Berita viral dari Washington datang pada Jumat, 16 Oktober 2026. Katie Zacharia tidak lagi menjabat sebagai juru bicara Gedung Putih setelah hanya lima hari memegang posisi itu. Dua pejabat Gedung Putih mengatakan kepada Associated Press bahwa ia diberhentikan, sementara Presiden Donald Trump membantah memecatnya dan menilai perempuan berusia 41 tahun itu diperlakukan tidak adil oleh media.
Berita Viral: Lima Hari di Podium, Lalu Pergi
Zacharia mulai bekerja pada Senin, 13 Oktober 2026. Ia pertama kali menghadapi ruang pers pada Selasa, lalu meninggalkan jabatan itu pada Jumat. Rentang lima hari membuat masa jabatannya disebut sebagai yang terpendek dalam sejarah posisi juru bicara Gedung Putih.
Kantor berita AFP melaporkan seorang pejabat Gedung Putih menjawab “Can confirm” ketika diminta mengonfirmasi kepergian Zacharia. Sebelumnya, Fox News lebih dulu memberitakan bahwa Zacharia sedang bertransisi keluar dari jabatannya.
NBC News menulis Zacharia keluar setelah lima hari menyusul briefing pertama yang banyak dikritik dan munculnya pertanyaan soal kredensial hukumnya. Posisi itu sebelumnya dipegang Karoline Leavitt, yang meninggalkan pemerintahan pada Agustus 2026 untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga.
Pergantian ini terjadi di tengah agenda komunikasi pemerintahan Trump yang padat. Ruang pers Gedung Putih menjadi salah satu medan paling terbuka bagi pemerintahan mana pun, sehingga setiap kesalahan kecil cepat menjadi sorotan nasional.
ANTARA memberitakan Zacharia tidak lagi menjabat sebagai sekretaris pers Gedung Putih pada Jumat, hanya lima hari setelah menduduki posisi itu. Pemberitaan kantor berita nasional Indonesia itu menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi perhatian lintas negara, bukan hanya media Amerika Serikat.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Kronologi: Dari Ruang Briefing ke Keputusan Akhir
Briefing perdana Zacharia berlangsung singkat, sekitar 14 menit. Ia menjelaskan bahwa ia sengaja mempersingkat sesi karena Trump akan menjawab pertanyaan wartawan sendiri pada kesempatan terpisah.
Dalam wawancara dengan Human Events, Zacharia mengatakan materi briefing diterimanya pada Senin malam dan baru selesai pada Selasa pukul 08.00, kurang dari dua jam sebelum ia tampil. Ia mengaku sudah bangun sejak pukul 03.00 untuk bersiap.
Pada Kamis, ia memberi sejumlah wawancara kepada media konservatif untuk mempertahankan latar belakang hukumnya. Sikap itu tidak meredam kritik. Justru pertanyaan soal izin praktik hukum menjadi isu utama selama dua hari terakhir masa jabatannya.
Pada Jumat pagi, Trump berbicara kepada wartawan sebelum berangkat ke Georgia untuk kampanye. Ia mengatakan akan berbicara dengan Zacharia dan menyatakan bahwa jika dirinya berada di posisi itu, ia akan mempertimbangkan ulang pekerjaan tersebut.
Polemik Kredensial Hukum
Zacharia lama menyebut dirinya sebagai pengacara dalam sejumlah penampilan televisi dan media sosial. AFP mencatat ia juga mencantumkan diri sebagai general counsel sebuah organisasi nirlaba konservatif yang berbasis di California.
Ia memang memiliki gelar sarjana hukum dari Pepperdine University. Namun Reuters, seperti dikutip kantor berita Australia AAP, tidak menemukan catatan bahwa ia terdaftar sebagai pengacara atau anggota bar di negara bagian mana pun maupun di District of Columbia.
Pada Kamis, Zacharia akhirnya mengakui bahwa ia tidak lulus ujian bar California. Ia menyebut hasil itu “somewhat inconsequential” karena ia tidak membutuhkan izin praktik saat tinggal di China. Ketika ditanya apakah pernah mengulang ujian, ia menjawab: “I did not.”
Di Amerika Serikat, lulusan sekolah hukum tidak dapat menjalankan praktik hukum tanpa diterima di bar negara bagian. Karena itu, pengakuan tersebut langsung memicu pertanyaan tentang bagaimana ia bisa menggambarkan karier hukumnya di depan publik.


