Berita viral hari ini datang dari Kalimantan Tengah. Sebuah benda logam berukuran besar yang ditemukan di perkebunan kelapa sawit di Jalan Sampit-Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Timur, akhirnya teridentifikasi sebagai serpihan roket pembawa satelit milik China.
Identifikasi itu disampaikan setelah Bandara H Asan Sampit berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi. Menurut keterangan petugas bandara, serpihan tersebut merupakan bagian dari roket Zhuque 2E yang jatuh di wilayah Kotawaringin Timur pada Minggu, 18 Oktober 2026, sekitar pukul 17.36 WIB.
Penemuan itu sempat membuat warga penasaran karena bentuknya tidak biasa dan ukurannya cukup besar. Pihak berwenang memastikan benda tersebut tidak mengandung bahan beracun, tetapi tetap dievakuasi untuk kepentingan identifikasi.
Berita Viral: Serpihan Roket China Ditemukan di Kotim
Lokasi penemuan berada di area perkebunan yang cukup jauh dari permukiman padat. Benda itu pertama kali dilaporkan warga yang melihat bongkahan logam di antara pohon sawit.
Petugas bandara bersama TNI dan Polri menelusuri lokasi untuk memastikan tidak ada serpihan lain di sekitar titik penemuan. Hasil penelusuran itu kemudian diteruskan kepada BRIN dan KNKT sebagai bahan analisis.
Menurut keterangan resmi yang dikutip detikcom, benda tersebut sudah dipindahkan ke Lanud Iskandar Pangkalan Bun. Pemindahan dilakukan demi keamanan sekaligus agar proses identifikasi lebih lanjut bisa berjalan lebih mudah.
Kasus ini menjadi perhatian karena jarang ada serpihan benda antariksa yang jatuh dan ditemukan dalam kondisi cukup utuh di wilayah Indonesia.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Kronologi Penemuan dan Dentuman Warga
Sejumlah warga mengaku mendengar suara dentuman sebelum bongkahan logam itu ditemukan. Suara tersebut dilaporkan terdengar pada Minggu sore, berdekatan dengan waktu yang disebut dalam keterangan petugas bandara.
Laporan mengenai dentuman dan penemuan benda logam itu muncul berurutan di pemberitaan daerah. Warga sekitar menyebut benda itu tampak hangus di sebagian permukaannya.
Pihak berwenang belum menyampaikan apakah dentuman yang didengar warga berkaitan langsung dengan jatuhnya serpihan. Yang jelas, penemuan benda tersebut terjadi pada hari yang sama dengan laporan masuknya kembali sebuah tahap roket ke atmosfer Bumi.
Penelusuran di lokasi dilakukan dengan melibatkan beberapa instansi agar tidak ada material berbahaya yang tertinggal di area perkebunan.
Kode di Badan Serpihan Jadi Petunjuk
Petunjuk asal-usul benda itu juga ditemukan pada penanda yang tertera di bagian serpihan. KNKT mencermati kode “2ZQE31-20-15” yang dinilai mirip dengan nama roket pembawa satelit China, Zhuque 2E.
Pada benda itu juga terbaca kode lengkap “2ZQE31-20-15 240256KY” yang menjadi salah satu bahan penelusuran. Dari kode tersebut, KNKT kemudian berkoordinasi dengan Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa di bawah BRIN.
Hasil koordinasi itulah yang memastikan bahwa puing tersebut adalah bagian dari roket pembawa satelit milik China. Cara identifikasi melalui kode dan nomor seri memang lazim dipakai untuk menelusuri asal benda antariksa.
BRIN juga menyatakan serpihan itu tidak mengandung bahan beracun. Meski demikian, evakuasi tetap dilakukan sebagai prosedur standar penanganan benda jatuh dari luar angkasa.
Roket Zhuque 2E dan Misi 14 Oktober 2026
Zhuque 2E adalah roket dua tingkat berbahan bakar metana cair dan oksigen cair yang dikembangkan perusahaan China, LandSpace. Roket ini merupakan pengembangan dari Zhuque 2 yang pernah menjadi kendaraan pertama berbahan bakar metana yang mencapai orbit.
Menurut catatan peluncuran, Zhuque 2E dengan nomor misi Y4 diluncurkan pada 14 Oktober 2026 dari zona inovasi antariksa komersial Dongfeng di China barat laut. Misi itu membawa sepuluh satelit ke orbit sinkron matahari.
Delapan satelit di antaranya merupakan bagian dari proyek pusat data antariksa milik ADAspace. Satelit tersebut membawa muatan komputasi berperforma tinggi, sistem pendingin cair, dan jaringan komunikasi laser antar satelit.
Dua satelit lainnya merupakan wahana uji komunikasi laser milik LandSpace, Guangchuan 03 dan Guangchuan 04. Seluruh satelit dilaporkan masuk ke orbit yang direncanakan.


