Minggu, 1 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Viral: Pemilu Israel Berakhir Tanpa Pemenang Jelas

28 Oktober 2026 • zul • 26 kali dibaca
Gedung Knesset, parlemen Israel, di Yerusalem
Foto: Tsvika Israeli, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Berita viral hari ini datang dari Israel yang menggelar pemilu parlemen pada Selasa (27/10/2026) tanpa menghasilkan pemenang jelas. Hitung cepat menempatkan blok oposisi pimpinan Gadi Eisenkot unggul tipis atas koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Tidak ada kubu yang diproyeksikan menembus ambang 61 kursi dari 120 kursi Knesset.

Berita Viral: Pemilu Israel Berakhir Tanpa Pemenang

Hitung cepat tiga stasiun televisi utama Israel memperbarui proyeksi sepanjang malam. Kompas.com mengutip Reuters menyebut blok oposisi pimpinan Eisenkot memperoleh 52 kursi, sedangkan koalisi Netanyahu 50 kursi. Sebanyak 18 kursi lain diperkirakan diraih partai-partai Arab yang tidak berafiliasi ke kedua blok.

Angka itu menjadi kemunduran bagi Netanyahu yang telah memimpin Israel hampir 19 tahun dalam beberapa periode. Namun hasil berbeda disampaikan sejumlah media Israel. Channel 14, stasiun yang dikenal mendukung Netanyahu, bahkan memproyeksikan koalisi pemerintah memperoleh 60 kursi.

Perbedaan proyeksi antarlembaga penyiaran bukan hal baru dalam pemilu Israel. Selisih kecil pada perolehan suara partai kecil dapat mengubah komposisi blok secara signifikan. Karena itu, semua angka yang beredar masih berstatus hitung cepat, bukan hasil resmi.

Tata Atur
Iklan

Pemilu kali ini juga tercatat sebagai yang pertama digelar sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Pemungutan suara berlangsung di tengah sorotan terhadap kinerja pemerintahan Netanyahu dalam keamanan dan perang.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Hitung Cepat: Oposisi 52, Koalisi 50

Proyeksi yang paling banyak dikutip menempatkan blok oposisi pada 52 sampai 53 kursi. iNews.id mencatat dua survei menempatkan kubu Netanyahu di 50 kursi, sementara kubu Eisenkot 52 hingga 53 kursi. Partai-partai Arab diperkirakan mendapat 17 sampai 18 kursi.

Di tingkat partai, Partai Yashar yang dipimpin Eisenkot diproyeksikan menjadi kekuatan baru yang langsung bersaing di papan atas. Likud pimpinan Netanyahu tetap diperkirakan menjadi partai dengan perolehan kursi terbanyak, meski bloknya secara total tertinggal.

Selisih dua sampai tiga kursi itu terlalu kecil untuk dianggap final. Penghitungan suara surat dan suara tentara biasanya menggeser komposisi beberapa kursi. Perubahan satu kursi saja dapat mengubah peta pembentukan koalisi.

Karena itu, sebutan pemenang pemilu untuk Eisenkot masih prematur. Yang lebih tepat disebut adalah bahwa blok oposisi unggul sementara pada hitung cepat, dengan selisih yang belum aman.

Ambang 61 Kursi dan Peran Partai Arab

Sistem parlemen Israel mensyaratkan calon perdana menteri mendapat dukungan sedikitnya 61 anggota Knesset. Tidak ada satu partai pun dalam sejarah Israel yang berhasil meraih 61 kursi sendirian. Karena itu, pembentukan koalisi menjadi penentu setelah pemungutan suara.

Posisi partai-partai Arab menjadi sangat penting karena perolehan mereka diproyeksikan 18 kursi. Dengan angka itu, dukungan dari luar kedua blok dapat menentukan siapa yang mampu membentuk pemerintahan mayoritas. Namun Eisenkot sebelumnya hampir sepenuhnya menutup kemungkinan berkoalisi dengan partai-partai Arab.

Penolakan itu membuat aritmetika politik menjadi rumit. Tanpa partai Arab, blok oposisi harus mencari dukungan dari partai kecil lain atau membentuk pemerintahan minoritas. Pilihan itu secara politik lebih rapuh karena setiap kebijakan bisa diganjal di parlemen.

Di kubu pemerintah, Netanyahu justru menyatakan tidak ada pemimpin yang boleh memerintah Israel dengan dukungan kubu Arab Israel. Ia berjanji membentuk pemerintahan sayap kanan yang kuat, menurut laporan Kompas. Pernyataan itu menandai kampanye sudah bergeser ke negosiasi pascapemilu.

Klaim Kedua Kubu

Eisenkot menyatakan karier politik Netanyahu sudah habis. “Merupakan sebuah kesalahan jika kembali menggelar pemilu, dan merupakan kewajiban saya untuk melakukan segala hal yang mungkin demi mewujudkan kehendak rakyat,” kata Eisenkot, dikutip CNBC Indonesia dari Anadolu Agency.

Di sisi lain, Netanyahu menegaskan dirinya belum kalah dan akan membentuk pemerintahan. Pemimpin oposisi Yair Lapid menyebut hasil ini sebagai kekalahan total bagi Netanyahu. Dua klaim itu berjalan bersamaan tanpa saling mengakui keunggulan lawan.

Pendukung kedua kubu turun ke jalan di Tel Aviv setelah hitung cepat dirilis. Suasana itu menunjukkan polarisasi politik Israel belum surut setelah bertahun-tahun krisis pemerintahan. Pemilu ini sendiri merupakan pemilu nasional keenam sejak 2019.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga