Berita viral hari ini datang dari Vatikan setelah Paus Leo XIV didiagnosis kanker paru-paru. Paus berusia 71 tahun itu menjalani operasi pengangkatan nodul di Rumah Sakit Gemelli, Roma, pada Selasa 13 Oktober 2026, dan sebagian paru-paru kanannya telah diangkat. Kabar ini menjadi masalah kesehatan besar pertama yang diungkap Vatikan sejak ia menjabat sekitar 17 bulan lalu.
Berita Viral: Apa yang Diketahui soal Kondisi Paus Leo XIV
Juru bicara Vatikan menyatakan hasil pemeriksaan jaringan memastikan nodul yang diangkat adalah adenokarsinoma, salah satu jenis kanker paru-paru non-sel kecil. Menurut Vatikan, benjolan tersebut pertama kali terdeteksi saat pemeriksaan kesehatan rutin yang dijalani Paus. Vatikan menegaskan prosedur berjalan sukses dan sesuai perkiraan waktu.
Dalam buletin medisnya, Vatikan menyebut lobus bawah paru-paru kanan Paus Leo telah diangkat. Sebelum operasi, Paus sempat terbuka kepada umat bahwa dokter menemukan nodul kecil di parunya. Ia kemudian menyampaikan rencana operasi itu saat doa Minggu di Lapangan Santo Petrus.
Paus Leo dikenal tidak pernah merokok dan rutin berolahraga, termasuk bermain tenis. Kondisi itu membuat temuan kanker paru pada dirinya tergolong tidak lazim, karena adenokarsinoma juga dapat menyerang orang yang tidak merokok. Vatikan menekankan bahwa kanker tersebut terdeteksi pada tahap awal.
Kabar ini menyebar cepat di media sosial dan menjadi salah satu topik paling dibicarakan sepanjang Rabu 14 Oktober 2026. Banyak warganet membagikan potret lama Paus Leo saat melambaikan tangan dari balik jendela mobil menuju rumah sakit. Umat di berbagai negara menggelar doa bersama untuk pemulihannya.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Kronologi Operasi 90 Menit di Rumah Sakit Gemelli
Paus Leo meninggalkan Vatikan sesaat sebelum pukul 13.00 waktu Roma pada Selasa. Ia terlihat melambaikan tangan dari kursi belakang SUV hitam selama perjalanan sekitar sembilan kilometer ke utara menuju Rumah Sakit Gemelli. Rumah sakit itu sudah puluhan tahun menjadi pusat perawatan utama para paus.
Setibanya di lokasi, Paus berjabat tangan dengan sejumlah pejabat dan berjalan melewati kerumunan warga yang menunggu. Beberapa di antaranya meneriakkan kata Auguri, yang berarti semoga berhasil. Operasi dipimpin kepala ahli bedah toraks Gemelli, Dr. Stefano Margaritora, bersama dokter pribadi Paus, Luigi Carbone.
Tim bedah menyatakan prosedur berlangsung sekitar 90 menit dan selesai tanpa komplikasi. Mereka menggunakan teknik bedah minimal invasif dengan bantuan kamera untuk mengangkat lobus bawah paru kanan. Vatikan menyebut tujuan operasi adalah menghilangkan seluruh jaringan kanker agar prosedur bersifat kuratif.
Vatikan juga menyatakan Paus terbangun secara normal setelah prosedur tersebut. Uskup Agung Ronald Hicks menyampaikan bahwa kondisi Paus terus membaik dan ia menjalani pemulihan. Menurut laporan, operasi dimulai saat staf medis melantunkan doa rosario di kapel rumah sakit.
Adenokarsinoma Paru dan Arti Pengangkatan Lobus
Adenokarsinoma adalah jenis kanker paru-paru non-sel kecil yang cenderung tumbuh lebih lambat dibanding jenis lain. Kanker ini bisa muncul pada perokok maupun bukan perokok, sehingga tidak selalu berkaitan dengan kebiasaan merokok. Karena itu, temuan pada Paus Leo menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin.
Paru-paru manusia memiliki lima lobus, yaitu tiga di paru-paru kanan dan dua di paru-paru kiri. Pengangkatan satu lobus, atau lobektomi, masih memungkinkan pasien bernapas dengan sisa jaringan paru. Tim medis biasanya menilai fungsi paru sebelum operasi untuk memastikan pasien mampu menjalani tindakan itu.
Dokter menegaskan bahwa tujuan operasi adalah menghilangkan seluruh jaringan kanker. Setelah operasi, pasien umumnya menjalani pemeriksaan lanjutan untuk memastikan tidak ada penyebaran. Vatikan menyebut pemeriksaan penyebaran kanker masih berjalan saat pengumuman dibuat.
Paus diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu pekan untuk pulih di rumah sakit. Selama masa itu, pengawasan medis dilakukan intensif mengingat usia Paus yang memasuki 71 tahun pada September lalu. Meski begitu, Vatikan menilai kondisi umumnya terkendali.


