lain di Albay. Laporan SunStar menyebut abu juga diperkirakan turun di kota sekitar, dengan arah angin dominan ke barat daya sehingga sisi selatan gunung paling berisiko.

Abu vulkanik bukan hanya masalah kebersihan. Lapisan tipis abu bisa menutup jalan, membebani atap rumah, dan mengganggu pasokan listrik serta air bersih di permukiman padat.

Petani dan peternak di sekitar lereng diminta mengamankan ternak dan menutup sumber air. Debu halus juga bisa memperburuk gangguan pernapasan, terutama bagi anak, lansia, dan penderita penyakit paru.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga